Jakarta, Mevin.ID – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memasuki usia ke-11 tahun pada Minggu (16/11/2025). Dalam perayaan di Kantor DPP PSI, Jakarta, Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep menekankan pentingnya penguatan struktur partai menjelang Pemilu 2029.
Kaesang menyebut bahwa soliditas organisasi, terutama di tingkat bawah, menjadi kunci menghadapi kontestasi politik ke depan.
“Percuma kalau DPP kuat, tapi bawahannya tidak. Fokus kita adalah struktur. Kalau strukturnya kuat, kita diserang pun tetap berdiri kokoh,” ujarnya.
Putra bungsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo itu juga menanggapi kritik dan cibiran yang kerap ditujukan kepada PSI. Menurutnya, partai berlogo gajah tersebut memilih tetap fokus pada tujuan politik yang mereka perjuangkan.
“Di ulang tahun yang ke-11 ini masih banyak yang mencaci dan menghina. Tapi biarkan saja, yang penting tujuan kita jelas,” kata Kaesang.
PSI Tegaskan Tetap Pro Jokowi
Wakil Ketua Dewan Pembina PSI Grace Natalie kembali menegaskan posisi politik partainya yang tetap mendukung Jokowi. Menurutnya, PSI berkomitmen mengawal pemerintahan Prabowo–Gibran hingga tuntas.
“PSI selalu pro Jokowi. Komitmen kami penuh untuk mengawal Prabowo–Gibran,” ujar Grace.
Ia juga mengingatkan sejumlah pencapaian PSI selama 11 tahun, termasuk pemilihan ketua umum dengan sistem one man, one vote yang diaudit pihak independen, sebagai bagian dari konsep partai super terbuka yang mereka gagas.
Grace turut menyampaikan terima kasih kepada Jokowi yang memberikan dukungan terang-terangan kepada PSI pada konferensi partai Juli 2025. Dukungan itu, menurutnya, membuat semakin banyak tokoh dan simpatisan tertarik bergabung.
Perjalanan 11 Tahun PSI
PSI lahir dari gagasan sekelompok anak muda—Raja Juli Antoni, Grace Natalie, dan Isyana Bagoes Oka—yang berkumpul di sebuah kafe di Jakarta Selatan pada 2014. Partai ini resmi berdiri pada 16 November 2014 dan mendaftarkan diri ke Kemenkumham pada 2016.
Partai tersebut membawa visi politik kerakyatan dan inklusif, dengan trilogi identitas: menebar kebajikan, merawat keragaman, dan meneguhkan solidaritas.
Pada Kongres Juli 2025, PSI memperkenalkan logo baru bergambar gajah yang dinilai mencerminkan kekuatan, keteguhan, kecerdasan, dan solidaritas. Kaesang berharap simbol tersebut dapat merepresentasikan cara PSI bergerak di panggung politik nasional.
“Seperti gajah—besar tapi lembut, kuat namun penuh kearifan—kami ingin PSI menjadi kekuatan politik yang tegas tapi tetap rendah hati,” kata Kaesang.***


























