Protes Keras! Mahasiswa ‘Hadiahi’ Kantor Wali Kota Tangsel Tumpukan Sampah

- Redaksi

Sabtu, 27 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangsel, Mevin.ID – Gerbang Kantor Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) berubah menjadi tempat pembuangan sampah dadakan pada Jumat (26/12/2025) sore.

Aksi ini merupakan bentuk protes keras dari puluhan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) terhadap amburadulnya penanganan sampah di kota tersebut.

Sekitar 20 mahasiswa yang tergabung dalam BEM UMJ membawa plastik sampah berwarna merah, hitam, dan putih hasil “pungutan” dari wilayah Ciputat.

Sampah-sampah itu kemudian dijajarkan tepat di depan pintu masuk gedung pemerintahan sebagai simbol kegagalan birokrasi.

@mevin.idProtes Keras! Mahasiswa ‘Hadiahi’ Kantor Wali Kota Tangsel Tumpukan Sampah Tangsel, Mevin.ID – Gerbang Kantor Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) berubah menjadi tempat pembuangan sampah dadakan pada Jumat (26/12/2025) sore. https://mevin.id/protes-keras-mahasiswa-hadiahi-kantor-wali-kota-tangsel-tumpukan-sampah/

♬ Motivation – StoryTune

“Buang Sampah atau Pemerintah”

Selain tumpukan sampah, massa aksi juga membentangkan spanduk provokatif bertuliskan “Buang Sampah atau Pemerintah”.

Pesan ini menjadi kritik tajam atas kondisi Tangsel yang kini menyandang status tanggap darurat sampah setelah penutupan TPA Cipeucang oleh warga.

Ketua BEM UMJ, Muhammad Iqbal Ramdhani (23), menyatakan bahwa aksi simbolik ini dilakukan karena Pemkot Tangsel dinilai tidak memiliki langkah konkret jangka panjang.

“Kami ingin menyampaikan bahwa persoalan sampah di Tangsel ini sudah menjadi problem panjang dan perlu perhatian serius dari Wali Kota. Kami minta ada penambahan fasilitas pengolahan sampah dan optimalisasi sistem pembuangan,” ujar Iqbal saat dikonfirmasi, Sabtu (27/12/2025).

7 Tuntutan Mahasiswa untuk Pemkot Tangsel

Pihak mahasiswa merilis tujuh poin tuntutan utama yang ditujukan kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Wali Kota Tangsel, di antaranya:

  • Pengangkutan Menyeluruh: Segera angkut sampah di titik-titik rawan secara rutin.
  • Langkah Konkret: Wali Kota harus tegas menyelesaikan krisis sampah yang berlarut-larut.
  • Evaluasi Sistem: Melakukan perombakan total pada sistem pengelolaan sampah.
  • Tanggung Jawab Wilayah: Menuntut pertanggungjawaban atas penumpukan sampah di Ciputat selama berhari-hari.
  • Transformasi Infrastruktur: Percepatan teknologi Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).
  • Implementasi Kawasan Komersial: Penegasan sistem pengolahan sampah mandiri di area komersial.
  • Transparansi: Meningkatkan akuntabilitas kinerja DLH kepada publik.

Ancam Aksi Lanjutan Jika Dicueki

Meski tumpukan sampah di depan kantor Wali Kota sudah dibersihkan pada Sabtu pagi, kemarahan mahasiswa belum padam. Iqbal menegaskan bahwa pihaknya akan memantau respons pemerintah mulai Senin depan.

“Jika tidak ada respons, kami siap melakukan aksi berikutnya. Ini menyangkut kesehatan masyarakat dan dampaknya bisa panjang kalau tidak segera ditangani,” tegasnya.

Krisis sampah di Tangsel memang mencapai titik didih dalam dua pekan terakhir.

Overload-nya TPA Cipeucang dan penolakan warga terhadap aktivitas pembuangan sampah malam hari membuat banyak tumpukan sampah di trotoar hingga kolong flyover Ciputat hanya ditutupi terpal tanpa solusi pengangkutan yang pasti.***

Facebook Comments Box

Penulis : Bar Bernad

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Amankan 10 Pelajar ‘Gladiator’ Cianjur, Penanganan Pakai Sistem Peradilan Anak
Kades Ngepringan Mandi Lumpur di Kubangan, Protes Jalan Rusak yang Puluhan Tahun Tak Diperbaiki
Warga Banda Heboh! Temuan Telur Ayam Diduga Palsu: Dibanting Tak Pecah, Digoreng Meletup
Geger Ritual Mandi “Celup” di Pantai Karang Hawu, Janjikan Harta dan Jodoh Berujung Kontroversi
Bogor Memanas! Ribuan Sopir Angkot Bakal Geruduk Balai Kota Besok, Tuntut Kejelasan Nasib
Predator di Sekolah: Oknum Guru SDN di Serpong Diduga Cabuli Belasan Murid, Kini Dirumahkan
Polda NTT Ringkus Penembak Burung Hantu Tyto Alba di Belu, Senapan Angin Diamankan
Air Mata Bu Guru Tri, Kisah Razia Rambut di Jambi yang Berujung Jeruji Besi

Berita Terkait

Kamis, 22 Januari 2026 - 07:55 WIB

Polisi Amankan 10 Pelajar ‘Gladiator’ Cianjur, Penanganan Pakai Sistem Peradilan Anak

Rabu, 21 Januari 2026 - 21:46 WIB

Kades Ngepringan Mandi Lumpur di Kubangan, Protes Jalan Rusak yang Puluhan Tahun Tak Diperbaiki

Rabu, 21 Januari 2026 - 20:50 WIB

Warga Banda Heboh! Temuan Telur Ayam Diduga Palsu: Dibanting Tak Pecah, Digoreng Meletup

Rabu, 21 Januari 2026 - 20:31 WIB

Geger Ritual Mandi “Celup” di Pantai Karang Hawu, Janjikan Harta dan Jodoh Berujung Kontroversi

Rabu, 21 Januari 2026 - 17:10 WIB

Bogor Memanas! Ribuan Sopir Angkot Bakal Geruduk Balai Kota Besok, Tuntut Kejelasan Nasib

Berita Terbaru