Prabowo Bandingkan Kecepatan MBG Indonesia dan Brasil, Target Belum Setengah Jalan

- Redaksi

Senin, 17 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto Saat meresmikan program digitalisasi pembelajaran di SMPN 4 Bekasi, Senin (17/11/2025), Foto : Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Kepresidenan

Presiden Prabowo Subianto Saat meresmikan program digitalisasi pembelajaran di SMPN 4 Bekasi, Senin (17/11/2025), Foto : Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Kepresidenan

Bekasi, Mevin.ID – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu prioritas percepatan nasional. Saat meresmikan program digitalisasi pembelajaran di SMPN 4 Bekasi, Senin (17/11/2025),

Prabowo menyebut Indonesia telah menyalurkan MBG kepada 44 juta penerima dalam waktu kurang dari satu tahun.

Prabowo bahkan membandingkan pencapaian tersebut dengan Brasil, yang menurutnya memerlukan 11 tahun untuk menjangkau 40 juta penerima dalam program sejenis.

“Alhamdulillah, makan bergizi gratis hari ini sudah mencapai 44 juta. Salah satu prestasi tercepat terbesar di dunia,” ujar Prabowo di hadapan siswa dan guru.

Target Nasional Masih 82,9 Juta

Meski mengklaim capaian yang impresif, Prabowo mengakui bahwa cakupan MBG masih separuh jalan. Pemerintah menargetkan 82,9 juta anak dan ibu hamil sebagai penerima akhir program.

Ia mengaku masih menemui keluhan masyarakat yang belum menerima bantuan pangan tersebut. “Masih ada 40 juta yang belum terima. Saya minta kesabaran,” kata Prabowo.

Soal Keracunan: “Sakit Perut Biasa, Tapi Kita Tanggung Jawab”

Prabowo juga merespons berbagai kasus dugaan keracunan yang muncul di beberapa daerah. Ia menilai gejala tersebut sebagai kondisi yang umum terjadi, namun menegaskan bahwa pemerintah tetap harus bertanggung jawab.

“Namanya sakit perut biasa. Makan di warung sering, makan di rumah pun bisa salah makan. Tapi, kita ambil alih tanggung jawab. Tidak boleh ada sedikit pun penyimpangan,” tegasnya.

Dijalankan dengan Anggaran Publik, Standar Harus Ketat

Prabowo kembali mengingatkan bahwa MBG adalah program yang didanai uang rakyat, sehingga setiap tahapan membutuhkan pengawasan ketat—mulai dari dapur penyedia, kualitas bahan pangan, hingga proses distribusi.

“Jangan sampai ada penyimpangan. Ini uang rakyat,” ujarnya.***

Facebook Comments Box

Penulis : Fathur Rachman

Editor : Pratigto

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tok! MK Putuskan Wartawan Tak Bisa Langsung Dipidana karena Karya Jurnalistik
KPK Gelar OTT di Madiun: Wali Kota Maidi dan 14 Orang Lainnya Diamankan
Wapres Gibran ‘Blusukan’ ke Banjir Bekasi: Soroti Bantuan yang Terlambat hingga Instruksikan Normalisasi Sungai
Ricuh Keraton Solo, Putri PB XIII Protes Penyerahan SK Pelaksana Cagar Budaya ke Tedjowulan
Ormas Gerakan Rakyat Deklarasikan Diri Jadi Partai Politik, Usung Anies Baswedan untuk Capres 2029
Sidang Perdana Kasus Korupsi Rp201 Miliar: Noel Ebenezer Seret Nama Partai dan Ormas dalam ‘Permainan’ Sertifikat K3
Threads Kalahkan X di Pengguna Harian Seluler, Platform Elon Musk Hadapi Badai Skandal
Surat Tanah Girik, Petok & Letter C Tidak Berlaku Mulai 2 Februari 2026, Segera Perbarui!

Berita Terkait

Senin, 19 Januari 2026 - 22:41 WIB

Tok! MK Putuskan Wartawan Tak Bisa Langsung Dipidana karena Karya Jurnalistik

Senin, 19 Januari 2026 - 20:39 WIB

KPK Gelar OTT di Madiun: Wali Kota Maidi dan 14 Orang Lainnya Diamankan

Senin, 19 Januari 2026 - 15:23 WIB

Ricuh Keraton Solo, Putri PB XIII Protes Penyerahan SK Pelaksana Cagar Budaya ke Tedjowulan

Senin, 19 Januari 2026 - 14:30 WIB

Ormas Gerakan Rakyat Deklarasikan Diri Jadi Partai Politik, Usung Anies Baswedan untuk Capres 2029

Senin, 19 Januari 2026 - 12:59 WIB

Sidang Perdana Kasus Korupsi Rp201 Miliar: Noel Ebenezer Seret Nama Partai dan Ormas dalam ‘Permainan’ Sertifikat K3

Berita Terbaru