Peneliti Sarankan Perubahan Kebiasaan Minum untuk Kurangi Asupan Mikroplastik

- Redaksi

Jumat, 7 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivis lingkungan menggelar aksi teatrikal Operasi Plastik Pada Manusia Plastik di Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (13/11/2024), sebagai bentuk keprihatinan terhadap dampak cemaran mikroplastik pada kesehatan manusia. (ANTARA FOTO/Didik Suhartono)

Aktivis lingkungan menggelar aksi teatrikal Operasi Plastik Pada Manusia Plastik di Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (13/11/2024), sebagai bentuk keprihatinan terhadap dampak cemaran mikroplastik pada kesehatan manusia. (ANTARA FOTO/Didik Suhartono)

Jakarta, Mevin.ID – Seiring meningkatnya kekhawatiran mengenai dampak mikroplastik terhadap kesehatan, seperti potensi kaitannya dengan penyakit kanker dan demensia, para peneliti menyarankan perubahan kebiasaan sehari-hari untuk mengurangi paparan mikroplastik.

Menurut siaran Medical Daily pada Kamis (6/3), mikroplastik dapat mencemari makanan, air minum, dan bahkan udara yang dihirup.

“Mengingat keberadaan mikroplastik yang tersebar luas di lingkungan, menghilangkan paparan sepenuhnya tidaklah realistis,” tulis para peneliti dalam makalah ilmiah yang diterbitkan di Genomic Press. Mereka menekankan bahwa pendekatan yang lebih praktis adalah mengurangi sumber asupan mikroplastik yang paling signifikan.

Air Minum: Sumber Utama Mikroplastik

Salah satu temuan penting dalam penelitian ini adalah bahwa beralih dari air minum dalam kemasan ke air keran yang disaring dapat secara signifikan mengurangi asupan mikroplastik. Perubahan ini dapat menurunkan asupan mikroplastik dari 90.000 menjadi 4.000 partikel per tahun. “Ini merupakan intervensi yang berdampak besar,” tulis para peneliti.

Meskipun mengurangi asupan mikroplastik adalah langkah logis, belum jelas apakah tindakan ini dapat secara langsung mengurangi akumulasi mikroplastik dalam jaringan tubuh manusia. Selain air minum dalam kemasan, mikroplastik juga dapat masuk ke tubuh melalui makanan laut dan alkohol.

Strategi Praktis untuk Mengurangi Paparan Mikroplastik

Makalah ilmiah tersebut menyoroti beberapa strategi praktis untuk mengurangi paparan mikroplastik dalam kehidupan sehari-hari, antara lain:

  1. Hindari Memanaskan Makanan dalam Wadah Plastik: Memanaskan makanan dalam wadah plastik dapat melepaskan hingga 4,22 juta partikel mikroplastik per sentimeter persegi.
  2. Kurangi Penggunaan Kantong Teh yang Mengandung Mikroplastik: Beberapa kantong teh terbuat dari bahan yang mengandung mikroplastik.
  3. Hindari Menyimpan Makanan dalam Wadah Plastik: Gunakan wadah alternatif seperti kaca atau stainless steel.
  4. Pilih Makanan Utuh daripada Makanan Olahan: Makanan kaleng atau makanan yang diproses secara berlebihan memiliki peluang lebih tinggi terkontaminasi mikroplastik.

Paparan Mikroplastik melalui Udara

Penelitian juga menunjukkan bahwa manusia dapat menghirup hingga 62.000 partikel mikroplastik setiap tahun. Untuk mengurangi paparan ini, para peneliti menyarankan penggunaan filter High-Efficiency Particulate Air (HEPA) yang mampu menyaring hingga 99,97% partikel sekecil 0,3 mikron di udara.

Akumulasi Mikroplastik dalam Tubuh

Para peneliti mencatat bahwa usia tidak berpengaruh pada seberapa banyak mikroplastik yang terakumulasi dalam tubuh. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun paparan mikroplastik terus-menerus terjadi, tubuh dapat menghilangkannya secara alami melalui keringat, urine, dan feses.

Kesimpulan

Meskipun paparan mikroplastik tidak dapat dihindari sepenuhnya, perubahan kebiasaan sehari-hari seperti beralih ke air keran yang disaring, menghindari penggunaan wadah plastik, dan menggunakan filter HEPA dapat secara signifikan mengurangi asupan mikroplastik. Langkah-langkah ini diharapkan dapat membantu meminimalkan dampak negatif mikroplastik terhadap kesehatan manusia.

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Eksoskeleton, Temuan Terbaru BRIN untuk Rehabilitasi Pasien Pasca Stroke, Simak Lebih Jelasnya di Sini
Hati-Hati Janji Cinta Palsu! Bawa Lari Perempuan Kini Terancam 9 Tahun Penjara dalam KUHP Baru
Resmi! Situ Cipanten Jadi Rumah Baru Ribuan Ikan Koi Senilai Rp3 Miliar.
Indonesia Peringkat 1 Dunia Negara Paling Bahagia & Sejahtera Versi Harvard, Kok Bisa?
Bukan Salmon, Ikan Asli Indonesia Ini Ternyata Punya Kandungan Omega-3 Tertinggi di Dunia!
Waspada ‘Super Flu’ Subclade K Masuk Indonesia: Anak-anak Jadi Kelompok Paling Rentan
Welcome 2026! 5 Zodiak Ini Diprediksi Paling ‘Shining’ dan Banjir Hoki Sepanjang Tahun
Gaya Hidup 2026: Era Baru ‘Personal & Soulful’, Saat Anak Muda Tak Lagi Sekadar Ikut Tren!

Berita Terkait

Senin, 12 Januari 2026 - 20:30 WIB

Eksoskeleton, Temuan Terbaru BRIN untuk Rehabilitasi Pasien Pasca Stroke, Simak Lebih Jelasnya di Sini

Senin, 12 Januari 2026 - 09:09 WIB

Hati-Hati Janji Cinta Palsu! Bawa Lari Perempuan Kini Terancam 9 Tahun Penjara dalam KUHP Baru

Minggu, 11 Januari 2026 - 22:50 WIB

Resmi! Situ Cipanten Jadi Rumah Baru Ribuan Ikan Koi Senilai Rp3 Miliar.

Minggu, 11 Januari 2026 - 13:00 WIB

Indonesia Peringkat 1 Dunia Negara Paling Bahagia & Sejahtera Versi Harvard, Kok Bisa?

Minggu, 4 Januari 2026 - 08:28 WIB

Bukan Salmon, Ikan Asli Indonesia Ini Ternyata Punya Kandungan Omega-3 Tertinggi di Dunia!

Berita Terbaru