Pemkab Kuningan Nonaktifkan Direktur RSUD Linggajati Terkait Dugaan Malpraktik Bayi

- Redaksi

Kamis, 17 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kuningan, Mevin.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuningan resmi menonaktifkan sementara Direktur RSUD Linggajati, Eddy Syarif, sebagai respons atas kasus dugaan malpraktik yang menyebabkan kematian seorang bayi.

Keputusan ini diumumkan Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, pada Kamis (17/7/2025), sebagai langkah menjaga independensi proses hukum yang tengah berjalan.

“Keputusan ini diambil demi menjaga integritas proses investigasi. Kami ingin proses penyelidikan dan penyidikan berjalan tanpa intervensi,” ujar Bupati.

Baca Juga : Tujuh Tahun Menanti, Bayi Irmawati Meninggal Diduga Akibat Kelalaian RSUD Kuningan

Bupati Dian juga menambahkan bahwa pihaknya kini melibatkan tim independen dari Majelis Disiplin Profesi dan Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) untuk melakukan investigasi lanjutan.

Tim ini akan menilai apakah terdapat pelanggaran terhadap standar operasional prosedur (SOP) medis dalam penanganan kasus tersebut.

“Tim gabungan akan bekerja secara menyeluruh untuk memastikan tidak adanya pelanggaran SOP,” tegasnya.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan telah merilis hasil audit internal terhadap pelayanan maternal dan perinatal di RSUD Linggajati. Audit tersebut dilakukan menyusul mencuatnya dugaan kelalaian medis yang menjadi perhatian publik.

Kepala Dinas Kesehatan Kuningan, Edi Martono, menyebut bahwa berdasarkan audit internal, tidak ditemukan pelanggaran SOP dalam proses pelayanan rumah sakit.

“Hasil audit internal menyimpulkan bahwa prosedur pelayanan medis telah dilakukan sesuai dengan standar operasional,” kata Edi dalam konferensi pers yang digelar di ruang rapat Linggajati.

Meski begitu, Edi menegaskan bahwa pihaknya tetap akan melakukan pembinaan dan pengawasan ketat terhadap seluruh fasilitas kesehatan di wilayahnya.

“Komitmen kami adalah menjaga kualitas pelayanan publik, dan itu tidak boleh dikompromikan,” ujarnya.

Kasus ini terus mendapat perhatian luas dari masyarakat dan akan menjadi bahan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan kesehatan di Kuningan, khususnya dalam pelayanan ibu dan anak.***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wagub Jabar Resmi Berangkatkan Peserta Mudik Gratis 2026
Hadapi Mobilitas Tinggi, 845 Personel Gabungan Siap Amankan Operasi Keselamatan Lodaya 2026 di Majalengka
Skandal ‘Bangunan Hantu’ Srimukti: Mahasiswa Bekasi Bongkar Dugaan Korupsi Dana CSR BJB, Siap Geruduk KPK!
Viral Kericuhan di Balai Desa Purwasaba, Kades Hoho Dikeroyok Massa LSM
Lebaran Kali Ini Bandung Zoo Belum Bisa Buka, Wali Kota Minta Maaf
Sempat Macet Total Akibat Antrean Truk Sampah, Jalan Narogong Raya Malam Ini Kembali Lancar
Ekonomi Kerakyatan Bergulir: Menteri PKP Luncurkan Program ‘Gentengisasi’ di Jatiwangi, Transaksi Tembus Rp3 Miliar
Antrean Truk Sampah Mengular 8 KM di Jalan Siliwangi Pasca-Longsor TPST Bantargebang

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 11:54 WIB

Wagub Jabar Resmi Berangkatkan Peserta Mudik Gratis 2026

Jumat, 13 Maret 2026 - 10:19 WIB

Hadapi Mobilitas Tinggi, 845 Personel Gabungan Siap Amankan Operasi Keselamatan Lodaya 2026 di Majalengka

Kamis, 12 Maret 2026 - 22:40 WIB

Skandal ‘Bangunan Hantu’ Srimukti: Mahasiswa Bekasi Bongkar Dugaan Korupsi Dana CSR BJB, Siap Geruduk KPK!

Kamis, 12 Maret 2026 - 22:33 WIB

Viral Kericuhan di Balai Desa Purwasaba, Kades Hoho Dikeroyok Massa LSM

Kamis, 12 Maret 2026 - 21:39 WIB

Lebaran Kali Ini Bandung Zoo Belum Bisa Buka, Wali Kota Minta Maaf

Berita Terbaru

Daerah

Wagub Jabar Resmi Berangkatkan Peserta Mudik Gratis 2026

Jumat, 13 Mar 2026 - 11:54 WIB