Proyek Teras Cihampelas Rp71 Miliar Terancam Dibongkar: LPKNI Desak Audit Total, Siapa Tanggung Jawab?

- Redaksi

Sabtu, 20 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fasilitas Teras Cihampelas di Kota Bandung. Dokumentasi Pemkot Bandung

Fasilitas Teras Cihampelas di Kota Bandung. Dokumentasi Pemkot Bandung

Bandung, Mevin.ID – Wacana pembongkaran Teras Cihampelas atau Skywalk Cihampelas kini menjadi polemik panas. Saran Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, untuk meratakan struktur baja tersebut demi estetika kota, memicu tuntutan pertanggungjawaban atas penggunaan uang rakyat yang dinilai sia-sia.

Ketua Lembaga Perlindungan Konsumen Nasional Indonesia (LPKNI) Kota Bandung, Samsi Salmon, angkat bicara dengan nada keras.

Ia menegaskan bahwa pembongkaran tidak boleh dilakukan sebelum adanya audit menyeluruh untuk mencari siapa “aktor intelektual” di balik proyek yang dianggap gagal fungsi ini.

Rincian Dana Fantastis yang Menguap

Berdasarkan data yang dihimpun redaksi, Teras Cihampelas dibangun dalam beberapa tahap dengan total anggaran yang menyentuh angka puluhan miliar rupiah. Berikut rincian pengeluaran APBD untuk proyek tersebut:

Tahap Pembangunan

Tahun

Alokasi Anggaran

Keterangan

Tahap I

2016 – 2017

Rp48,5 Miliar

Pembangunan sepanjang 450 meter untuk relokasi PKL.

Tahap II

2018

Rp23 Miliar

Perpanjangan jalur 250 meter (Sempat mangkrak).

Revitalisasi

2021 – 2022

± Rp5 Miliar

Perbaikan fasilitas rusak dan penataan ulang.

TOTAL ESTIMASI

± Rp76,5 Miliar

“Ini Keringat Rakyat, Bukan Uang Suka-Suka”

Samsi Salmon mengingatkan bahwa dana yang digunakan berasal dari pajak masyarakat. Ia menilai kegagalan proyek ini menunjukkan adanya masalah besar dalam perencanaan dan penganggaran yang dilakukan oleh Pemkot Bandung dan DPRD.

“Rencana pembongkaran ini harus menjadi perhatian serius. Itu bukan uang 100 atau 200 juta, tapi puluhan bahkan mungkin ratusan miliar uang hasil keringat rakyat. Rakyat cari uang susah untuk bayar pajak, tapi digunakan serampangan,” ujar Samsi dalam pernyataan tertulisnya, Sabtu (20/12/2025).

Ia mendesak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk segera melakukan audit investigatif sebelum bangunan tersebut dibongkar.”Siapa yang harus bertanggung jawab atas uang yang mubazir ini? Perlu ada audit dari proses perencanaan, pelaksanaan, hingga penganggaran. Apakah sudah sesuai regulasi?”

Krisis Kepercayaan dan Potensi Korupsi

Samsi juga menyoroti kondisi politik Bandung yang sedang goyah, terutama setelah penetapan status tersangka terhadap oknum pimpinan DPRD dan eksekutif baru-baru ini. Menurutnya, hal ini memperkuat dugaan adanya praktik “asal-asalan” dalam menyetujui anggaran proyek besar.

“Makin buram potret pemerintahan Kota Bandung. Kita tidak bisa percaya penuh kepada wakil rakyat karena mereka saling berkepentingan. Saatnya rakyat Bandung bergerak melakukan supervisi langsung, karena APBD adalah jantung pemerintahan,” tegasnya.

Ia meminta Aparat Penegak Hukum (APH) tidak tinggal diam melihat pemborosan keuangan daerah yang nyata di depan mata.

Bagi LPKNI, alasan estetika yang disampaikan Gubernur Jabar tidak boleh menutupi inti persoalan: mengapa proyek bermasalah ini bisa lolos dan disetujui anggarannya?

Hingga saat ini, Pemkot Bandung masih mengkaji opsi penghapusan aset. Jika dibongkar, Teras Cihampelas akan menjadi sejarah kelam dalam tata kelola ruang dan anggaran di Kota Kembang—sebuah “monumen” mahal yang akhirnya harus dihancurkan karena gagal menjawab kebutuhan warga dan pedagang.***

Facebook Comments Box

Penulis : Bar Bernad

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ciremai Terancam “Gundul”, Gubernur Jabar Protes Keras Bisnis Wisata di Kawasan Taman Nasional
Polemik Dana Bayar Utang Rp 621 Miliar: Gubernur vs Bappeda Jabar Berselisih Keterangan
Proyek “Mubazir” 1 Miliar? TPS3R Tegalluar Terbengkalai, Sampah Malah Menumpuk dan Dibakar
Miris! DPRK Bireuen Sidak Gudang BPBD: Bantuan Logistik Menumpuk Saat Korban Bencana Kelaparan
Lembang dan Ciwidey Terancam “Tenggelam” dalam Beton, FK3I Desak Gubernur Dedi Mulyadi Evaluasi Izin Wisata
Netizen Murka! Satwa Dilindungi Jadi Konten Joget, Otoritas Kejar Pelaku Hingga Jambi.
Kabar Baik! Bupati Bogor Temui Pendemo di Cigudeg: Kompensasi Cair Minggu Depan, Jalan Khusus Tambang Dikebut
Data Geologi Ungkap Luas Amblasan Desa Pondok Balik Capai 27 Ribu Meter Persegi, Warga Resah!

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 12:44 WIB

Ciremai Terancam “Gundul”, Gubernur Jabar Protes Keras Bisnis Wisata di Kawasan Taman Nasional

Selasa, 13 Januari 2026 - 11:30 WIB

Polemik Dana Bayar Utang Rp 621 Miliar: Gubernur vs Bappeda Jabar Berselisih Keterangan

Selasa, 13 Januari 2026 - 09:54 WIB

Proyek “Mubazir” 1 Miliar? TPS3R Tegalluar Terbengkalai, Sampah Malah Menumpuk dan Dibakar

Selasa, 13 Januari 2026 - 08:49 WIB

Miris! DPRK Bireuen Sidak Gudang BPBD: Bantuan Logistik Menumpuk Saat Korban Bencana Kelaparan

Senin, 12 Januari 2026 - 23:09 WIB

Lembang dan Ciwidey Terancam “Tenggelam” dalam Beton, FK3I Desak Gubernur Dedi Mulyadi Evaluasi Izin Wisata

Berita Terbaru