PPATK: Lebih dari 600.000 Penerima Bansos Gunakan Dana untuk Judi Online

- Redaksi

Kamis, 6 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Mevin.ID – Pemerintah mengungkap temuan serius terkait penyalahgunaan dana bantuan sosial (bansos) oleh masyarakat. Lebih dari 600.000 penerima bansos tercatat memakai uang bantuan tersebut sebagai modal berjudi online.

Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Impas) Yusril Ihza Mahendra dalam kegiatan di Kantor Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Selasa (4/11/2025).

“Pemerintah sudah mendeteksi sejumlah bantuan beasiswa kepada pelajar dan mahasiswa kita juga digunakan untuk judi online,” kata Yusril.

Ia menegaskan, data tersebut diperoleh dari kerja sama antara Kementerian Sosial dan PPATK.

“Kementerian Sosial mengetahui lebih dari 600.000 penerima bansos menggunakan dana dari pemerintah untuk judi online,” ujarnya.

Dampak Judi Online Dinilai Lebih Berat

Yusril menyebut, judi online menyebabkan dampak sosial yang berat dan meluas, termasuk tindakan kriminal dan bunuh diri karena tekanan kekalahan judi.

“Dampaknya jauh lebih besar dari judi konvensional seperti taruhan, kartu, biliar, atau sabung ayam,” katanya.

Perputaran Uang Masih Ratusan Triliun

Kepala PPATK Ivan Yustiavandana melaporkan, perputaran uang judi online di Indonesia hingga Oktober 2025 mencapai Rp 155 triliun. Angka tersebut disebut turun 56 persen dibanding 2024 yang mencapai Rp 359 triliun.

Selain itu, nilai deposit pemain judol juga menyusut dari Rp 51 triliun menjadi Rp 24 triliun dalam periode yang sama.

Pemerintah Gandeng Tokoh Masyarakat

Yusril menegaskan pemerintah akan bertindak tegas terhadap semua pihak yang terlibat, baik pemain maupun bandar. Selain itu, pendekatan preventif melalui edukasi juga akan diperkuat.

“Ini tugas besar. Bukan hanya pemerintah, tapi juga harus melibatkan ulama, para guru, dan tokoh agama untuk menyadarkan masyarakat,” ucapnya.***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menaker Jelaskan Rumus UMP 2026: Alfa Naik, Tapi Kenaikan Upah Tetap Bergantung Daerah
Kasus Matel Kalibata Jadi Alarm: OJK Diminta Tegas Lindungi Konsumen
ITENAS Resmikan Bio-CNG dari Limbah Ternak, Dari Hibah Riset Hingga Energi Murah untuk Warga
Inovasi Energi Bersih: ITENAS Bandung Luncurkan “Bio CNG ITENAS Nice Gas”
Dorong Geotermal di Ciremai, Anggota DPR Dikritik : Potensi Besar Bukan Alasan Menutup Mata dari Risiko
1.341 Hektare Sawah di Sumbar Gagal Panen Akibat Bencana: Petani Menunggu Kompensasi
Menanti Roadmap Koperasi Merah Putih, Ekos: IKA Ikopin Tak Boleh Jadi Penonton
Majalengka, Dapur Bibit Nasional yang Menopang Mimpi Besar Indonesia Hijau

Berita Terkait

Rabu, 17 Desember 2025 - 15:25 WIB

Menaker Jelaskan Rumus UMP 2026: Alfa Naik, Tapi Kenaikan Upah Tetap Bergantung Daerah

Rabu, 17 Desember 2025 - 14:16 WIB

Kasus Matel Kalibata Jadi Alarm: OJK Diminta Tegas Lindungi Konsumen

Minggu, 14 Desember 2025 - 19:27 WIB

ITENAS Resmikan Bio-CNG dari Limbah Ternak, Dari Hibah Riset Hingga Energi Murah untuk Warga

Minggu, 14 Desember 2025 - 11:39 WIB

Inovasi Energi Bersih: ITENAS Bandung Luncurkan “Bio CNG ITENAS Nice Gas”

Jumat, 12 Desember 2025 - 09:06 WIB

Dorong Geotermal di Ciremai, Anggota DPR Dikritik : Potensi Besar Bukan Alasan Menutup Mata dari Risiko

Berita Terbaru