JAKARTA, Mevin.ID – Ketahui profil Budisatrio Djiwandono yang diisukan akan masuk radar reshuffle kabinet terbaru di awal tahun 2026 ini.
Isu reshuffle kabinet pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kembali memunculkan sejumlah nama yang disebut-sebut akan bergabung ke jajaran eksekutif.
Salah satu nama yang ramai diperbincangkan adalah Gerardus Budisatrio Djiwandono, politisi Partai Gerindra yang saat ini menduduki posisi strategis di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI).
Menanggapi kabar tersebut, Budisatrio – yang akrab disapa Budi – menegaskan bahwa fokusnya saat ini masih berada di parlemen. Ia mengaku tak tahu menahu perihal kemungkinan dirinya akan masuk ke gerbong eksekutif sebagai pembantu presiden.
Pernyataannya disampaikan di sela-sela aktivitasnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Selasa (27/1/2026).
“Enggak tahu, makanya tanyakan pada Pak Utut. Tugas kita tetap sekarang di Komisi I,” ujar Budi kepada para wartawan.
Komentarnya merespons pernyataan Ketua Komisi I DPR RI, Utut Adianto, yang sebelumnya menyebut kemungkinan Budi akan masuk ke dalam kabinet. Budi menegaskan, ia justru bersiap untuk menghadiri rapat kerja Komisi I bersama Menteri Luar Negeri, Sugiono.
Profil dan Posisi Strategis
Budisatrio Djiwandono (lahir di Jakarta, 25 September 1981) bukanlah nama baru di panggung politik nasional.
Saat ini, pria yang merupakan keponakan Presiden Prabowo Subianto ini menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Gerindra di DPR RI sejak 2024.
Selain itu, ia juga memegang posisi penting sebagai Wakil Ketua Komisi I DPR RI yang membidangi urusan Pertahanan, Luar Negeri, Intelijen, serta Komunikasi dan Informatika.
Karier politik Budi di parlemen telah berlangsung solid. Sebelumnya, pada periode 2019-2024, ia pernah menduduki jabatan sebagai Wakil Sekretaris Fraksi Gerindra dan Wakil Ketua Komisi IV DPR RI.
Di tingkat partai, ia telah dipercaya sebagai Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra sejak 2018.
Kombinasi posisinya sebagai Ketua Fraksi partai penguasa, Wakil Ketua Komisi yang membawahi isu strategis nasional, serta kedekatan kekeluargaannya dengan Presiden, menjadikan Budisatrio sebagai salah satu politisi Gerindra yang dianggap memiliki kapabilitas dan akses yang kuat.
Hal inilah yang kerap menempatkan namanya dalam berbagai spekulasi rekonsiliasi kabinet.
Meski telah meluruskan kabar tersebut dengan menyatakan komitmennya pada tugas di DPR, dinamika politik di sekitar isu reshuffle tetap terbuka.
Penegasan Budisatrio untuk fokus pada pekerjaan di Komisi I saat ini sekaligus menjadi penanda bahwa segala keputusan akhir mengenai komposisi kabinet sepenuhnya berada di tangan Presiden Prabowo Subianto.***
Penulis : Atep K
Editor : Bar Bernad


























