BOGOR, Mevin.ID – Ratusan sopir Angkutan Kota (Angkot) dari berbagai trayek di Kota Bogor menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di Balai Kota Bogor pada Kamis (22/1/2026). Aksi ini dipicu oleh kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor yang berencana menghapus operasional angkot berusia di atas 20 tahun.
Pantauan Mevin.ID di lokasi sejak pukul 09.40 hingga 10.15 WIB, suasana sempat memanas saat massa mulai merangsek masuk ke area Balai Kota. Tanpa ragu, para sopir membawa serta armada angkot mereka dan memarkirkannya tepat di depan Plaza Balai Kota Bogor sebagai bentuk protes keras.
“Anak Istri Kami Makan Apa?”
Dalam orasinya, massa secara bergantian menyuarakan kegelisahan mereka. Nama Dinas Perhubungan (Dishub) pun berkali-kali diteriakkan. Para sopir menuntut pengembalian STNK yang dianggap disita sebagai bagian dari penertiban.
“Dishub mana! Balikeun STNK aing (Kembalikan STNK saya)!” teriak salah satu sopir di tengah kerumunan.
Kekecewaan massa semakin memuncak karena permohonan audiensi yang diajukan sejak 5 Januari 2026 lalu disebut tidak kunjung mendapatkan respons dari pemerintah setempat.
Sisi Unik dan Jeritan Hati Sopir
Ada pemandangan unik di tengah ketegangan aksi. Seorang sopir tampak mengecat seluruh tubuhnya dengan warna hijau, duduk di atas kabin angkot sambil melempar senyum kepada rekan-rekannya sebagai bentuk aksi teatrikal.
Namun, di balik aksi unik tersebut, tersimpan kekhawatiran mendalam. Suganda, sopir trayek 03, menegaskan bahwa kebijakan ini hanya akan menciptakan pengangguran baru tanpa solusi nyata.
“Kami meminta Pemkot untuk mengkaji ulang. Selama ini tidak ada solusi yang diberikan, malah membuat masalah baru yakni pengangguran,” tegas Suganda kepada media.
Senada dengan itu, Acing, Koordinator Angkot 07 (Warung Jambu – Merdeka), meminta sisi kemanusiaan dari para pemangku kebijakan. Ia bahkan meminta intervensi dari Gubernur Jawa Barat jika Pemkot Bogor tetap bergeming.
“Anak istri kami bagaimana? Sekolah anak kami bagaimana? Pemerintah hanya mementingkan keindahan kota, tapi kami tidak bisa makan karena mata pencaharian hilang. Kami menolak pemaksaan ini!, Ini soal perut !”, seru Acing penuh emosi.
Data Dishub: Ribuan Unit Terancam
Berdasarkan data resmi dari Dinas Perhubungan Kota Bogor, tantangan modernisasi transportasi ini memang melibatkan jumlah yang tidak sedikit:
| Kategori Angkot Tua (>20 Tahun) | Jumlah Unit |
| Total Angkot Tua | 1.854 unit |
| Berhasil Ditertibkan | 309 unit |
| Masih Beroperasi | 1.545 unit |
Artinya, masih ada sekitar 1.545 unit kendaraan yang nasibnya kini berada di ujung tanduk, membawa serta ribuan nasib keluarga sopir dan pemilik kendaraan ke dalam ketidakpastian.
Penjagaan Ketat di Tengah Hujan
Meskipun diguyur hujan, semangat massa tidak surut. Balai Kota Bogor kini dijaga ketat oleh personel gabungan dari Brimob, Polresta Bogor Kota, Satpol PP, hingga pemadam kebakaran (Damkar). Kendaraan taktis (rantis) Brimob dan truk Dalmas juga telah disiagakan di sisi kanan dan kiri gedung.
Hingga berita ini diturunkan, perwakilan massa masih menunggu kepastian untuk bisa berdialog langsung dengan jajaran Pemkot Bogor guna mencari jalan tengah atas konflik ini.***
Penulis : Dadi Munardi
Editor : Bar Bernad


























