SUKABUMI, Mevin.ID – Sebuah video memilukan yang memperlihatkan warga Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, sedang menggotong orang sakit menggunakan tandu darurat viral di media sosial.
Aksi ini terpaksa dilakukan karena akses jalan utama desa hancur lebat sehingga kendaraan tidak mampu melintas.
Kondisi infrastruktur yang tidak memadai ini menjadi penghalang utama bagi warga untuk mendapatkan layanan kesehatan darurat.
Ambulans atau kendaraan roda empat lainnya tidak bisa menjangkau rumah pasien, memaksa warga bahu-membahu berjalan kaki menembus medan yang rusak.
Urat Nadi yang Terputus
Dalam rekaman yang beredar, tampak sejumlah pria memikul tandu kayu yang dilapisi kain sarung melewati jalur yang lebih menyerupai kubangan tanah daripada jalan raya.
Pemandangan ini memicu empati sekaligus kecaman dari netizen terhadap lambannya penanganan infrastruktur di wilayah tersebut.
“Ya Allah, semoga dikuatkan yang sedang sakit. Semoga mata para pejabat yang berwenang terbuka melihat kondisi jalan ini,” tulis salah satu warga dalam unggahan yang viral tersebut.
Status Jalan Kabupaten yang Terabaikan
Warga setempat mengungkapkan bahwa kondisi jalan tersebut sudah lama rusak tanpa adanya perbaikan serius dari pihak terkait.
Padahal, akses tersebut berstatus sebagai jalan kabupaten yang merupakan urat nadi utama untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga kesehatan warga Jampang Tengah.
Kerusakan jalan ini dianggap bukan hanya menghambat mobilitas, tetapi juga mengancam nyawa warga yang membutuhkan pertolongan medis cepat (emergency).
Menagih Rasa Kemanusiaan Pemerintah
Melalui peristiwa ini, warga berharap Pemerintah Kabupaten Sukabumi segera mengambil langkah nyata dan tidak membiarkan penderitaan ini berlarut-larut.
Viralnya video tandu pasien ini diharapkan menjadi pemicu tindakan konkrit, bukan sekadar tontonan di media sosial.
“Jalan boleh rusak, tapi rasa kemanusiaan jangan ikut hancur,” tegas warga yang prihatin dengan kondisi Desa Tanjungsari. Hingga kini, warga masih menanti kapan aspal akan menyentuh jalur mereka agar kejadian serupa tidak terulang kembali.***
Editor : Bar Bernad


























