Protes Aturan Penghapusan Unit 20 Tahun, Ratusan Sopir Angkot “Kepung” Balai Kota Bogor

- Redaksi

Kamis, 22 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

atusan sopir Angkutan Kota (Angkot) dari berbagai trayek di Kota Bogor menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di Balai Kota Bogor pada Kamis (22/1/2026)

atusan sopir Angkutan Kota (Angkot) dari berbagai trayek di Kota Bogor menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di Balai Kota Bogor pada Kamis (22/1/2026)

BOGOR, Mevin.ID – Ratusan sopir Angkutan Kota (Angkot) dari berbagai trayek di Kota Bogor menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di Balai Kota Bogor pada Kamis (22/1/2026). Aksi ini dipicu oleh kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor yang berencana menghapus operasional angkot berusia di atas 20 tahun.

Pantauan Mevin.ID di lokasi sejak pukul 09.40 hingga 10.15 WIB, suasana sempat memanas saat massa mulai merangsek masuk ke area Balai Kota. Tanpa ragu, para sopir membawa serta armada angkot mereka dan memarkirkannya tepat di depan Plaza Balai Kota Bogor sebagai bentuk protes keras.

“Anak Istri Kami Makan Apa?”

Dalam orasinya, massa secara bergantian menyuarakan kegelisahan mereka. Nama Dinas Perhubungan (Dishub) pun berkali-kali diteriakkan. Para sopir menuntut pengembalian STNK yang dianggap disita sebagai bagian dari penertiban.

“Dishub mana! Balikeun STNK aing (Kembalikan STNK saya)!” teriak salah satu sopir di tengah kerumunan.

Kekecewaan massa semakin memuncak karena permohonan audiensi yang diajukan sejak 5 Januari 2026 lalu disebut tidak kunjung mendapatkan respons dari pemerintah setempat.

Sisi Unik dan Jeritan Hati Sopir

Ada pemandangan unik di tengah ketegangan aksi. Seorang sopir tampak mengecat seluruh tubuhnya dengan warna hijau, duduk di atas kabin angkot sambil melempar senyum kepada rekan-rekannya sebagai bentuk aksi teatrikal.

Namun, di balik aksi unik tersebut, tersimpan kekhawatiran mendalam. Suganda, sopir trayek 03, menegaskan bahwa kebijakan ini hanya akan menciptakan pengangguran baru tanpa solusi nyata.

“Kami meminta Pemkot untuk mengkaji ulang. Selama ini tidak ada solusi yang diberikan, malah membuat masalah baru yakni pengangguran,” tegas Suganda kepada media.

Senada dengan itu, Acing, Koordinator Angkot 07 (Warung Jambu – Merdeka), meminta sisi kemanusiaan dari para pemangku kebijakan. Ia bahkan meminta intervensi dari Gubernur Jawa Barat jika Pemkot Bogor tetap bergeming.

“Anak istri kami bagaimana? Sekolah anak kami bagaimana? Pemerintah hanya mementingkan keindahan kota, tapi kami tidak bisa makan karena mata pencaharian hilang. Kami menolak pemaksaan ini!, Ini soal perut !”,  seru Acing penuh emosi.

Data Dishub: Ribuan Unit Terancam

Berdasarkan data resmi dari Dinas Perhubungan Kota Bogor, tantangan modernisasi transportasi ini memang melibatkan jumlah yang tidak sedikit:

Kategori Angkot Tua (>20 Tahun) Jumlah Unit
Total Angkot Tua 1.854 unit
Berhasil Ditertibkan 309 unit
Masih Beroperasi 1.545 unit

Artinya, masih ada sekitar 1.545 unit kendaraan yang nasibnya kini berada di ujung tanduk, membawa serta ribuan nasib keluarga sopir dan pemilik kendaraan ke dalam ketidakpastian.

Penjagaan Ketat di Tengah Hujan

Meskipun diguyur hujan, semangat massa tidak surut. Balai Kota Bogor kini dijaga ketat oleh personel gabungan dari Brimob, Polresta Bogor Kota, Satpol PP, hingga pemadam kebakaran (Damkar). Kendaraan taktis (rantis) Brimob dan truk Dalmas juga telah disiagakan di sisi kanan dan kiri gedung.

Hingga berita ini diturunkan, perwakilan massa masih menunggu kepastian untuk bisa berdialog langsung dengan jajaran Pemkot Bogor guna mencari jalan tengah atas konflik ini.***

Facebook Comments Box

Penulis : Dadi Munardi

Editor : Bar Bernad

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Membela Kebun Sendiri Berujung Bui: Kakek Herman Jadi Tersangka Usai Dikeroyok Pencuri, Di Mana Keadilan?
Tol Cipali Membara, Truk Tangki BBM Pertamina Terbakar di KM 185, Arus Jakarta-Cirebon Sempat Ditutup
Gempa Magnitudo 4,8 Guncang Pangandaran, Getaran Terasa Hingga Bandung
Akhir Kekejaman di Lakarsantri: Polrestabes Surabaya Resmi Tahan Pasutri Penyiksa Balita 4 Tahun
Terungkap! Motif Mutilasi dalam Koper di Brebes: Pelaku Sakit Hati Ditagih Hutang, Gasak Uang Belasan Juta
Mal Ciputra Cibubur Terbakar: Unit Jaecoo J5 dan J8 Berhasil Dievakuasi, Showroom Dipastikan Aman
Waspada! BMKG Prediksi Cuaca Ekstrem di Jawa Barat Hingga 22 Februari 2026
Cahaya Lampion dan Atraksi Barongsai Meriahkan Imlek 2577 di Klenteng Hok Lay Kong Bekasi

Berita Terkait

Rabu, 18 Februari 2026 - 11:23 WIB

Membela Kebun Sendiri Berujung Bui: Kakek Herman Jadi Tersangka Usai Dikeroyok Pencuri, Di Mana Keadilan?

Rabu, 18 Februari 2026 - 10:16 WIB

Tol Cipali Membara, Truk Tangki BBM Pertamina Terbakar di KM 185, Arus Jakarta-Cirebon Sempat Ditutup

Rabu, 18 Februari 2026 - 08:06 WIB

Gempa Magnitudo 4,8 Guncang Pangandaran, Getaran Terasa Hingga Bandung

Selasa, 17 Februari 2026 - 20:02 WIB

Akhir Kekejaman di Lakarsantri: Polrestabes Surabaya Resmi Tahan Pasutri Penyiksa Balita 4 Tahun

Selasa, 17 Februari 2026 - 19:43 WIB

Terungkap! Motif Mutilasi dalam Koper di Brebes: Pelaku Sakit Hati Ditagih Hutang, Gasak Uang Belasan Juta

Berita Terbaru