Penerima BPJS PBI Kota Bandung Dihapus, Bertambah Jadi 72.000 Setelah Diperbarui 

- Redaksi

Senin, 9 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG, Mevin.ID – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung untuk menjadikan Universal Health Coverage (UHC) sebagai tameng utama bagi warga rentan.

Hal ini diutarakannya guna memastikan akses layanan kesehatan yang merata tanpa hambatan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Dalam Apel Mulai Bekerja di Plaza Balai Kota Bandung, Senin (9/2/2026), Farhan menyoroti dinamika kondisi sosial ekonomi kota yang perlu diwaspadai.

Meski angka kemiskinan menunjukkan tren penurunan, terjadi fenomena pergeseran kesejahteraan dimana terdapat warga yang mengalami penurunan strata ekonomi.

“Secara perlahan tapi pasti, fenomena yang miskin makin miskin dan yang kaya makin kaya itu terjadi di Kota Bandung. Hal ini harus kita sikapi dengan sangat bijak dengan memastikan bahwa siapapun di Kota Bandung harus mendapatkan perlakuan yang adil,” tegas Farhan.

Kondisi ini, menurutnya, menuntut kehadiran pemerintah yang responsif, terutama dalam menjamin layanan dasar kesehatan.

Farhan menegaskan, warga miskin tidak boleh kehilangan akses kesehatan hanya karena kendala administratif.

Merespons kebijakan penghapusan sejumlah peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di tingkat pusat, Pemkot Bandung bergerak cepat melakukan pemutakhiran data.

Dari 71.000 warga yang terdampak penghapusan, dilakukan verifikasi dan pembaruan data secara menyeluruh.

“Alhamdulillah telah kita tangani dengan sangat baik. Dari 71.000 orang yang dicoret, telah kita mutakhirkan. Bahkan kita menambah menjadi lebih dari 72.000 data baru yang menjadi penerima PBI,” jelas Wali Kota.

Farhan menginstruksikan seluruh jajaran, mulai dari tingkat kewilayahan, Dinas Kesehatan, hingga fasilitas layanan kesehatan seperti Puskesmas dan RSUD, untuk proaktif di lapangan.

Jika ditemukan warga miskin yang membutuhkan layanan kesehatan namun belum terdaftar BPJS atau PBI, maka harus segera didaftarkan melalui skema UHC.

“Apabila ada masyarakat miskin yang memerlukan bantuan tetapi tidak memiliki BPJS atau tidak tertera sebagai PBI, maka segera daftarkan dan gunakan UHC,” pesannya.

Dukungan fiskal daerah dinilai cukup kuat untuk menjamin pembiayaan UHC tetap berjalan optimal.

Farhan menekankan bahwa kesehatan adalah hak dasar yang tidak boleh terhenti oleh persoalan teknis.

“Dengan kelulusan fiskal yang masih cukup, kita bisa memberikan UHC yang baik kepada masyarakat,” ucapnya.***

Facebook Comments Box

Penulis : Atep K

Editor : Bar Bernad

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Surganya Telah Berpulang: Kisah Alif, Siswa SMP Pengupas Bawang yang Menjaga Ibu Hingga Napas Terakhir
Minibus Terpental Seruduk Truk Tronton m di Tol Gempol Terekam Dashcam, Sopir Diduga Microsleep
Semarak Ramadhan di Bantargebang: LPM Ciketing Udik Gelar Santunan dan Ngabuburit Bareng Komedi Topeng Bekasi
Antisipasi Lonjakan Pemudik, Satlantas Polres Bogor Siapkan Rekayasa One Way Lokal di 6 Titik Jalur Puncak
Senyum Taslim di Balik Kompensasi Rp1,4 Juta Mudik Lebaran 2026
Eks Penyidik KPK Novel Baswedan Punya Dugaan Lebih Mengerikan Soal Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
Pasca Tewasnya Siswa SMAN 5 Bandung, Anak Tongkrongan Kini Diawasi Ketat
Kades Hoho Temui Gubernur Jabar Dedi Mulyadi di Lembur Pakuan, Bahas Keamanan hingga Tata Kelola Desa

Berita Terkait

Senin, 16 Maret 2026 - 07:41 WIB

Surganya Telah Berpulang: Kisah Alif, Siswa SMP Pengupas Bawang yang Menjaga Ibu Hingga Napas Terakhir

Minggu, 15 Maret 2026 - 21:43 WIB

Minibus Terpental Seruduk Truk Tronton m di Tol Gempol Terekam Dashcam, Sopir Diduga Microsleep

Minggu, 15 Maret 2026 - 20:36 WIB

Semarak Ramadhan di Bantargebang: LPM Ciketing Udik Gelar Santunan dan Ngabuburit Bareng Komedi Topeng Bekasi

Minggu, 15 Maret 2026 - 18:44 WIB

Antisipasi Lonjakan Pemudik, Satlantas Polres Bogor Siapkan Rekayasa One Way Lokal di 6 Titik Jalur Puncak

Minggu, 15 Maret 2026 - 16:30 WIB

Senyum Taslim di Balik Kompensasi Rp1,4 Juta Mudik Lebaran 2026

Berita Terbaru