Proyek Whoosh Punya Utang Rp 116 Triliun, Dirut KAI: Masalahnya Sudah Beres!

- Redaksi

Selasa, 10 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemanfaatan teknologi digital dalam pembelian tiket kereta cepat Whoosh. Foto : KCIC

i

Pemanfaatan teknologi digital dalam pembelian tiket kereta cepat Whoosh. Foto : KCIC

JAKARTA, Mevin.ID – Teka-teki mengenai beban utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) yang mencapai angka fantastis Rp 116 triliun tampaknya mulai menemukan titik terang.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin, menegaskan bahwa skema pembayaran utang tersebut kini sudah mendapatkan kepastian.

Dalam keterangannya usai menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta Pusat, Senin (9/2/2026), Bobby menyatakan bahwa solusi atas masalah keuangan proyek strategis nasional ini telah “aman” di bawah arahan langsung Presiden Prabowo Subianto.

Pemerintah Sedang Rumuskan Tata Laksana

Meskipun mengklaim masalah sudah selesai, Bobby menyebutkan bahwa teknis pembayarannya masih dalam tahap finalisasi oleh pihak pemerintah.

“Sudah, sudah beres kan? Waktu itu Presiden (Prabowo Subianto) sudah bilang. Sudah, sudah beres. Tata laksananya lagi dibicarakan pemerintah, sedang dirumuskan,” ujar Bobby singkat kepada awak media.

Persoalan utang Whoosh memang sempat menjadi sorotan tajam publik lantaran adanya pembengkakan biaya (cost overrun) yang mencapai Rp 116 triliun.

Presiden Prabowo sendiri sebelumnya telah menginstruksikan para menteri untuk mencari skenario restrukturisasi terbaik guna memastikan beban keuangan tersebut tidak mengganggu stabilitas fiskal negara.

Restrukturisasi Demi Keberlanjutan Proyek

Senada dengan hal tersebut, Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menjelaskan bahwa proses restrukturisasi keuangan Whoosh memang membutuhkan waktu.

Menurut AHY, langkah ini diambil agar negara hadir mengambil tanggung jawab dalam menjaga nilai ekonomi proyek serta memastikan mobilitas masyarakat tetap berjalan lancar.

Poin Penting Restrukturisasi:

  • Keamanan Fiskal: Memastikan pembayaran utang tidak memberatkan pihak-pihak yang terlibat secara berlebihan.
  • Keberlanjutan Proyek: Menstabilkan keuangan sebelum melanjutkan ekspansi kereta cepat ke wilayah lain.
  • Konektivitas: Menjaga operasional Whoosh sebagai tulang punggung transportasi modern Jakarta-Bandung.

Pemerintah saat ini memprioritaskan penyelesaian detail angka dan mekanisme pembayaran sebelum melangkah ke tahap pengembangan jalur kereta cepat tahap selanjutnya.***

Facebook Comments Box

Editor : Bar Bernad

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Budi Arie: Usut Tuntas Penyerangan Andrie Yunus secara Adil!
Iran “Segel” Selat Hormuz bagi AS dan Israel, Harga Minyak Dunia Langsung Mendidih!
Respons Ketegangan Iran vs AS-Israel, TNI: Siaga 1
Ketum Projo Budi Arie: Kritik Rakyat Adalah Energi Bangsa, Bukan Ancaman!
Heboh Video Pidato Netanyahu Punya 6 Jari, Benarkah Hanya Rekayasa AI?
KPK Tetapkan 2 Tersangka dalam OTT Bupati Cilacap, Ini Bocorannya!
Bareskrim Bongkar Imperium Judol Oei Hengky Wiryo, Rp530 Miliar Disetor ke Kas Negara
Harga Minyak Dunia Meroket, Trump Ancam Bakal ‘Gebuk’ Iran Lebih Parah dalam Sepekan ke Depan

Berita Terkait

Senin, 16 Maret 2026 - 00:28 WIB

Budi Arie: Usut Tuntas Penyerangan Andrie Yunus secara Adil!

Minggu, 15 Maret 2026 - 18:51 WIB

Iran “Segel” Selat Hormuz bagi AS dan Israel, Harga Minyak Dunia Langsung Mendidih!

Minggu, 15 Maret 2026 - 16:01 WIB

Respons Ketegangan Iran vs AS-Israel, TNI: Siaga 1

Sabtu, 14 Maret 2026 - 22:14 WIB

Ketum Projo Budi Arie: Kritik Rakyat Adalah Energi Bangsa, Bukan Ancaman!

Sabtu, 14 Maret 2026 - 22:11 WIB

Heboh Video Pidato Netanyahu Punya 6 Jari, Benarkah Hanya Rekayasa AI?

Berita Terbaru