BEKASI, Mevin.ID – Aksi unjuk rasa para sopir angkutan kota (angkot) di Jalan Ahmad Yani pada Selasa (10/2/2026) akhirnya mendapat penjelasan resmi dari pihak Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Bekasi.
Wakil Ketua DPC Organda Kota Bekasi, Purwadi, menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk protes atas pengoperasian layanan transportasi terbaru, Trans Bekasi Keren (Beken) Koridor 1.
Layanan dengan rute Halte Harapan Indah–Terminal Bekasi tersebut dinilai memukul pendapatan para sopir angkot yang sudah lebih dulu beroperasi.
Rute yang Bersinggungan Langsung
Purwadi menjelaskan, alasan utama penolakan ini adalah adanya tumpang tindih trayek. Jalur yang dilewati Trans Beken merupakan jalur “basah” bagi angkot, meliputi rute Terminal Bekasi, Bekasi Timur, Rawapanjang, Jalan Ahmad Yani, hingga Harapan Indah.
“Pada prinsipnya kami mendukung program Pemerintah Kota Bekasi. Namun, rute ini bersinggungan langsung dengan trayek angkot yang telah lama ada,” ujar Purwadi.
3 Tuntutan Organda untuk Pemerintah Kota Bekasi
Menindaklanjuti keresahan para sopir, Organda mengajukan tiga poin tuntutan utama kepada Pemerintah Kota Bekasi guna menjaga keberlangsungan hidup para pengusaha dan pengemudi angkot:
- Pengaturan Ulang Rute: Organda meminta pemerintah meninjau kembali jalur Trans Beken agar tidak sepenuhnya berhimpitan dengan jalur angkot yang sudah ada.
- Pembatasan Jam Operasional: Diusulkan agar Trans Beken hanya beroperasi mulai pukul 06.00 hingga 17.00 WIB, sehingga tidak mengambil jatah penumpang di malam hari.
- Hapuskan Layanan Gratis: Organda menekankan pentingnya persaingan yang sehat. “Salah satunya dengan tidak menggratiskan layanan Trans Beken. Sedapat mungkin harus berbayar,” tegas Purwadi.
Harapan Persaingan Sehat
Organda berharap Pemkot Bekasi bisa segera duduk bersama untuk merumuskan solusi yang saling menguntungkan (win-win solution).
Kehadiran transportasi modern seperti Trans Beken memang diharapkan meningkatkan kualitas mobilitas warga, namun diharapkan tidak mematikan mata pencaharian ribuan sopir angkot yang selama ini menjadi tulang punggung transportasi di Kota Patriot.***
Penulis : Fathur Rachman
Editor : Pratigto


























