Prabowo Tantang Pengkritik Bertarung di 2029, Sebut Ada Kelompok yang Dikendalikan Kekuatan Asing

- Redaksi

Selasa, 3 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mevin.ID – Presiden Prabowo Subianto mengeluarkan pernyataan keras terhadap pihak-pihak yang kerap menjelek-jelekkan pemerintah dan diduga ditunggangi kepentingan asing.

Dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul, Bogor, Senin (2/2), Prabowo menantang para pengkritiknya untuk berkompetisi secara sehat di Pemilu mendatang.

“Kalau tidak suka sama Prabowo, silakan 2029 bertarung. Jangan merusak seluruh bangsa hanya karena tidak suka dengan 2-3 orang,” tegas Presiden di hadapan ribuan kepala daerah dan pejabat negara.

Peringatan Terhadap Aksi Anarkis dan Intervensi Asing

Presiden mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kelompok-kelompok yang sengaja memicu kerusuhan dengan kedok unjuk rasa.

Ia mengklaim memiliki bukti bahwa aksi-aksi yang berujung anarki, seperti pembakaran dan penggunaan bom molotov, sering kali digerakkan oleh kekuatan asing untuk memecah belah masyarakat Indonesia.

“Saya tidak ragu-ragu menindak pihak yang melakukan pidana. Kelompok-kelompok ini, sadar atau tidak, saya yakin mereka dikendalikan oleh kekuatan asing. Saya punya buktinya,” ujar Prabowo.

Sentil Standar Ganda Negara Besar Soal HAM

Tak hanya isu domestik, Prabowo juga melontarkan kritik pedas terhadap standar ganda yang dipraktikkan negara-negara maju dalam isu Hak Asasi Manusia (HAM) dan demokrasi. Ia mengingatkan agar Indonesia tidak menjadi bangsa yang “lugu” dalam melihat geopolitik global.

Presiden menyoroti kontradiksi negara-negara yang vokal mengampanyekan supremasi hukum dan lingkungan hidup, namun justru memilih diam saat terjadi tragedi kemanusiaan yang menelan korban ribuan warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak di berbagai belahan dunia.

“Di mana hak asasi manusia? Di mana demokrasi yang mereka ajarkan selama ini?” sentilnya.

Indonesia Harus Berdikari

Menanggapi pidato tersebut, pengamat kebijakan publik menyambut positif seruan Presiden agar Indonesia tetap berdaulat.

Prabowo menekankan bahwa kemerdekaan Indonesia adalah hasil perjuangan berdarah, bukan hadiah, sehingga kepemimpinan nasional harus memahami sejarah agar tidak mudah ditekan oleh kekuatan luar.

Prabowo juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk waspada terhadap potensi konflik global dan tetap fokus pada kemandirian nasional. “Bangsa yang melupakan sejarah akan dihukum oleh sejarah,” pungkasnya.***

Facebook Comments Box

Penulis : Bar Bernad

Editor : Abdilah Kurniawan

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penjelasan tentang KHGT sebagai Pedoman Muhammadiyah Tentukan Awal Ramadan 1447 H
Kisah Pilu Norida Akmal Ayob: 18 Tahun Hidup Sengsara di Lombok, Akhirnya Dijemput Pulang ke Malaysia
Hilal Masih di Bawah Ufuk, Kemenag Prediksi 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada Kamis 19 Februari
Survei Indikator: Warga Jabar Puas Infrastruktur, Tapi Keluhkan Akses Modal Ekonomi.
Gagalkan Penjualan Orang ke Arab Saudi, Satgas P2MI Projo Apresiasi Penyelamatan 11 Calon Pekerja Migran
Tok! Kemenag Gelar Sidang Isbat Hari Ini, Prediksi Awal Puasa Jatuh pada 19 Februari 2026
Prediksi BRIN: Awal Ramadan 2026 Berpotensi Berbeda Karena Faktor Hilal Global vs Lokal
‘Tembok Ratapan Solo’ Tandai Rumah Jokowi di Google Maps: Sekedar Iseng atau Nyata?

Berita Terkait

Selasa, 17 Februari 2026 - 23:00 WIB

Penjelasan tentang KHGT sebagai Pedoman Muhammadiyah Tentukan Awal Ramadan 1447 H

Selasa, 17 Februari 2026 - 21:42 WIB

Kisah Pilu Norida Akmal Ayob: 18 Tahun Hidup Sengsara di Lombok, Akhirnya Dijemput Pulang ke Malaysia

Selasa, 17 Februari 2026 - 18:58 WIB

Hilal Masih di Bawah Ufuk, Kemenag Prediksi 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada Kamis 19 Februari

Selasa, 17 Februari 2026 - 16:27 WIB

Survei Indikator: Warga Jabar Puas Infrastruktur, Tapi Keluhkan Akses Modal Ekonomi.

Selasa, 17 Februari 2026 - 11:24 WIB

Gagalkan Penjualan Orang ke Arab Saudi, Satgas P2MI Projo Apresiasi Penyelamatan 11 Calon Pekerja Migran

Berita Terbaru