Petani Hutan AP2SI Jabar Deklarasi Lawan Tata Ruang yang Gagal

- Redaksi

Selasa, 30 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG, Mevin.ID – Badan Pengurus Provinsi Asosiasi Pengelola Perhutanan Sosial Indonesia (BPP AP2SI) Jawa Barat memperingati Hari Ulang Tahun ke-4 dengan semangat yang mendalam.

Bertempat di Aula Paguron, Desa Mekarjaya, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, momentum ini tidak hanya menjadi perayaan usia, tetapi juga titik balik konsolidasi gerakan petani hutan di Jawa Barat.

Acara ini dihadiri oleh seluruh Kelompok Perhutanan Sosial (KPS) dampingan AP2SI Jabar, jajaran Badan Pengurus Nasional (BPN) AP2SI, Dinas Kehutunan Provinsi Jawa Barat, Balai Perhutanan Sosial Jabar Banten (BPS), Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Wilayah 2, serta perwakilan Pemuda Tani.

Menjawab Tantangan Krisis Ekologis

Ketua Panitia Pelaksana, Dedi Junaedi, menegaskan bahwa HUT kali ini mengusung tema “Petani Hutan Sadar Bencana Ekologis dan Perubahan Iklim”. Menurutnya, rangkaian kegiatan sengaja dirancang untuk merespons krisis ekologis yang kian nyata.

“Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan penegasan arah gerakan petani hutan. Kami membuka acara dengan Workshop yang dipandu langsung oleh Dadang Sudarja (Wa Dadang) untuk mempertemukan petani, pegiat lingkungan, dan pendamping komunitas,” ujar Dedi.

Workshop tersebut menjadi ruang strategis untuk berbagi pengetahuan mengenai pengelolaan perhutanan sosial yang berkeadilan, berkelanjutan, dan adaptif terhadap ancaman perubahan iklim.

Dadang Sudardja, Ketua LPBI NU Jawa Barat; Ketua Dewan Nasional WALHI 2012–2016; Direktur Yayasan Sahabat Nusantara, Anggota Dewan Sumberdaya Air Jawa Barat, Pegiat ligkungan dan kebencanaan. Sebagai Narasumber di Acara tersebut

Solidaritas Lintas Wilayah dan Komitmen Nyata

Sebagai Ketua AP2SI Jawa Barat, Dedi Junaedi, menambahkan bahwa organisasi ini juga menunjukkan keberpihakan pada nilai kemanusiaan melalui penyerahan bantuan bagi korban bencana di Sumatera.

“Bantuan ini adalah simbol bahwa perjuangan petani hutan melampaui urusan lahan dan kebijakan. Ini adalah wujud solidaritas kami terhadap sesama yang terdampak bencana di wilayah lain,” ungkap Dedi.

Sebagai simbol keberlanjutan hidup dan organisasi, acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng yang dimaknai sebagai refleksi atas kerja kolektif petani yang bertahan di tengah tekanan struktural dan konflik tenurial.

Deklarasi dan Aksi Pemulihan Lingkungan

Momen krusial terjadi saat para petani yang hadir secara serempak melakukan Deklarasi Petani Hutan Sadar Bencana Ekologis.

Dalam poin deklarasinya, mereka sepakat bahwa bencana besar di Indonesia saat ini merupakan dampak dari kegagalan tata ruang dan tata kawasan hutan. Para petani berkomitmen tegas menolak segala bentuk pengelolaan hutan yang bersifat ekstraktif dan eksploitatif.

Komitmen tersebut langsung dituangkan dalam aksi nyata berupa penanaman pohon di wilayah sekitar sebagai bentuk upaya pemulihan ekosistem.

“Kegiatan ini menegaskan posisi petani perhutanan sosial sebagai garda terdepan dalam menjaga hutan dan mengurangi risiko bencana ekologis,” harap Wa Dadang di sela-sela kegiatan.

Refleksi Perjuangan 2025

Puncak acara diisi dengan diskusi terbuka mengenai capaian AP2SI Jabar sepanjang tahun 2025. Forum evaluasi ini membahas penguatan basis petani hingga advokasi kebijakan di tingkat regional.

Melalui peringatan ini, AP2SI Jawa Barat kembali mengukuhkan janji untuk terus berdiri bersama petani, memperjuangkan keadilan akses hutan, dan aktif merespons krisis kemanusiaan di Indonesia.***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Detik-Detik Mobil Panther Melaju Sendiri di Tol Jakarta-Cikampek KM 21, Sopir Diduga Meninggal Dunia
Polisi Amankan 10 Pelajar ‘Gladiator’ Cianjur, Penanganan Pakai Sistem Peradilan Anak
Kades Ngepringan Mandi Lumpur di Kubangan, Protes Jalan Rusak yang Puluhan Tahun Tak Diperbaiki
Warga Banda Heboh! Temuan Telur Ayam Diduga Palsu: Dibanting Tak Pecah, Digoreng Meletup
Geger Ritual Mandi “Celup” di Pantai Karang Hawu, Janjikan Harta dan Jodoh Berujung Kontroversi
Bogor Memanas! Ribuan Sopir Angkot Bakal Geruduk Balai Kota Besok, Tuntut Kejelasan Nasib
Predator di Sekolah: Oknum Guru SDN di Serpong Diduga Cabuli Belasan Murid, Kini Dirumahkan
Polda NTT Ringkus Penembak Burung Hantu Tyto Alba di Belu, Senapan Angin Diamankan

Berita Terkait

Kamis, 22 Januari 2026 - 08:35 WIB

Detik-Detik Mobil Panther Melaju Sendiri di Tol Jakarta-Cikampek KM 21, Sopir Diduga Meninggal Dunia

Kamis, 22 Januari 2026 - 07:55 WIB

Polisi Amankan 10 Pelajar ‘Gladiator’ Cianjur, Penanganan Pakai Sistem Peradilan Anak

Rabu, 21 Januari 2026 - 21:46 WIB

Kades Ngepringan Mandi Lumpur di Kubangan, Protes Jalan Rusak yang Puluhan Tahun Tak Diperbaiki

Rabu, 21 Januari 2026 - 20:50 WIB

Warga Banda Heboh! Temuan Telur Ayam Diduga Palsu: Dibanting Tak Pecah, Digoreng Meletup

Rabu, 21 Januari 2026 - 17:10 WIB

Bogor Memanas! Ribuan Sopir Angkot Bakal Geruduk Balai Kota Besok, Tuntut Kejelasan Nasib

Berita Terbaru