Bekasi, Mevin.ID — Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bekasi sepanjang tahun 2025 masih tergolong seret. Hingga menjelang akhir tahun, capaian PAD belum mampu menembus angka 80 persen dari target yang ditetapkan.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Bekasi, Alit Jamaludin, menilai kondisi perekonomian yang lesu menjadi salah satu faktor utama tersendatnya penerimaan daerah. Dampak perlambatan ekonomi tersebut dirasakan langsung pada sektor-sektor strategis, seperti pajak hotel dan restoran, yang kontribusinya belum maksimal.
“Ekonomi kita sedang lesu. Banyak hotel dan restoran yang sepi. Itu salah satu penyebab PAD Kota Bekasi belum optimal,” ujar Alit Jamaludin saat dikonfirmasi, Sabtu (13/12/2025).
Meski demikian, Alit menegaskan bahwa kondisi ekonomi bukan satu-satunya penyebab rendahnya realisasi PAD. Ia menyoroti kinerja perangkat daerah di bidang pendapatan yang dinilai belum berjalan optimal, sehingga turut memengaruhi capaian penerimaan daerah.
Selain itu, mutasi pejabat yang dilakukan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto sepanjang tahun 2025 juga disebut memberikan dampak terhadap kinerja pendapatan. Menurut Alit, pergantian pejabat membuat aparatur yang baru menempati jabatan membutuhkan waktu adaptasi.
“Saya kira ekonomi lesu memang berpengaruh, tapi bukan satu-satunya faktor. Mutasi pejabat juga ikut memengaruhi capaian PAD, karena pejabat baru perlu menyesuaikan diri dengan tugas dan tanggung jawabnya,” katanya.
Dengan waktu yang tersisa hingga akhir tahun anggaran, DPRD mendorong Pemerintah Kota Bekasi untuk bekerja lebih ekstra dalam mengoptimalkan pendapatan daerah. DPRD juga berkomitmen memperkuat fungsi pengawasan, khususnya terhadap kinerja aparatur di sektor pendapatan.
“Waktu yang tersisa harus dimaksimalkan sebaik mungkin. Salah satu langkahnya dengan bekerja lebih keras, termasuk menindak wajib pajak yang tidak patuh,” tegas Alit.
Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Asli Daerah (Bapenda) Kota Bekasi, Muhammad Solikhin, mengungkapkan bahwa hingga saat ini realisasi PAD telah mencapai 79,7 persen. Angka tersebut mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa hari terakhir, dari sebelumnya berada di kisaran 72 persen.
Menurut Solikhin, tren kenaikan tersebut menjadi sinyal positif bagi pencapaian target di akhir tahun. Pihaknya optimistis realisasi PAD dapat mencapai 85 persen sebelum tutup buku tahun anggaran 2025.
“Kami optimistis bisa mencapai 85 persen sebelum akhir tahun. Saat ini penagihan terus kami intensifkan, baik kepada wajib pajak perorangan maupun badan usaha,” ujarnya.(Adv)***
Penulis : Fathur Rachman
Editor : Pratigto


























