BANDUNG, Mevin.ID – Badan Pengurus Provinsi Asosiasi Pengelola Perhutanan Sosial Indonesia (BPP AP2SI) Jawa Barat memperingati Hari Ulang Tahun ke-4 dengan semangat yang mendalam.
Bertempat di Aula Paguron, Desa Mekarjaya, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, momentum ini tidak hanya menjadi perayaan usia, tetapi juga titik balik konsolidasi gerakan petani hutan di Jawa Barat.
Acara ini dihadiri oleh seluruh Kelompok Perhutanan Sosial (KPS) dampingan AP2SI Jabar, jajaran Badan Pengurus Nasional (BPN) AP2SI, Dinas Kehutunan Provinsi Jawa Barat, Balai Perhutanan Sosial Jabar Banten (BPS), Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Wilayah 2, serta perwakilan Pemuda Tani.
Menjawab Tantangan Krisis Ekologis
Ketua Panitia Pelaksana, Dedi Junaedi, menegaskan bahwa HUT kali ini mengusung tema “Petani Hutan Sadar Bencana Ekologis dan Perubahan Iklim”. Menurutnya, rangkaian kegiatan sengaja dirancang untuk merespons krisis ekologis yang kian nyata.
“Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan penegasan arah gerakan petani hutan. Kami membuka acara dengan Workshop yang dipandu langsung oleh Dadang Sudarja (Wa Dadang) untuk mempertemukan petani, pegiat lingkungan, dan pendamping komunitas,” ujar Dedi.
Workshop tersebut menjadi ruang strategis untuk berbagi pengetahuan mengenai pengelolaan perhutanan sosial yang berkeadilan, berkelanjutan, dan adaptif terhadap ancaman perubahan iklim.

Solidaritas Lintas Wilayah dan Komitmen Nyata
Sebagai Ketua AP2SI Jawa Barat, Dedi Junaedi, menambahkan bahwa organisasi ini juga menunjukkan keberpihakan pada nilai kemanusiaan melalui penyerahan bantuan bagi korban bencana di Sumatera.
“Bantuan ini adalah simbol bahwa perjuangan petani hutan melampaui urusan lahan dan kebijakan. Ini adalah wujud solidaritas kami terhadap sesama yang terdampak bencana di wilayah lain,” ungkap Dedi.
Sebagai simbol keberlanjutan hidup dan organisasi, acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng yang dimaknai sebagai refleksi atas kerja kolektif petani yang bertahan di tengah tekanan struktural dan konflik tenurial.
Deklarasi dan Aksi Pemulihan Lingkungan
Momen krusial terjadi saat para petani yang hadir secara serempak melakukan Deklarasi Petani Hutan Sadar Bencana Ekologis.
Dalam poin deklarasinya, mereka sepakat bahwa bencana besar di Indonesia saat ini merupakan dampak dari kegagalan tata ruang dan tata kawasan hutan. Para petani berkomitmen tegas menolak segala bentuk pengelolaan hutan yang bersifat ekstraktif dan eksploitatif.
Komitmen tersebut langsung dituangkan dalam aksi nyata berupa penanaman pohon di wilayah sekitar sebagai bentuk upaya pemulihan ekosistem.
“Kegiatan ini menegaskan posisi petani perhutanan sosial sebagai garda terdepan dalam menjaga hutan dan mengurangi risiko bencana ekologis,” harap Wa Dadang di sela-sela kegiatan.
Refleksi Perjuangan 2025
Puncak acara diisi dengan diskusi terbuka mengenai capaian AP2SI Jabar sepanjang tahun 2025. Forum evaluasi ini membahas penguatan basis petani hingga advokasi kebijakan di tingkat regional.
Melalui peringatan ini, AP2SI Jawa Barat kembali mengukuhkan janji untuk terus berdiri bersama petani, memperjuangkan keadilan akses hutan, dan aktif merespons krisis kemanusiaan di Indonesia.***


























