JAKARTA, Mevin.ID – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menunjukkan komitmen kuat dalam kerja sama antarwilayah dengan menawarkan bantuan langsung kepada Pemerintah Provinsi Banten untuk mengatasi persoalan sampah di Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
Tawaran ini disampaikan langsung kepada Gubernur Banten, Andra Soni, dalam pertemuan di Balai Kota Jakarta.
Langkah ini diambil menyusul penetapan status tanggap darurat sampah yang sempat diberlakukan di Tangsel pada Januari 2026 lalu akibat kendala transportasi dan lokasi pembuangan.
DKI Siap Kerahkan Armada Transportasi
Pramono menegaskan bahwa Jakarta siap berbagi sumber daya, terutama dalam hal logistik pengangkutan, jika kendala utama yang dihadapi Tangsel adalah keterbatasan armada.
“Pak Gubernur, sampah kalau Tangerang Selatan belum bisa diatasi, saya bantuin, saya angkutin. Saya membayangkan kalau memang problemnya adalah transportasi, tentunya Jakarta akan punya alat transportasi yang bisa digunakan,” ujar Pramono di Gedung Balai Kota, Rabu (4/2/2026).
Meski menawarkan bantuan armada, Pramono menggarisbawahi bahwa penentuan lokasi pembuangan dan pengelolaan akhir tetap menjadi kewenangan penuh Pemerintah Kota Tangerang Selatan.
Krisis Sampah Tangsel dan Status Tanggap Darurat
Persoalan sampah di Tangsel memang menjadi perhatian serius dalam beberapa pekan terakhir. Sulitnya akses pembuangan setelah pengiriman ke Cileungsi disetop, membuat tumpukan sampah di beberapa titik kecamatan semakin mengkhawatirkan.
Bahkan, Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie sempat menetapkan status tanggap darurat sampah pada 6 hingga 19 Januari 2026 dan membentuk tim khusus percepatan pengelolaan sampah di tujuh kecamatan.
Membangun Ekosistem Saling Mengisi
Pramono Anung berpendapat bahwa masalah pelik di suatu daerah tidak seharusnya diselesaikan secara mandiri jika wilayah tetangga memiliki kapasitas untuk membantu.
Baginya, keharmonisan hubungan antara Jakarta sebagai kota global dengan wilayah penyangganya adalah kunci penyelesaian masalah perkotaan.
“Intinya begini, kami ingin untuk saling mengisi. Masalah antarwilayah tidak harus diselesaikan oleh daerah secara mandiri,” pungkasnya.
Tawaran ini diharapkan menjadi solusi segar bagi masyarakat Tangsel yang belakangan ini mengeluhkan aroma tak sedap dan tumpukan sampah di beberapa jalan protokol, termasuk di sepanjang Jalan Dewi Sartika Ciputat.***


























