DAIRI, Mevin.ID – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Dairi memakan korban. Sebanyak 159 siswa-siswi SMK Swasta HKBP Sidikalang terpaksa dilarikan ke rumah sakit akibat keracunan massal usai menyantap menu yang diduga basi, Selasa (10/2/2026).
Hingga Rabu (11/2/2026), kondisi beberapa siswa dilaporkan masih mengkhawatirkan. Salah satu siswi, Melva Sihombing, dilaporkan sempat mengalami kejang-kejang pada Selasa malam sekitar pukul 21.35 WIB saat menjalani perawatan di rumah sakit.
Kondisi Korban Terkini
Pihak rumah sakit menyebutkan bahwa kejang yang dialami Melva dipicu oleh reaksi keracunan yang diperparah dengan adanya faktor asam lambung. Selain Melva, perhatian medis terfokus pada dua siswi lainnya yang hingga saat ini masih dalam kondisi kritis.
“Dua siswi atas nama Refi Maha (Kelas XI AKL 1) dan Mei Cinta Sianturi (Kelas XII TJKT) masih kritis di RSUD Sidikalang. Sampai saat ini, keduanya dilaporkan belum sadarkan diri,” tulis laporan medis yang diterima.
Meski demikian, perwakilan rumah sakit menyatakan bahwa sebagian besar siswa lainnya sudah mulai menunjukkan tren membaik, walaupun pihak RS belum bisa memastikan kapan mereka diizinkan pulang.
Kronologi: Bau Basi yang Terabaikan
Kepala SMK Swasta HKBP Sidikalang, Melanton Sirait, menjelaskan bahwa insiden bermula saat pihak satuan pelayanan (SPPG) Palapa mengantar 720 porsi MBG ke sekolah. Menu tersebut berisi nasi, ayam gulai, sayur selada, irisan timun, dan pisang.
Saat dibagikan pada jam istirahat (pukul 12.45 WIB), banyak siswa yang sebenarnya sudah curiga. Dari 678 siswa yang mendapat jatah, hanya 159 orang yang mengonsumsinya.
“Siswa yang lain tidak mau makan karena merasa makanannya berbau basi. Nah, 159 siswa yang mengonsumsi inilah yang kemudian terdampak dan harus dirawat di RSU,” ujar Melanton.
Melanton menyayangkan sikap pihak pendistribusian SPPG Palapa yang tidak memberikan respons saat diinformasikan mengenai kondisi makanan tersebut.
Sebagai langkah antisipasi, pihak sekolah langsung menghentikan distribusi dan melarang siswa menyantap sisa makanan yang ada.
Operasional SPPG Dihentikan
Buntut dari kejadian ini, Badan Gizi Nasional (BGN) dilaporkan telah menghentikan sementara operasional SPPG Sidikalang guna mempermudah proses investigasi dan memastikan keamanan pangan dalam program MBG ke depannya.
Saat ini, pihak kepolisian dan dinas kesehatan setempat tengah melakukan uji laboratorium terhadap sampel makanan guna memastikan penyebab pasti keracunan massal ini.***
Editor : Bar Bernad


























