Proyek Tol Getaci Dipangkas, Hanya Sampai Tasikmalaya. Ini Tahapan Pengerjannya

- Redaksi

Kamis, 12 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi tol.Foto: (Dok. PT Waskita Karya)

Ilustrasi tol.Foto: (Dok. PT Waskita Karya)

Jakarta, Mevin.ID – Proyek jalan tol Gedebage–Tasikmalaya–Cilacap (Getaci), yang semula dirancang sebagai salah satu jalan tol terpanjang di Indonesia, kini hanya akan dibangun hingga Tasikmalaya.

Kepastian ini disampaikan langsung oleh Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Willan Oktavian, dalam konferensi infrastruktur internasional di Jakarta, Rabu (11/6/2025).

“Sementara (sampai Tasikmalaya). Eksesnya seperti itu,” ujar Willan singkat saat dikonfirmasi.

Meskipun tidak masuk dalam katalog investasi yang diumumkan dalam International Conference on Infrastructure (ICI) 2025, Willan memastikan bahwa proyek Getaci tetap masuk dalam perencanaan pembangunan jalan tol nasional.

“Getaci masuk harusnya,” tegasnya.

Willan menambahkan bahwa daftar proyek di ICI hanya mencakup sebagian dari total target jalan tol nasional sepanjang 1.571 kilometer dalam lima tahun ke depan.

Masih Dalam Proses di DJPI

Willan mengungkapkan bahwa detail nilai investasi dan waktu pasti lelang ulang proyek Getaci belum bisa dipastikan karena masih dalam proses pembahasan di Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur (DJPI). Ia berharap proses dapat segera berjalan.

“Harapannya secepatnya, saya orang Garut soalnya. Macet kalau pulang,” ucapnya berseloroh.

Tentang Tol Getaci

Tol Getaci merupakan Proyek Strategis Nasional berdasarkan Peraturan Presiden No. 109 Tahun 2020.

Proyek ini awalnya dirancang sepanjang 206,65 km yang melintasi dua provinsi: Jawa Barat (171,40 km) dan Jawa Tengah (35,25 km). Jalan tol ini terdiri dari empat seksi:

  1. Seksi 1: Gedebage – Garut Utara (45,20 km)
  2. Seksi 2: Garut Utara – Tasikmalaya (50,32 km)
  3. Seksi 3: Tasikmalaya – Patimuan (76,78 km)
  4. Seksi 4: Patimuan – Cilacap (34,35 km)

Jadwal Proyek

  • Seksi 1 dan 2: Pengadaan tanah dimulai Januari 2021 – Oktober 2022.
    Konstruksi dijadwalkan April 2022 – Juni 2024, dengan target operasi Juli 2024.
  • Seksi 3 dan 4: Pengadaan tanah ditargetkan 2026 – 2027.
    Konstruksi dijadwalkan April 2027 – Juni 2029, dengan target operasi Juli 2029.***
Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harta Djaka Budhi Utama dan Tekanan Reformasi Bea Cukai di Bawah Ancaman Purbaya
BNPB Perbaharui Data Terbaru : Korban Banjir–Longsor Sumatera Tembus 883 Jiwa
Mendagri Minta Bupati Aceh Selatan Segera Pulang dari Umrah: “Warga Sedang Butuh Pemimpin, Bukan Foto Ihram”
Ide Patungan Beli Hutan: Sindiran Baru untuk Negara yang Kehilangan Kepercayaan Publik
Seharian Bersama Wapres Gibran: Menembus Lumpur, Merangkul Luka, dan Menyulam Harapan Korban Banjir Sumatera
Prabowo Pertimbangkan Usulan Bahlil: Kepala Daerah Dipilih DPRD demi Turunkan Ongkos Politik
Gerindra Copot Mirwan MS dari Ketua DPC Aceh Selatan Usai Pergi Umrah di Tengah Bencana
Bupati Absen di Tengah Bencana, Gubernur Aceh Pastikan Teguran Tegas

Berita Terkait

Minggu, 7 Desember 2025 - 07:35 WIB

Harta Djaka Budhi Utama dan Tekanan Reformasi Bea Cukai di Bawah Ancaman Purbaya

Sabtu, 6 Desember 2025 - 20:23 WIB

BNPB Perbaharui Data Terbaru : Korban Banjir–Longsor Sumatera Tembus 883 Jiwa

Sabtu, 6 Desember 2025 - 14:05 WIB

Ide Patungan Beli Hutan: Sindiran Baru untuk Negara yang Kehilangan Kepercayaan Publik

Sabtu, 6 Desember 2025 - 13:03 WIB

Seharian Bersama Wapres Gibran: Menembus Lumpur, Merangkul Luka, dan Menyulam Harapan Korban Banjir Sumatera

Sabtu, 6 Desember 2025 - 09:47 WIB

Prabowo Pertimbangkan Usulan Bahlil: Kepala Daerah Dipilih DPRD demi Turunkan Ongkos Politik

Berita Terbaru