Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal III Melemah, Menkeu: Harusnya Bisa Lebih Tinggi

- Redaksi

Minggu, 9 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para pengusaha tekstil menemui Menkeu Purbaya untuk mendukung kebijakan pemerintah yang membatasi peredaran baju bekas impor. (ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA).

Para pengusaha tekstil menemui Menkeu Purbaya untuk mendukung kebijakan pemerintah yang membatasi peredaran baju bekas impor. (ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA).

Jakarta, Mevin.ID — Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2025 mencapai 5,04 persen, lebih rendah dibanding kuartal sebelumnya yang sebesar 5,12 persen.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan capaian tersebut belum memuaskan dan menilai pertumbuhan masih berpotensi lebih kuat.

“Meski masih positif, kinerjanya seharusnya bisa lebih baik,” kata Purbaya di Jakarta, Kamis (6/11/2025).

Pertumbuhan ekonomi pada periode ini ditopang konsumsi rumah tangga, ekspor, dan investasi. Pemerintah menilai sinergi kebijakan fiskal, moneter, dan stabilitas sektor keuangan terus berperan mempertahankan daya beli dan daya saing dunia usaha.

Purbaya menyebut pertumbuhan ekonomi hingga kuartal III tahun ini telah menciptakan 1,9 juta lapangan kerja, serta menurunkan tingkat pengangguran terbuka menjadi 4,85 persen dari posisi 4,91 persen pada Agustus 2024.

Dari sisi konsumsi, belanja rumah tangga tumbuh 4,89 persen seiring meningkatnya mobilitas dan transaksi digital, terutama pada sektor transportasi dan komunikasi yang naik 6,41 persen.

Investasi bangunan juga menunjukkan pertumbuhan 3,02 persen (yoy), terdorong percepatan pembangunan proyek strategis nasional serta program prioritas pemerintah.

Pada sektor eksternal, ekspor barang dan jasa melonjak 9,91 persen (yoy), ditopang permintaan produk minyak nabati, besi-baja, serta mesin dan peralatan listrik ke negara mitra dagang. Wisatawan mancanegara juga meningkat 21,8 persen sehingga mendukung kenaikan ekspor jasa sebesar 7,62 persen.

Sementara itu, impor hanya naik 1,18 persen karena kebutuhan produksi dalam negeri masih terjaga.

Pemerintah tetap menargetkan pertumbuhan ekonomi 5,2 persen pada 2025.

“Mesin pertumbuhan harus berjalan lebih cepat demi kesejahteraan berkelanjutan,” tegas Purbaya.***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

ITENAS Resmikan Bio-CNG dari Limbah Ternak, Dari Hibah Riset Hingga Energi Murah untuk Warga
Inovasi Energi Bersih: ITENAS Bandung Luncurkan “Bio CNG ITENAS Nice Gas”
Dorong Geotermal di Ciremai, Anggota DPR Dikritik : Potensi Besar Bukan Alasan Menutup Mata dari Risiko
1.341 Hektare Sawah di Sumbar Gagal Panen Akibat Bencana: Petani Menunggu Kompensasi
Menanti Roadmap Koperasi Merah Putih, Ekos: IKA Ikopin Tak Boleh Jadi Penonton
Majalengka, Dapur Bibit Nasional yang Menopang Mimpi Besar Indonesia Hijau
Jejak Luka di Batang Toru: Menteri LH Hentikan Operasi 3 Perusahaan di Hulu DAS, Termasuk BUMN
Menkeu Purbaya Tegas Tolak Usulan Penghapusan Pajak BUMN dari Rosan Roeslani

Berita Terkait

Minggu, 14 Desember 2025 - 19:27 WIB

ITENAS Resmikan Bio-CNG dari Limbah Ternak, Dari Hibah Riset Hingga Energi Murah untuk Warga

Minggu, 14 Desember 2025 - 11:39 WIB

Inovasi Energi Bersih: ITENAS Bandung Luncurkan “Bio CNG ITENAS Nice Gas”

Jumat, 12 Desember 2025 - 09:06 WIB

Dorong Geotermal di Ciremai, Anggota DPR Dikritik : Potensi Besar Bukan Alasan Menutup Mata dari Risiko

Rabu, 10 Desember 2025 - 09:16 WIB

1.341 Hektare Sawah di Sumbar Gagal Panen Akibat Bencana: Petani Menunggu Kompensasi

Senin, 8 Desember 2025 - 08:42 WIB

Menanti Roadmap Koperasi Merah Putih, Ekos: IKA Ikopin Tak Boleh Jadi Penonton

Berita Terbaru