Pesantren dan Peradaban: Seruan Nia Purnakania di Hari Santri 2025

- Redaksi

Rabu, 22 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nia Purnakania, Anggota DPRD Prov Jawa Barat

Nia Purnakania, Anggota DPRD Prov Jawa Barat

Bandung, Mevin.ID — Udara pagi di sebuah pesantren di Jawa Barat terasa khas: tenang, penuh kesahajaan. Dari kejauhan, terdengar lantunan ayat suci yang berpadu dengan tawa ringan para santri yang tengah bersiap menimba ilmu. Di balik kesederhanaan itu, sesungguhnya sedang tumbuh sesuatu yang jauh lebih besar — peradaban.

Dalam momentum Hari Santri Nasional 2025, Hj. Nia Purnakania, SH., M.Kn., anggota DPRD Jawa Barat, mengingatkan bahwa pesantren bukan hanya lembaga pendidikan agama. Ia adalah jantung kebudayaan bangsa, tempat nilai moral dan spiritual dirawat agar tetap hidup di tengah derasnya arus zaman.

“Pesantren bukan hanya pusat pendidikan agama, tapi juga lembaga strategis yang membentuk karakter generasi muda dan membangun bangsa. Hari Santri adalah momentum untuk memperkuat peran itu,” ujar Nia, Rabu (22/10).

Tahun ini, tema Hari Santri — “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia” — menurut Nia, memuat makna yang dalam. Bagian pertama, “Mengawal Indonesia Merdeka,” adalah pengingat tentang bagaimana pesantren dulu menjadi benteng perjuangan. Dari KH Hasyim Asy’ari hingga ribuan kiai dan santri yang turun ke medan laga, pesantren berdiri di garis depan mempertahankan kemerdekaan.

Namun kini, perjuangan itu bergeser bentuk. “Kalau dulu para santri mengangkat senjata melawan penjajahan, sekarang mereka berjuang dengan ilmu, dengan etika, dengan kemampuan beradaptasi di dunia modern,” kata Nia.

Bagian kedua dari tema, “Menuju Peradaban Dunia,” menurutnya adalah panggilan agar pesantren tak hanya menjadi penjaga masa lalu, tetapi juga pencipta masa depan.

“Santri masa kini harus siap menghadapi dunia yang terus berubah. Mereka harus bisa menjadi pelopor kebaikan, inovasi, dan toleransi dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa,” jelasnya.

Nia menekankan pentingnya modernisasi sistem pendidikan pesantren — tanpa kehilangan akar tradisi. Bagi dia, hal itu bukan berarti mengubah ruh pesantren, melainkan memperkuatnya agar relevan dengan zaman. Literasi digital, kewirausahaan, hingga kesadaran akan isu global seperti perubahan iklim dan perdamaian dunia harus menjadi bagian dari kurikulum santri masa depan.

“Santri yang melek teknologi tapi tetap berakhlak adalah modal besar untuk membangun peradaban yang berkeadilan,” tuturnya.

Selain dari aspek pendidikan, Nia juga mendorong pemerintah daerah untuk lebih serius mendukung pesantren — mulai dari penganggaran, pelatihan guru, hingga pembangunan infrastruktur.

“Kalau kita ingin membangun bangsa yang kuat, kita harus mulai dari membangun manusia. Dan pesantren adalah tempat terbaik untuk membentuk manusia Indonesia yang berilmu, berakhlak, dan siap menghadapi dunia,” ujarnya.

Dalam pandangan Nia, Hari Santri bukan sekadar perayaan simbolik, melainkan refleksi kolektif tentang arah bangsa. Sebab, pesantren — dengan nilai-nilai kesederhanaan, keikhlasan, dan kebersamaan — telah membuktikan bahwa kekuatan moral bisa menjadi fondasi pembangunan.

Dan di tengah zaman yang serba cepat, di mana teknologi sering mendikte arah kehidupan, pesantren tetap berdiri tegak: menjaga nurani, menanamkan kearifan, dan menyalakan lentera peradaban.***

Facebook Comments Box

Penulis : Sutrisno

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tatap Tahun 2026, Komisi III DPR RI Targetkan Rampungkan RUU Perampasan Aset hingga RUU Polri
Kawal Arus Mudik 2026, Daniel Mutaqien Desak Menteri PU Segera Benahi Jalur Pantura Indramayu-Cirebon
Anton Suratto Usulkan Regulasi Kuat dan Badan Keamanan Digital untuk Tangani Hoax
Legislator Golkar Kawal Kasus Dugaan Penganiayaan Pedagang Es di Kemayoran
Politisi Golkar Sebut Kunjungan Presiden ke Luar Negeri Pertegas Posisi Indonesia di Mata Internasional
Darurat Sampah! DPRD DKI Desak Pemprov Hentikan Solusi ‘Tambal Sulam’ di TPST Bantar Gebang
Darurat Abrasi Sungai di Nunuk Baru, Komisi III DPRD Majalengka Desak Pemda Segera Turunkan Anggaran BTT
Gaya Hidup Mewah Jaksa Jadi Sorotan, Komisi III DPR: Reformasi Kejaksaan Masih “Tambal Sulam”

Berita Terkait

Selasa, 10 Februari 2026 - 18:42 WIB

Tatap Tahun 2026, Komisi III DPR RI Targetkan Rampungkan RUU Perampasan Aset hingga RUU Polri

Kamis, 5 Februari 2026 - 10:45 WIB

Kawal Arus Mudik 2026, Daniel Mutaqien Desak Menteri PU Segera Benahi Jalur Pantura Indramayu-Cirebon

Rabu, 4 Februari 2026 - 18:15 WIB

Anton Suratto Usulkan Regulasi Kuat dan Badan Keamanan Digital untuk Tangani Hoax

Rabu, 28 Januari 2026 - 21:26 WIB

Legislator Golkar Kawal Kasus Dugaan Penganiayaan Pedagang Es di Kemayoran

Rabu, 21 Januari 2026 - 20:09 WIB

Politisi Golkar Sebut Kunjungan Presiden ke Luar Negeri Pertegas Posisi Indonesia di Mata Internasional

Berita Terbaru

Berita

Gegara Data Pelamar Bocor, Komdigi Nonaktifkan 3 Pejabat

Rabu, 11 Feb 2026 - 14:44 WIB