JAKARTA, Mevin.ID – Presiden RI Prabowo Subianto resmi melakukan penyegaran di pucuk pimpinan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
Melalui Keputusan Presiden Nomor 17/P Tahun 2026, tongkat estafet Direktur Utama kini beralih kepada Mayjen TNI (Purn) dr. Prihati Pujowaskito, Sp.JP (K).
Prihati menggantikan Ali Ghufron Mukti dan akan mengemban amanah memimpin institusi jaminan kesehatan nasional tersebut hingga tahun 2031.
Profil Sang Jenderal Dokter
Prihati Pujowaskito bukanlah sosok asing di dunia kesehatan militer. Ia adalah seorang dokter spesialis jantung dengan rekam jejak akademik dan karier yang mumpuni. Berikut adalah poin penting perjalanannya:
- Pendidikan: Lulusan Fakultas Kedokteran UNS (1994), Spesialis Jantung Unair (2007), serta memiliki gelar Doktor Ilmu Hukum (2022).
- Karier Militer: Pernah menjabat sebagai Dokter Kopassus (1990–2000).
- Manajemen RS: Menjabat Kepala Departemen Jantung RSPAD Gatot Soebroto (2018–2021) dan Direktur Pengawasan Medik RSPAD (2021–2022).
- Akademisi: Terakhir dipercaya sebagai Dekan Fakultas Militer Universitas Pertahanan (2023–2025).
“Penetapan ini merupakan bagian dari penguatan tata kelola dan kesinambungan penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN),” ujar Rizzky Anugerah, Kepala Humas BPJS Kesehatan, Jumat (20/2/2026).
Formasi Baru Direksi dan Dewan Pengawas
Selain menetapkan Dirut, Presiden juga melantik jajaran Direksi dan Dewan Pengawas (Dewas) yang telah melalui proses fit and proper test di DPR RI. Berikut susunan lengkapnya:
Direksi 2026–2031:
- Prihati Pujowaskito (Direktur Utama)
- Abdi Kurniawan Purba, Akmal Budi Yulianto, Bayu Teja Muliawan, Fatih Waluyo Wahid, Setiaji, Vetty Yulianty Permanasari, Sutopo Patria Jati.
Dewan Pengawas 2026–2031:
- Stevanus Adrianto Passat (Ketua)
- Anggota: Murti Utami Adyanto, Rukijo, Afif Johan, Paulus Agung Pambudhi, Sunarto, dan Lula Kamal (unsur tokoh masyarakat).
Fokus pada Pengawasan dan Pelayanan
Dewan Pengawas baru memiliki tugas berat untuk mengawasi kebijakan direksi serta pengembangan Dana Jaminan Sosial.
Sementara itu, jajaran direksi di bawah komando Prihati bertugas memastikan manajemen SDM dan tata kelola pengadaan barang/jasa berjalan transparan agar peserta memperoleh manfaat sesuai haknya.
Penunjukan Prihati yang berlatar belakang militer sekaligus praktisi medis diharapkan mampu membawa disiplin dan ketepatan manajerial dalam menangani tantangan kesehatan publik yang semakin kompleks di masa depan.
Sekilas Info: Kekayaan Dirut Baru
Berdasarkan data terbaru, total kekayaan Mayjen TNI (Purn) Prihati Pujowaskito tercatat menembus angka Rp 7 miliar.
Kekayaan ini dinilai mencerminkan perjalanan panjang kariernya baik di struktural TNI AD maupun dunia medis.***


























