Jakarta, Mevin.ID – Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menyatakan bahwa pengalihan pengelolaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Kementerian/Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) bertujuan untuk meningkatkan efektivitas penyaluran.
Sebelumnya, penyaluran KUR bagi pekerja migran menjadi tanggung jawab Kementerian UMKM. Namun, Maman menjelaskan bahwa perubahan ini dilakukan untuk mengoptimalkan pemanfaatan dana tersebut.
“Dulu KUR pekerja migran dikelola oleh Kementerian UMKM sebagai kuasa pengguna anggaran. Namun, agar lebih efektif dan optimal, kewenangan tersebut kami serahkan kepada BP2MI,” ujar Maman saat ditemui di Tangerang Selatan, Banten, Rabu (2/4).
Ia menambahkan bahwa keputusan pengalihan wewenang ini merupakan hasil dari rapat terbaru Komite Kebijakan Pembiayaan bagi UMKM. Proses penyaluran KUR pekerja migran melalui BP2MI pun telah mulai berjalan.
“Dalam rapat terakhir Komite Kebijakan Pembiayaan bagi UMKM, diputuskan bahwa BP2MI menjadi kuasa pengguna anggaran KUR bagi pekerja migran agar lebih fokus dalam pengelolaannya,” jelasnya.
Pemerintah telah menyediakan KUR Penempatan Pekerja Migran Indonesia untuk calon PMI dan pekerja magang luar negeri guna membiayai kebutuhan keberangkatan mereka ke negara tujuan.
Sejak diluncurkan pada 2015 hingga 2023, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat bahwa total Rp2,3 triliun telah disalurkan kepada 150.420 debitur KUR Penempatan PMI.
Pada tahun ini, plafon KUR Penempatan PMI yang dapat diakses calon pekerja migran mencapai Rp200 miliar.
Sementara itu, Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Christina Aryani menyatakan bahwa pihaknya sedang menunggu regulasi dari Kementerian Koordinator Perekonomian mengenai KUR untuk pengembangan UMKM yang dimiliki oleh mantan PMI.
“Awalnya, KUR pekerja migran diperuntukkan bagi mereka yang akan bekerja di luar negeri. Namun, ke depan, tidak menutup kemungkinan KUR Mikro juga dapat dimanfaatkan oleh mantan pekerja migran untuk mengembangkan usaha setelah kembali ke Indonesia,” tutur Christina pada Kamis (27/3).***


























