Pamekasan, Mevin.ID – PERSIB datang ke markas Madura United dengan satu misi: bangkit dan menjaga posisi di papan atas. Duel pekan ke-13 Super League 2025/26 di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan, Minggu (30/11), diprediksi menjadi laga penuh intensitas bagi Pangeran Biru.
Pelatih PERSIB Bojan Hodak tak menampik bahwa persiapan timnya kali ini tidak ideal. Thom Haye dan kawan-kawan baru saja melakoni partai berat kontra Lion City Sailors di Singapura pada 26 November.
“Madura United tim yang bagus, organisasinya rapi. Kami juga baru bermain di ACL Two beberapa hari lalu dan langsung ke sini,” ujar Hodak dalam konferensi pers pra-pertandingan, Sabtu (29/11).
Meski demikian, Hodak tetap optimistis anak asuhnya bisa tampil maksimal.
“Tim siap bertanding dan pemain akan tampil maksimal untuk mendapatkan hasil terbaik. Tiga poin penting untuk tetap bersaing di papan atas.”
Marc Klok: Tren Positif Harus Jalan Terus
Gelandang PERSIB Marc Klok menegaskan bahwa ia dan rekan-rekannya sudah menutup buku kekalahan di Singapura. Fokus sepenuhnya kini tertuju ke Madura.
“Kami ingin melanjutkan tren positif di liga,” kata Marc.
“Tapi setiap tandang itu berat, dan kami baru saja kalah di ACL Two. Kami ingin bangkit, kami sangat antusias menyambut laga besok.”
Saat ini PERSIB berada di posisi keempat klasemen dengan 22 poin dan tengah mengantongi empat kemenangan beruntun di Super League. Momentum itu ingin mereka pertahankan.
Andrew Jung: “Saya Cetak Gol, Tapi Kami Kalah – Itu Tidak Nikmat”
Striker PERSIB Andrew Jung membawa motivasi pribadi yang besar ke laga kali ini. Golnya ke gawang Lion City Sailors tak mampu menyelamatkan PERSIB dari kekalahan, membuatnya pulang dengan perasaan campur aduk.
“Saya mencetak gol, tapi kami kalah. Jadi saya tidak merasa senang,” ucapnya jujur.
Jung menegaskan bahwa seluruh tim kini datang ke Pamekasan dengan semangat membayar kegagalan tersebut.
“Kami harus mengubahnya. Ini pertandingan liga, kami harus bisa meraih kemenangan lagi. Kami harus melupakan laga di Singapura dan fokus menghadapi Madura.”, pungkas Jung.***


























