Pemprov Jabar Gagal Bayar Proyek Rp 621 Miliar, Kontraktor Terancam Kolaps di Awal 2026

- Redaksi

Selasa, 6 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pusat pemerintahan Provinsi Jawa Barat, Gedung Sate, Bandung. ANTARA/Ricky Prayoga

Pusat pemerintahan Provinsi Jawa Barat, Gedung Sate, Bandung. ANTARA/Ricky Prayoga

BANDUNG, Mevin.ID – Kabar buruk menimpa para kontraktor infrastruktur di Jawa Barat. Memasuki awal tahun 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengakui adanya utang atau “tunda bayar” kepada pihak ketiga dengan nilai fantastis mencapai Rp 621 miliar.

Kegagalan pembayaran ini terjadi karena pendapatan daerah hingga tutup buku 31 Desember 2025 tidak mencapai target yang ditetapkan.

Target Terlalu Optimis, Pendapatan Tak Sampai

Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Herman Suryatman, mengungkapkan bahwa realisasi pendapatan tahun 2025 hanya mencapai 94,37 persen (sekitar Rp 31,09 triliun).

Ada selisih 5,63 persen yang menyebabkan kas daerah tidak cukup untuk melunasi seluruh paket pekerjaan yang sudah selesai.

“Pendapatannya kita pasang kenceng, belanjanya kenceng, ternyata belanjanya luar biasa. Namun realisasi pendapatan terhambat dinamika, seperti pangkasan transfer daerah Rp 2,4 triliun dan tren mobil listrik yang membuat target Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) tidak tercapai karena adanya subsidi dan keringanan,” jelas Herman di Gedung DPRD Jabar, Senin (5/1/2026).

Dinas Bina Marga dan Dishub Paling Terdampak

Dana sebesar Rp 621 miliar tersebut mencakup berbagai proyek strategis, mulai dari perbaikan jalan di Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang hingga fasilitas di Dinas Perhubungan. Meski begitu, Pemprov berjanji akan melunasi utang tersebut di tahun anggaran 2026.

Wakil Ketua DPRD Jabar, Iwan Suryawan, meminta Pemprov menjaga kepercayaan para pelaksana kegiatan. “Insya Allah sudah dipikirkan untuk 2026. Target kita tetap harus menyelesaikan ini agar cash flow kontraktor tetap terjaga,” ujarnya.***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bandara Kertajati “Sakit-sakitan”, Angkasa Pura Buka Suara Usai Disentil Dedi Mulyadi
Ekonomi Iran Runtuh, Mata Uang Rial Anjlok ke Titik Terendah Sepanjang Sejarah
Komisi I DPR Desak Kemlu RI Gerak Cepat Tangani Bajak Laut Penculik ABK WNI Gabon
Kisah Heroik TNI Tumpas Bajak Laut Somalia Penyandera ABK WNI Kapal MV Sinar Kudus 
Bajak Laut Culik WNI ABK di Perairan Gabon, Kemlu RI Upayakan Penyelamatan 
KPK Geledah Kantor Pusat Ditjen Pajak, Buntut Kasus Suap Pajak Tambang Rp4 Miliar
KPK Periksa Anggota DPRD yang Terseret Kasus Suap Bupati Bekasi Ade Kuswara
Sistem Rujukan Berjenjang Dihapus, Pasien JKN Bisa Langsung ke RS Paling Kompeten

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 19:41 WIB

Bandara Kertajati “Sakit-sakitan”, Angkasa Pura Buka Suara Usai Disentil Dedi Mulyadi

Selasa, 13 Januari 2026 - 19:34 WIB

Ekonomi Iran Runtuh, Mata Uang Rial Anjlok ke Titik Terendah Sepanjang Sejarah

Selasa, 13 Januari 2026 - 17:00 WIB

Komisi I DPR Desak Kemlu RI Gerak Cepat Tangani Bajak Laut Penculik ABK WNI Gabon

Selasa, 13 Januari 2026 - 16:00 WIB

Kisah Heroik TNI Tumpas Bajak Laut Somalia Penyandera ABK WNI Kapal MV Sinar Kudus 

Selasa, 13 Januari 2026 - 15:13 WIB

Bajak Laut Culik WNI ABK di Perairan Gabon, Kemlu RI Upayakan Penyelamatan 

Berita Terbaru