JAKARTA, Mevin.ID – Keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan Pemerintah Indonesia menarik perhatian dunia. Delegasi Japan Chamber of Commerce and Industry (JCCI) meninjau langsung pelaksanaan MBG dan menawarkan kerja sama dalam bentuk program magang bagi siswa SMK dan pelatihan bagi pengelola program.
Ketua Delegasi JCCI, Hayashi Hiroto, menyampaikan kekagumannya atas skala program MBG yang mampu menjangkau hampir 60 juta penerima manfaat setiap hari. Jumlah ini setara dengan hampir separuh populasi Jepang.
“Kami menawarkan program magang bagi siswa SMK serta pelatihan bagi Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) BGN sebagai bagian dari transfer of knowledge (transfer ilmu),” ujar Hayashi dalam kunjungannya ke SPPG Pasir Putih, Sawangan, Depok, Jawa Barat, Rabu (14/1/2026).
Belajar dari Pengalaman 137 Tahun Jepang
Hayashi menyebutkan bahwa Jepang telah memiliki pengalaman panjang lebih dari 137 tahun dalam menjalankan program makan siang sekolah, yang dimulai sejak 1889. Pengalaman ini dinilai relevan untuk berbagi ilmu, khususnya dalam hal peningkatan standar keamanan pangan.
Ia mengapresiasi petunjuk teknis MBG Indonesia yang dinilai telah memenuhi standar tinggi. Namun, ia mencatat perbedaan dalam tahap pemasakan. “Di Jepang, suhu setiap menu diukur sebelum disajikan, dengan standar minimal 80 derajat Celsius untuk memastikan makanan aman,” jelasnya.
MBG Sebagai Lokasi Studi Banding Internasional
Juru Bicara Badan Pemenuhan Gizi Nasional (BGN), Dian Fatwa, menyambut baik tawaran kerja sama ini. Ia menegaskan bahwa capaan MBG telah mengangkat Indonesia sebagai lokasi studi banding bagi negara lain.
“Capaian MBG menunjukkan Indonesia mampu menjalankan program berskala masif dan kini menjadi lokasi studi banding. Kolaborasi dengan Jepang akan memperkuat kualitas serta keamanan pangan,” tutur Dian.
Kunjungan delegasi Jepang ini meninggalkan kesan mendalam. Para delegasi tampak terharu dengan sambutan hormat siswa dan melihat langsung keceriaan anak-anak menikmati hidangan MBG, sebuah tanda bahwa program ini diterima dengan baik.
Baca Juga:
SPPG Vs Kandang Babi: BGN Pustuskan Dapur MBG Sragen Harus Pindah, Ini Alasannya
Tawaran program magang dan pertukaran ilmu ini dinilai sebagai langkah strategis untuk terus meningkatkan kualitas, keamanan, dan keberlanjutan Program MBG, sekaligus mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Jepang di bidang pemenuhan gizi dan pendidikan vokasi.***
Editor : Atep K


























