Prabowo Bangga Indonesia Miliki Bank Emas Pertama Kali dalam Sejarah

- Redaksi

Rabu, 26 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto meresmikan Layanan Bank Emas Pengadaian dan Bank Syariah Indonesia di The Gade Tower, Jakarta, Rabu (26/2/2025).

Presiden Prabowo Subianto meresmikan Layanan Bank Emas Pengadaian dan Bank Syariah Indonesia di The Gade Tower, Jakarta, Rabu (26/2/2025).

Jakarta, Mevin.ID – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, meresmikan Layanan Bank Emas Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia yang pertama di Indonesia.

Peresmian ini menandai pencapaian bersejarah bagi bangsa Indonesia, mengingat negara ini memiliki cadangan emas terbesar keenam di dunia.

“Hari ini, menjelang 80 tahun kita merdeka, dengan bangga pertama kali dalam sejarah bangsa Indonesia yang punya cadangan emas keenam terbesar di dunia, untuk pertama kali akan memiliki Bank Emas,” ujar Prabowo dalam acara peresmian di Gade Tower, Jakarta, Rabu (26/2).

Presiden mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras mewujudkan Bank Emas ini. Ia mengungkapkan bahwa persiapan pembentukan Bank Emas memakan waktu lebih dari empat tahun.

“Takdir saya, bahwa saya yang meresmikan. Sekali lagi saya harus berterima kasih kepada Pak Jokowi,” kata Prabowo, menyebut peran Presiden ke-7 RI Joko Widodo dalam meletakkan fondasi proyek ini.

Prabowo menyadari bahwa Indonesia adalah negara yang kaya akan sumber daya alam, termasuk emas. Produksi emas nasional telah meningkat dari 100 ton menjadi 160 ton per tahun. Dengan perbaikan ekosistem pelayanan, Presiden berharap Bank Emas dapat mempercepat tabungan dan meningkatkan cadangan emas Indonesia.

“Keberadaan Bank Emas ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional,” ujarnya. Prabowo memaparkan bahwa Bank Emas dapat meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar Rp245 triliun, membuka lapangan kerja baru bagi 1,8 juta orang, serta memperluas dan menghemat devisa negara.

Presiden menekankan bahwa dengan pengolahan dan penyimpanan emas dari hulu hingga hilir di dalam negeri, aliran emas ke luar negeri dapat dicegah. “Meningkatkan juga pengendalian stabilitas moneter melalui mekanisme likuiditas emas kepada Bank Emas serta melakukan transaksi emas di dalam negeri,” tutur Prabowo.

Peresmian Bank Emas ini merupakan bagian dari upaya pemerintah mendukung hilirisasi dalam kerangka Astacita Kabinet Merah Putih.

Acara peresmian ditandai dengan prosesi simbolis Presiden memasukkan dummy emas batangan ke dalam treasure box. Prabowo didampingi oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri BUMN Erick Thohir, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia Sunarso, Direktur Utama Pegadaian Damar Latri Setiawan, dan Direktur Utama Bank Syariah Indonesia Hery Gunardi.

Bank Emas ini diharapkan tidak hanya menjadi wadah penyimpanan dan pengelolaan emas nasional, tetapi juga menjadi instrumen strategis untuk memperkuat stabilitas moneter dan mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis sumber daya alam.***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rupiah Nyaris Tembus Rp17.000, Menkeu Purbaya: Tenang, Ekonomi Kita Masih Kuat!
Produksi Nikel 2026 Melorot, Sengaja Dipangkas Kementerian ESDM: Ini Alasannya 
Selamatkan Industri Tekstil, Pemerintah Bentuk BUMN Baru di Bawah Danantara Senilai Rp101 Triliun
Pemprov Jabar Rancang Skema Swap Share: Lepas Saham Kertajati demi Bandara Husein Sastranegara
Rekrutmen Kemenkes Program Penguatan Sistem Rujukan Nasional, Link Pendaftarannya di Sini
Minimarket Sumedang Wajib ‘Wakaf Hijau’? Tuntutan Syarat Izin Baru Berbasis Lingkungan Mencuat
Disindir Prabowo Soal Praktik ‘Main Mata’ di Pajak dan Bea Cukai, Menkeu Purbaya Siap Bersih-Bersih Skuad
Rahasia Gizi Super Ikan Sidat: Omega 3 Tertinggi di Dunia Versi BRIN

Berita Terkait

Senin, 19 Januari 2026 - 22:34 WIB

Rupiah Nyaris Tembus Rp17.000, Menkeu Purbaya: Tenang, Ekonomi Kita Masih Kuat!

Kamis, 15 Januari 2026 - 18:15 WIB

Produksi Nikel 2026 Melorot, Sengaja Dipangkas Kementerian ESDM: Ini Alasannya 

Rabu, 14 Januari 2026 - 21:44 WIB

Selamatkan Industri Tekstil, Pemerintah Bentuk BUMN Baru di Bawah Danantara Senilai Rp101 Triliun

Rabu, 14 Januari 2026 - 08:44 WIB

Pemprov Jabar Rancang Skema Swap Share: Lepas Saham Kertajati demi Bandara Husein Sastranegara

Selasa, 13 Januari 2026 - 12:34 WIB

Rekrutmen Kemenkes Program Penguatan Sistem Rujukan Nasional, Link Pendaftarannya di Sini

Berita Terbaru

Ilustrasi bunuh diri. (Envato/LightFieldStudios)

Kolom

Skrining Dini Kesehatan Mental

Selasa, 20 Jan 2026 - 19:29 WIB