SUMEDANG, Mevin.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang melalui Bupati Dony Ahmad Munir menyalurkan bantuan sektor pertanian senilai Rp12,5 miliar kepada petani di Kecamatan Ujungjaya. Bantuan yang diserahkan Rabu (14/1) ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan produktivitas, dan mensejahterakan petani setempat.
Bantuan tersebut mencakup tiga pilar utama: Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan), sarana Irigasi, serta Bibit dan Benih Unggul.
“Total bantuan pertanian untuk Ujungjaya mencapai Rp12,5 miliar. Ini ikhtiar bersama agar pertanian kita semakin maju, efisien, dan berkelanjutan,” ujar Bupati Dony dalam acara penyerahan bantuan.
Rincian Bantuan Alsintan dan Benih
Bantuan Alsintan yang disalurkan memiliki nilai signifikan, meliputi:
· 10 unit Rotavator (senilai Rp4 miliar)
· 12 unit Combine Harvester (senilai Rp4,8 miliar)
· 4 unit Traktor Roda Empat (senilai Rp1,6 miliar)
· 4 unit Irigasi Perpompaan (senilai Rp500 juta)
Alsintan ini diserahkan langsung kepada kelompok tani seperti Kelompok Tani Sri Mekar Jaya dan Kelompok Tani Mulyasari untuk mempermudah proses pengolahan lahan hingga pemanenan.
Di sektor perbenihan, petani menerima:
· 2.102 pohon Mangga Gedong Gincu (program HDDAP)
· 1.275 kilogram benih jagung (APBD Provinsi Jabar)
· 26.175 kilogram benih padi (APBD Kabupaten Sumedang)
Dukungan Komprehensif: Air, Lahan, dan Pasar
Bupati Dony menegaskan bahwa bantuan ini tidak berdiri sendiri. Pemerintah daerah juga tengah melakukan perbaikan dan pembangunan jaringan irigasi senilai Rp64 miliar untuk menjamin ketersediaan air pada musim tanam kedua dan ketiga.
“Airnya ada, lahannya ada, alatnya ada, benihnya ada. Tinggal semangat kita bersama. Insyaallah produktivitas meningkat dan panen bisa dipercepat,” tegas Dony.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga lahan pertanian. “Saya mengingatkan petani agar menjaga lahan pertanian dan tidak menjual sawah, mengingat lahan sawah dilindungi sebagai bagian dari ketahanan pangan nasional.”
Ke depan, sektor pertanian Ujungjaya diharapkan dapat menjadi percontohan dengan dukungan pasar yang lebih luas, termasuk untuk memenuhi kebutuhan pangan program dapur MBG dan pasar lainnya. “Pertanian harus dikelola secara komprehensif. Jika kuat, desa maju, rezekinya bisa sampai ke kota,” pungkas Bupati Dony.***
Editor : Atep K


























