Bandung, Mevin.ID – Ada yang tak biasa di gelombang udara radio lokal Bandung, Jumat pagi (27/6). Seorang pendengar meminta lagu ‘Lampu Kuning’ dari Juicy Lucy sambil menyapa warga Bandung. Suaranya belum familiar, logatnya terasa asing. Tapi salamnya hangat:
“Halo, kami berasal dari Brasil. Nama saya Uilliam Barros dan ini teman saya, Berguinho. Kami akan bermain untuk Persib Bandung.”
Bukan prank. Bukan penyamaran. Itu sungguhan Uilliam Barros, rekrutan anyar Maung Bandung. Dan benar saja, sesaat kemudian terdengar suara Berguinho menyapa dalam Bahasa Sunda:
“Halo Bobotoh. Hatur nuhun.”
Begitulah cara Persib Bandung menyapa publik lewat dua pemain asing barunya—dengan cara yang nyeleneh tapi berkelas.
Bukannya konferensi pers atau postingan media sosial biasa, mereka memilih radio, media yang penuh nostalgia dan kedekatan emosional. Persib tidak hanya mengumumkan, mereka mengajak pendengar ikut dalam kisahnya.
Bukan Sekadar Transfer, Tapi Cerita Baru Maung Bandung
Uilliam Barros (30), seorang striker yang pernah menjajal Liga Brasil, Arab Saudi, hingga Kuwait, kini bersiap menancapkan tajinya di lini depan Persib. Dengan pengalaman lintas benua, Barros diharapkan jadi tumpuan serangan yang lebih konsisten ketimbang musim lalu.
Sedangkan Berguinho (28), gelandang serang yang sebelumnya berseragam Borneo FC, datang ke Bandung sebagai pemain bebas transfer. Ia sudah sempat mencicipi atmosfer Liga 1, dan kini siap membuka lembaran baru bersama klub yang memiliki basis fans paling fanatik di Indonesia.
Yang menarik, keduanya bukan hanya datang sebagai pemain, tapi juga pembawa cerita—datang dengan sapaan hangat, bukan hanya statistik.
Tradisi Kreatif: Saat Klub Bicara dengan Hati
Langkah memperkenalkan pemain lewat radio bukan aksi tunggal. Sehari sebelumnya, Persib juga mengejutkan publik dengan memperkenalkan Alfeandra Dewangga dan Julio Cesar lewat halaman depan surat kabar lokal. Dalam dunia sepak bola yang makin digital dan serba kilat, Persib justru menempuh jalur yang lebih personal, lebih menyentuh.
Tidak berhenti di situ, sebelumnya nama-nama seperti Saddil Ramdani, Al Hamra Lestaluhu, Wiliam Marcilio, dan Luciano Guaycochea juga telah diumumkan, menandakan seriusnya Maung Bandung menyusun ulang barisan demi tampil menggigit di musim mendatang.
Kreativitas komunikasi ala Persib bukan hanya soal gaya, tapi strategi menyentuh hati. Mereka tak cuma membeli pemain, tapi menghadirkan karakter-karakter baru dalam cerita panjang Maung Bandung.
Dan seperti radio yang tak pernah mati, Persib tahu: kadang suara yang menyapa di pagi hari bisa lebih menggerakkan daripada sekadar headline.
Bandung tak hanya kedatangan dua pemain baru. Ia kedatangan dua suara yang kini menjadi bagian dari nyanyian panjang Bobotoh.***


























