Pemkab Garut Perbaiki Infrastruktur Pasca Banjir dan Longsor di Tiga Kecamatan 

- Redaksi

Rabu, 12 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah petugas gabungan dan masyarakat membersihkan saluran air di Kampung Astana Girang, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu (5/3/2025). (ANTARA/HO-Diskominfo Garut)

Sejumlah petugas gabungan dan masyarakat membersihkan saluran air di Kampung Astana Girang, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu (5/3/2025). (ANTARA/HO-Diskominfo Garut)

Garut, Mevin.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut, Jawa Barat, segera melakukan penanganan darurat pasca bencana banjir dan longsor yang melanda tiga kecamatan, yaitu Cilawu, Pakenjeng, dan Pamulihan.

Kerusakan infrastruktur, termasuk jalan, jembatan, irigasi, serta fasilitas umum seperti sekolah dan masjid, menjadi fokus utama perbaikan untuk memastikan aktivitas masyarakat kembali normal.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Aah Anwar Saefuloh, menjelaskan bahwa bencana hidrometeorologi ini telah menyebabkan kerusakan signifikan pada pemukiman warga dan fasilitas umum.

“Status tanggap darurat kami tetapkan selama 14 hari, mulai 11 hingga 25 Maret 2025, agar penanganan bisa dilakukan secara cepat dan tepat,” ujarnya di Garut, Rabu (12/3).

Aah menambahkan, penetapan status tanggap darurat memungkinkan pemerintah mengalokasikan anggaran dari biaya tak terduga untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak.

Beberapa lokasi yang menjadi prioritas perbaikan antara lain jalan di kawasan Gunung Jampang (Pamulihan), jalan Desa Sukamula (Pakenjeng), serta jembatan penghubung Munjul-Genteng di Kecamatan Cilawu.

“Infrastruktur ini sangat vital bagi masyarakat. Perbaikan segera dilakukan agar akses transportasi orang dan barang tetap lancar, serta kehidupan warga tidak terganggu,” tegas Aah.

Selain perbaikan infrastruktur, Pemkab Garut juga berencana memberikan bantuan stimulan melalui pergeseran anggaran untuk memperbaiki rumah warga yang rusak akibat bencana. Aah menegaskan, pemerintah daerah akan bergerak cepat untuk mencari solusi terbaik guna meminimalkan dampak sosial dan ekonomi yang lebih luas.

“Kami merespons dengan cepat kondisi yang dialami masyarakat. Tujuannya adalah memastikan kehidupan warga kembali normal dan terhindar dari dampak yang lebih besar,” pungkasnya.

Dengan langkah ini, Pemkab Garut berharap dapat memulihkan kondisi daerah terdampak dan memastikan kesejahteraan masyarakat tetap terjaga pasca bencana.***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Viral Guru Honorer di Jeneponto Dicopot Mendadak demi Keponakan Kepsek, Disdikbud Turun Tangan
Fenomena “Siang Dingin” di Indramayu & Majalengka, Warga Sampai Tidur Pakai Kaus Kaki
Babak Baru Konflik GBI Bodogol: Opang Tuntut Rp12 Juta untuk “Zona Hijau”, Ini Klarifikasinya!
Ironi Pelayan Publik, 5.268 ASN di Kabupaten Cirebon Menunggak Pajak Kendaraan
Berakhir Damai, Belasan Siswa Pengeroyok Guru SMK di Jambi Hanya Dikenai Sanksi Pernyataan
Petani Ujungjaya Sumedang Dapat Bantuan Pertanian Rp12,5 M, Ini Rinciannya
Kuatkan Pendidikan Agama, Pemkab Indramayu Hibahkan Tanah 1,2 Hektare untuk MAN 1
Sidak ke Kaki Gunung Ciremai, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Warning Perusak Lingkungan: “Saya Tidak Akan Diam!”

Berita Terkait

Jumat, 16 Januari 2026 - 17:02 WIB

Viral Guru Honorer di Jeneponto Dicopot Mendadak demi Keponakan Kepsek, Disdikbud Turun Tangan

Jumat, 16 Januari 2026 - 11:06 WIB

Fenomena “Siang Dingin” di Indramayu & Majalengka, Warga Sampai Tidur Pakai Kaus Kaki

Jumat, 16 Januari 2026 - 10:56 WIB

Babak Baru Konflik GBI Bodogol: Opang Tuntut Rp12 Juta untuk “Zona Hijau”, Ini Klarifikasinya!

Kamis, 15 Januari 2026 - 23:11 WIB

Ironi Pelayan Publik, 5.268 ASN di Kabupaten Cirebon Menunggak Pajak Kendaraan

Kamis, 15 Januari 2026 - 20:33 WIB

Berakhir Damai, Belasan Siswa Pengeroyok Guru SMK di Jambi Hanya Dikenai Sanksi Pernyataan

Berita Terbaru