CISARUA, Mevin.ID – Memasuki hari ketiga, Senin (26/1/2026), tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, dan relawan kembali melanjutkan upaya pencarian korban tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Fokus utama hari ini adalah menembus material longsor di titik-titik yang sulit dijangkau.
Kendala Medan dan Cuaca
Proses evakuasi pada hari sebelumnya sempat terhambat oleh faktor alam. Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian, mengungkapkan bahwa tanah yang labil dan ancaman longsor susulan menjadi tantangan terbesar bagi petugas di lapangan.
“Kemarin pencarian sempat kami hentikan sementara selama 30 menit karena muncul retakan di mahkota longsor yang memicu longsoran susulan. Cuaca hujan deras pada sore hari juga memaksa tim menghentikan operasi lebih awal,” ujar Ade Dian.
Untuk mempercepat evakuasi, tim SAR gabungan menambah jumlah personel dan peralatan. Jika pada hari kedua hanya beberapa alat berat yang beroperasi, hari ini total enam alat berat dikerahkan ke lokasi bencana.
“Hari ini kami menambah tiga alat berat lagi, sehingga total ada enam unit yang bekerja. Kami juga menambah titik pencarian di area yang sebelumnya sulit dijangkau menggunakan alat deteksi tambahan,” tambahnya.
Update Korban dan Identifikasi DVI
Hingga Minggu (25/1) sore, tim SAR telah menyerahkan total 25 kantong jenazah kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri. Dari jumlah tersebut, 11 jenazah telah berhasil diidentifikasi.
Berikut adalah daftar korban yang sudah teridentifikasi:
- Suryana (57)
- Jajang Tarta (35)
- Dadang Apung (60)
- Nining (40)
- Nurhayati (42)
- Lina Lismayanti (43)
- A.I. Sumarni (35)
- Koswara (40)
- Koswara (26)
- Ayu Yuniarti (31)
- M. Kori (30) – Teridentifikasi melalui potongan tubuh (tangan).
79 Jiwa Masih Dalam Pencarian
Berdasarkan data asesmen terakhir, total warga yang terdampak mencapai 113 jiwa (34 KK). Dengan ditemukannya 23 orang selamat dan 11 jenazah (data awal), diperkirakan masih ada sekitar 65 hingga 79 korban yang tertimbun material longsor.
Peringatan Badan Geologi
Plt. Kepala Badan Geologi, Lana Saria, mengingatkan bahwa wilayah Desa Pasirlangu masuk dalam Zona Kerentanan Gerakan Tanah Menengah.
Batuan gunung api yang telah lapuk serta kemiringan lereng yang curam membuat kawasan ini sangat rawan, terutama saat hujan deras.
“Kami mengimbau masyarakat dan petugas di lapangan untuk tetap waspada. Keselamatan petugas harus menjadi prioritas, terutama jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi yang bisa memicu gerakan tanah susulan,” tegas Lana.
Saat ini, Tim Tanggap Darurat (TTD) dari PVMBG telah berada di lokasi untuk melakukan pemeriksaan teknis seluas 30 hektare guna memberikan rekomendasi mitigasi lebih lanjut.***
Penulis : Bar Bernad

























