Perang Digital Memanas, Knetz vs SEAblings, Isu Rasisme Picu Solidaritas Luar Biasa Netizen Asia Tenggara

- Redaksi

Kamis, 19 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mevin.ID – Jagat media sosial dalam beberapa pekan terakhir menjadi medan tempur digital yang sengit. Perseteruan antara Knetz (Netizen Korea Selatan) dan SEAblings (South East Asia Siblings) meluas hingga memicu isu rasisme dan solidaritas regional yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Istilah SEAblings sendiri muncul sebagai simbol persatuan warganet dari Indonesia, Malaysia, Thailand, hingga Filipina. Mereka bersatu padu saat ada warga dari kawasan Asia Tenggara yang dianggap mendapat perlakuan diskriminatif secara daring.

Berawal dari Kamera Profesional di Konser Malaysia

Ketegangan ini dilaporkan bermula dari konser sebuah grup musik K-Pop di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Januari 2026. Kala itu, sejumlah penonton asal Korea Selatan diduga melanggar aturan dengan membawa kamera profesional ke dalam venue.

Kritik dari penonton lokal di lokasi ternyata berbuntut panjang di media sosial. Situasi meledak ketika sebagian Knetz merespons kritik tersebut dengan komentar bernada merendahkan masyarakat Asia Tenggara, mulai dari hinaan fisik, warna kulit, hingga status ekonomi.

Tagar #SEAblings: Kekuatan Baru di Platform X

Hinaan tersebut memicu kemarahan luas. Netizen Asia Tenggara yang biasanya sering terlibat “adu mekanik” antarnegara sendiri, kini justru bersatu di bawah tagar #SEAblings di platform X (Twitter).

“Perang digital” ini melibatkan adu argumen, meme sindiran, hingga pengungkapan standar ganda di industri hiburan.

Sebagian Knetz mempertanyakan mengapa penggemar Asia Tenggara tetap mendukung artis Korea jika membenci netizennya, yang kemudian dibalas dengan pesan tegas mengenai perlawanan terhadap diskriminasi.

“Fenomena SEAblings menunjukkan bahwa batas negara memudar saat isu rasisme menyerang identitas regional kita di ruang digital,” tulis salah satu komentar populer di X.

Upaya Meredam Konflik

Menyadari dampak buruk yang meluas, beberapa influencer asal Korea Selatan mulai menyampaikan permintaan maaf terbuka.

Mereka menegaskan bahwa perilaku rasis dari segelintir Knetz tidak mewakili seluruh masyarakat Korea Selatan dan mengajak semua pihak untuk membangun dialog yang lebih sehat.

Perseteruan ini menjadi pengingat nyata bagaimana cyberbullying dan stereotip budaya dapat memicu polemik lintas negara dalam hitungan jam, sekaligus membuktikan kekuatan kolektif netizen Asia Tenggara yang kini tidak bisa dipandang sebelah mata.

Poin Utama Konflik Knetz vs SEAblings:

  • Pemicu: Insiden kamera profesional di konser K-Pop Kuala Lumpur (Januari 2026).
  • Isu Utama: Komentar rasis dan penghinaan fisik/ekonomi dari oknum Knetz.
  • Respon: Munculnya aliansi digital SEAblings sebagai bentuk solidaritas Asia Tenggara.
  • Status Saat Ini: Masih menjadi tren di media sosial, meski mulai ada upaya rekonsiliasi dari beberapa influencer.***
Facebook Comments Box

Editor : Bar Bernad

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Cegah Brain Rot, Pemerintah Resmi Larang Penggunaan AI Instan di Sekolah SD hingga SMA
Krisis Etika di OpenAI: Kepala Tim Robotika Mundur Usai Kesepakatan Kontroversial dengan Pentagon
Viral! Bocoran Brief Konten ‘Buzzer’ Makan Bergizi Gratis Tersebar, Strategi Poles Citra di Tengah Kritik
Gugat Aturan “Kuota Hangus” ke MK, Pasangan Suami Istri Ojol dan Pedagang Online Tagih Rp63 Triliun yang Terbakar
Cara Cek Apakah NIK KTP Anda Dipakai Pinjol, Begini Langkahnya
Roblox jadi Media Radikalisasi, BNPT: 112 Anak Terpapar!
Ancaman Nyata AI: 3 Juta Pekerjaan Diprediksi Lenyap dalam 10 Tahun ke Depan
Indonesia Jadi “Ibu Kota” Serangan Hacker Global: Sinyal Bahaya bagi Keamanan Siber Nasional

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 06:07 WIB

Cegah Brain Rot, Pemerintah Resmi Larang Penggunaan AI Instan di Sekolah SD hingga SMA

Minggu, 8 Maret 2026 - 12:10 WIB

Krisis Etika di OpenAI: Kepala Tim Robotika Mundur Usai Kesepakatan Kontroversial dengan Pentagon

Rabu, 25 Februari 2026 - 14:58 WIB

Viral! Bocoran Brief Konten ‘Buzzer’ Makan Bergizi Gratis Tersebar, Strategi Poles Citra di Tengah Kritik

Senin, 23 Februari 2026 - 23:05 WIB

Gugat Aturan “Kuota Hangus” ke MK, Pasangan Suami Istri Ojol dan Pedagang Online Tagih Rp63 Triliun yang Terbakar

Kamis, 19 Februari 2026 - 09:57 WIB

Perang Digital Memanas, Knetz vs SEAblings, Isu Rasisme Picu Solidaritas Luar Biasa Netizen Asia Tenggara

Berita Terbaru