Penasehat DWP Kemenkop Upayakan Kebangkitan Koperasi Batik Trusmi di Cirebon

- Redaksi

Jumat, 24 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

enasehat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Koperasi (Kemenkop) Dina Budi Arie Setiadi (istri Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi), saat melakukan kunjungan ke EB Batik Tradisional, di Desa Panembahan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Kamis (23/1).

enasehat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Koperasi (Kemenkop) Dina Budi Arie Setiadi (istri Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi), saat melakukan kunjungan ke EB Batik Tradisional, di Desa Panembahan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Kamis (23/1).

Cirebon, Mevin.ID  – Sudah sejak lama, Cirebon dikenal sebagai sentra batik yang tetap terjaga kelestariannya hingga kini. Tercatat, ada 9 desa yang sudah terbentuk menjadi desanya para perajin batik yaitu, Desa Panembahan, Trusmi Kulon, Trusmi Wetan, Kaliwulu, Kalitengah, Kalibaru, Wotgali, Gamel, dan Ciwaringin.

Bahkan, ekosistem batik di wilayah Cirebon pun sudah terbentuk dengan begitu baik hingga melahirkan Paguyuban Perajin dan Pengusaha Batik Cirebon (P3BC). Di sana, selain ada para perajin, juga sudah eksis pula beberapa offtaker seperti EB Batik Tradisional, Batik Komar, Batik Ivanda, dan Batik Megan.

Sayangnya, keberadaan Koperasi Batik Trusmi yang dulu pernah eksis, kini sudah tidak aktif sejak lama. “Koperasi ini yang akan kita upayakan untuk bangkit kembali,” ungkap Penasehat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Koperasi (Kemenkop) Dina Budi Arie Setiadi (istri Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi), saat melakukan kunjungan ke EB Batik Tradisional, di Desa Panembahan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Kamis (23/1).

Di acara yang juga dihadiri Penasehat DWP Kementerian UMKM Tina Astari Maman Abdurrahman serta Ketua DWP Kemenkop Siti Kuwati, Dina Budi Arie menambahkan, dengan berkoperasi maka para pelaku usaha batik bisa mendapatkan lembaga pembiayaan sebagai solusi permodalan.

Baca Juga : Dina Budi Arie : Masalah Pelaku UKM Akan Bisa Diselesaikan Lewat Koperasi

“Maka, koperasi tersebut memang selayaknya dihidupkan kembali,” tegas Penasehat DWP Kemenkop.

Apalagi, kata Dina Budi Arie, branding Batik Trusmi sebagai destinasi wisata sudah terpatri dengan kuat. “Tinggal kita perkuat saja. Jadi, yang didorong untuk berkoperasi itu tak hanya perajin batik, tapi juga para pelaku usaha kuliner khas Cirebon seperti ketan dan lainnya,” kata Dina Budi Arie.

Sementara Deputi Pengembangan Talenta dan Daya Saing Kemenkop Destry Anna Sari menyebutkan beberapa langkah yang akan dilakukan Kemenkop dalam membangkitkan kembali Koperasi Batik Trusmi.

Baca Juga : Menkop Budi Arie Paparkan 4 Kiat Agar Koperasi Miliki Daya Saing

Diantaranya, berkoordinasi dengan dinas terkait menyangkut aset-aset yang tersisa, apa kendala yang dihadapi, sekaligus mengidentifikasi perajin muda. Berikutnya, menyamakan persepsi dalam sebuah literasi yang sama.

“Karena, ke depan, kita akan menggerakkan koperasi untuk produksi tekstil, yang salah satunya adalah batik,” kata Destry.

Lebih dari itu, lanjut Destry, skala ekonomi mereka juga bakal lebih ditingkatkan agar memiliki daya saing. “Dan itu akan dilakukan melalui wadah koperasi,” kata Destry.

Dalam kesempatan yang sama, pemilik EB Batik Tradisional Hisyam Suleiman menyambut baik rencana Kemenkop untuk kembali menghidupkan Koperasi Batik Trusmi. “Kita memang tahu pernah ada koperasi tersebut, namun kita sebagai generasi berikutnya kurang memahami mengapa koperasi sampai tidak aktif,” ungkap Hisyam.

Baca Juga : Koperasi Bisa Jauh Lebih Baik dari Perusahaan Besar seperti BUMN atau Swasta

Hisyam mengakui, saat ini sudah terjadi regenerasi di usaha batik Cirebon, baik itu perajin maupun pelaku usahanya. “Sudah banyak anak-anak muda yang terjun ke bisnis batik ini,” ucap Hisyam.

Terlebih lagi, ekosistem batik Cirebon sudah terbangun dengan baik, yakni ada perajin dan ada kami sebagai offtaker. “Maka, akan lebih baik lagi bila kita tergabung dalam wadah koperasi. Pembentukan koperasi ini akan kita bahas serius di dalam rapat paguyuban,” ujar Hisyam. (*)

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Solusi Praktis Tambal Jalan: Cold Patch JMTM-31 Bertransformasi Jadi Travoy Patch, Bisa Digunakan Saat Hujan!
Pasokan Bahan Baku Keramik Nasional Terancam, Menperin Hubungi KDM Bahas Moratorium di Jabar
Tak Berizin 10 Tahun, KKP Segel Tambak Udang Perusahaan Asing di Lombok Timur
IHSG Sempat ‘Kebakaran’, Bareskrim Polri Buru Dalang di Balik Indikasi ‘Saham Gorengan’
Dirut BEI Iman Rachman Mundur, Mensesneg: Itu Keputusan Sendiri, Bukan Arahan Pemerintah
Geger Sektor Keuangan! 3 Petinggi OJK Mundur Beruntun Usai Dirut BEI Letakkan Jabatan
Pertamina Patra Niaga Usul Beli LPG 3 Kg Dibatasi 10 Tabung Per KK Mulai April 2026
Tiket Kereta Api Mudik Lebaran 2026 Resmi Dibuka: Ini Jadwal dan Cara Pemesanannya 

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 18:08 WIB

Solusi Praktis Tambal Jalan: Cold Patch JMTM-31 Bertransformasi Jadi Travoy Patch, Bisa Digunakan Saat Hujan!

Kamis, 5 Februari 2026 - 09:06 WIB

Pasokan Bahan Baku Keramik Nasional Terancam, Menperin Hubungi KDM Bahas Moratorium di Jabar

Selasa, 3 Februari 2026 - 17:45 WIB

Tak Berizin 10 Tahun, KKP Segel Tambak Udang Perusahaan Asing di Lombok Timur

Jumat, 30 Januari 2026 - 22:19 WIB

IHSG Sempat ‘Kebakaran’, Bareskrim Polri Buru Dalang di Balik Indikasi ‘Saham Gorengan’

Jumat, 30 Januari 2026 - 19:50 WIB

Dirut BEI Iman Rachman Mundur, Mensesneg: Itu Keputusan Sendiri, Bukan Arahan Pemerintah

Berita Terbaru