Petani Lembang “Blokade” Jalur Offroad: Jalan Hancur, Pipa Air Pecah, Pakan Ternak Terhambat

- Redaksi

Senin, 16 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG BARAT, Mevin.ID – Kemarahan warga Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) memuncak. Puluhan warga RT 03 RW 12 melakukan aksi penutupan jalur offroad yang melintasi kawasan pertanian dan hutan penyangga pada Minggu (15/2/2026).

Langkah drastis ini diambil lantaran aktivitas kendaraan offroad (motor dan mobil) telah merusak akses utama petani serta merusak fasilitas air bersih warga.

Akses Pakan Ternak Lumpuh

Kerusakan jalur yang parah membuat para petani dan peternak kesulitan menjalankan aktivitas sehari-hari. Jalan yang biasanya digunakan untuk mengangkut rumput pakan sapi menggunakan motor kini berlubang dalam dan licin.

“Kalau jalan rusak, mengambil rumput ke hutan jadi sulit. Pasokan pakan untuk ternak otomatis terganggu,” ujar Aning, salah satu warga terdampak.

Selain masalah jalan, warga mengeluhkan pipa air bersih yang kerap pecah karena terlindas ban kendaraan berat. Warga bahkan harus menyangga pipa menggunakan kayu agar tidak terus-menerus hancur diterabas peserta offroad.

“Izin Siluman” di Kawasan Hutan

Tokoh masyarakat setempat, Dadang AM, menyatakan bahwa keresahan ini sudah lama dipendam. Namun, warga akhirnya bertindak tegas karena merasa tidak ada pihak yang bertanggung jawab.

  • Izin Tidak Jelas: Saat dikonfirmasi, pihak pengelola wisata dan Perhutani (KRPH Cisarua) mengklaim tidak tahu-menahu soal izin aktivitas di jalur tersebut.
  • Mediasi Buntu: Pertemuan antara warga, pemerintah desa, dan pengelola belum membuahkan hasil karena belum ada jaminan perlindungan dampak bagi warga.

“Kami sudah laporkan masalah ini ke Perhutani bahkan hingga ke Gubernur Jawa Barat, Pak Dedi Mulyadi. Jalur akan tetap kami tutup sampai ada kepastian aturan dan pengawasan yang jelas,” tegas Dadang.

Protes Lewat Poster dan Barikade

Di lapangan, warga memasang poster bernada protes dan barikade di jalur keluar-masuk hutan menuju permukiman.

Aksi ini sempat memanas karena sebelumnya plang penutupan yang dipasang warga dicabut oleh pihak tidak dikenal.

Warga Desa Sukajaya kini menuntut adanya standarisasi jalur yang tidak merugikan lahan pertanian rakyat dan menjamin keamanan infrastruktur air bersih yang menjadi urat nadi kehidupan mereka.***

Facebook Comments Box

Editor : Bar Bernad

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Minibus Terpental Seruduk Truk Tronton m di Tol Gempol Terekam Dashcam, Sopir Diduga Microsleep
Semarak Ramadhan di Bantargebang: LPM Ciketing Udik Gelar Santunan dan Ngabuburit Bareng Komedi Topeng Bekasi
Antisipasi Lonjakan Pemudik, Satlantas Polres Bogor Siapkan Rekayasa One Way Lokal di 6 Titik Jalur Puncak
Senyum Taslim di Balik Kompensasi Rp1,4 Juta Mudik Lebaran 2026
Eks Penyidik KPK Novel Baswedan Punya Dugaan Lebih Mengerikan Soal Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
Pasca Tewasnya Siswa SMAN 5 Bandung, Anak Tongkrongan Kini Diawasi Ketat
Kades Hoho Temui Gubernur Jabar Dedi Mulyadi di Lembur Pakuan, Bahas Keamanan hingga Tata Kelola Desa
Ngeri! Begal Tusuk Ojol Wanita di Jembatan Gantung Rancamanyar Bandung pada Sabtu Tengah Malam

Berita Terkait

Minggu, 15 Maret 2026 - 21:43 WIB

Minibus Terpental Seruduk Truk Tronton m di Tol Gempol Terekam Dashcam, Sopir Diduga Microsleep

Minggu, 15 Maret 2026 - 18:44 WIB

Antisipasi Lonjakan Pemudik, Satlantas Polres Bogor Siapkan Rekayasa One Way Lokal di 6 Titik Jalur Puncak

Minggu, 15 Maret 2026 - 16:30 WIB

Senyum Taslim di Balik Kompensasi Rp1,4 Juta Mudik Lebaran 2026

Minggu, 15 Maret 2026 - 15:06 WIB

Eks Penyidik KPK Novel Baswedan Punya Dugaan Lebih Mengerikan Soal Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

Minggu, 15 Maret 2026 - 09:28 WIB

Pasca Tewasnya Siswa SMAN 5 Bandung, Anak Tongkrongan Kini Diawasi Ketat

Berita Terbaru