Polri Selidiki Serbuk Peledak hingga Medsos Terduga Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta

- Redaksi

Sabtu, 8 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Mevin.ID — Kepolisian terus mendalami ledakan yang terjadi di Masjid SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, pada Jumat (7/11).

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan penyidik memeriksa serbuk peledak yang ditemukan di lokasi serta catatan dan jejak digital milik terduga pelaku.

“Ditemukan beberapa bukti pendukung, antara lain serbuk yang diduga dapat menimbulkan ledakan, serta tulisan dan catatan lain. Pemeriksaan juga dilakukan terhadap media sosial dan lingkungan keluarga,” ujar Sigit di RS Islam Cempaka Putih, Sabtu (8/11).

Terduga pelaku merupakan siswa berusia 17 tahun dari sekolah tersebut dan kini masih dirawat sebagai korban luka.

Pengaruh Media Sosial Jadi Sorotan

Ketua KPAI Margaret Aliyatul Maimunah menyebut ada indikasi pelaku terpapar konten ekstrem di dunia maya.

“Diduga ada pengaruh konten negatif dari media sosial. Ini butuh perhatian bersama, termasuk dari Komdigi untuk memperkuat perlindungan anak di ruang digital,” ujarnya.

Sejumlah sumber menyebut pelaku dikenal pendiam dan kerap menjadi korban perundungan di sekolah. Namun motif pasti masih dalam pendalaman penyidik.

Kronologi Singkat Kejadian

Ledakan terjadi saat salat Jumat berlangsung di area masjid sekolah. Sedikitnya 54 orang mengalami luka dan mendapatkan perawatan di dua rumah sakit terdekat. Polisi memastikan tidak ada korban jiwa.

Sebelumnya, polisi juga menemukan sebuah senjata mainan airsoft gun rakitan di sekitar lokasi yang bertuliskan nama-nama pelaku teror internasional. Temuan tersebut telah menjadi bagian dari penyelidikan.

Pendampingan Korban dan Pemeriksaan Lanjutan

Polri memastikan penanganan korban menjadi prioritas. Selain pemeriksaan barang bukti, penyidik melakukan pendalaman terhadap kemungkinan adanya perencanaan lebih lanjut dalam aksi tersebut.

“Kami fokus pada penanganan korban dan memastikan semua fakta terungkap,” kata Sigit.

Pemeriksaan terhadap lingkungan sosial pelaku dan interaksinya di dunia digital masih berlangsung untuk mengungkap motif sebenarnya di balik peristiwa itu.***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prabowo Perintahkan Audit Total Toba Pulp Lestari, Negara Mulai Mengetuk Pintu Industri Kehutanan
Pemerintah Cabut 22 Izin Hutan, 1 Juta Hektare Ditertibkan
Ijazah Jokowi Ditunjukkan dalam Gelar Perkara Khusus, Polemik Publik Mulai Mereda
Fadli Zon Luncurkan Buku Sejarah Indonesia 10 Jilid, Fokus Merawat Memori Kolektif Bangsa
Presiden Prabowo: Sumatera Bukan Tempat Wisata Bencana, Pejabat Harus Fokus Bantu Korban
14 Desember Resmi Jadi Hari Sejarah, Fadli Zon Tegaskan Pentingnya Memori Kolektif
Perusahaan Biang Banjir Sumatera Dipetakan, Terancam Pidana dan Ganti Rugi
AS Perketat Akses Masuk, Riwayat Media Sosial Jadi Alat Penyaringan Digital

Berita Terkait

Selasa, 16 Desember 2025 - 12:05 WIB

Prabowo Perintahkan Audit Total Toba Pulp Lestari, Negara Mulai Mengetuk Pintu Industri Kehutanan

Selasa, 16 Desember 2025 - 07:55 WIB

Pemerintah Cabut 22 Izin Hutan, 1 Juta Hektare Ditertibkan

Senin, 15 Desember 2025 - 20:19 WIB

Fadli Zon Luncurkan Buku Sejarah Indonesia 10 Jilid, Fokus Merawat Memori Kolektif Bangsa

Senin, 15 Desember 2025 - 18:49 WIB

Presiden Prabowo: Sumatera Bukan Tempat Wisata Bencana, Pejabat Harus Fokus Bantu Korban

Senin, 15 Desember 2025 - 18:42 WIB

14 Desember Resmi Jadi Hari Sejarah, Fadli Zon Tegaskan Pentingnya Memori Kolektif

Berita Terbaru

Berita

Pemerintah Cabut 22 Izin Hutan, 1 Juta Hektare Ditertibkan

Selasa, 16 Des 2025 - 07:55 WIB