SERANG, Mevin.ID – Kabar gembira sekaligus tantangan bagi warga Banten. Gubernur Banten, Andra Soni, memasang target ambisius untuk memastikan seluruh jalan di wilayahnya, mulai dari jalan provinsi hingga jalan nasional, dalam kondisi “mantap” dan bebas lubang pada H-10 Lebaran 2026.
Langkah ini diambil demi menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat yang akan melakukan ritual mudik tahunan maupun berwisata ke destinasi unggulan di Tanah Jawara.
Ambisi “Banten Tanpa Lubang”
Gubernur Andra Soni menegaskan bahwa perbaikan infrastruktur jalan menjadi prioritas utamanya menjelang Idul Fitri.
Tak hanya fokus pada aset provinsi, ia juga aktif melakukan koordinasi lintas instansi agar perbaikan mencakup jalan tol dan jalan nasional.
“Targetnya H-10 sudah selesai. Mudah-mudahan hujan segera berhenti karena memperbaiki jalan di musim hujan hasilnya kurang maksimal,” ujar Andra di Pendopo Gubernur, Kota Serang.
Andra mengaku terus “mencolek” instansi terkait, termasuk Dinas PUPR Banten dan pemerintah pusat, untuk memperhatikan ruas-ruas vital yang sering dikeluhkan masyarakat.
Laporan dari daerah penyangga seperti Tangerang pun menyebutkan bahwa perbaikan sementara sudah mulai berjalan sembari menunggu proses lelang kontrak permanen.
16 Ruas Prioritas dan Tantangan Cuaca
Kepala Dinas PUPR Banten, Arlan Marzan, menjelaskan bahwa pihaknya telah memetakan 16 ruas prioritas yang akan menjadi jalur alternatif utama bagi pemudik dan wisatawan.
Fokus utama perbaikan berada di wilayah Tangerang dan akses menuju Pelabuhan BBJ (Cilegon-Bojonegara-Merak).
“Kerusakan jalan paling banyak di wilayah Tangerang, mungkin karena faktor perkotaan dan dampak banjir kemarin,” ungkap Arlan.
Suara Rakyat: Antara Harapan dan Skeptisisme
Meski pemerintah optimis, skeptisisme tetap muncul dari kalangan warga. Di media sosial, beberapa warga mengeluhkan kualitas perbaikan jalan yang seringkali hanya berumur “seumur jagung”.
“Jalan Sayabulu, Kota Serang, hanya 1 km dari alun-alun tapi banyak lubang. Pernah ditambal tapi cuma bertahan beberapa hari,” tulis salah satu warga dalam kolom komentar publik.
Tantangan terbesar Pemprov Banten saat ini bukan hanya soal kecepatan memperbaiki sebelum H-10, tetapi juga daya tahan aspal di tengah cuaca ekstrem agar anggaran rakyat tidak terbuang sia-sia hanya untuk tambal sulam rutin tiap menjelang lebaran.***
Editor : Bar Bernad


























