PSI Tantang Usulan Nasdem: Ambang Batas 8 Persen pun Siap Dihadapi

- Redaksi

Sabtu, 15 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ciamis, Mevin.ID – Ketua Harian Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ahmad Ali menegaskan bahwa partainya siap menghadapi berapa pun angka parliamentary threshold yang akan ditetapkan untuk Pemilu 2029.

Pernyataan ini merespons usulan Partai Nasdem yang ingin menaikkan ambang batas parlemen menjadi 7 persen.

Berbicara di Ciamis, Jawa Barat, Sabtu (15/11/2025), Ali menyebut PSI tidak mempermasalahkan jika ambang batas dinaikkan lebih tinggi. “Delapan persen pun bagi kami hal yang menggembirakan. Kami siap di semua medan pertarungan,” ujar Ali.

Menurutnya, PSI hadir di Pemilu 2029 dengan target menjadi partai pemenang, bukan sekadar pelengkap. Ia mengakui PSI tidak memiliki kekuatan politik di DPR setelah gagal lolos parlemen pada 2024. Karena itu, strategi utama PSI adalah mempersiapkan diri dan memperkuat basis di daerah.

“Kami bukan penguasa politik. Yang bisa kami lakukan adalah menyiapkan diri sebaik-baiknya untuk bertarung di medan yang disiapkan oleh penguasa politik hari ini,” tegasnya.

Ali juga menyatakan bahwa PSI terus melakukan konsolidasi struktur dan meyakini peluang lolos ke DPR tetap terbuka. “Saya banyak tahu tentang partai. Tidak ada pilihan lain selain menyelamatkan diri kami dan menyiapkan diri dengan baik,” kata dia.

Usulan Nasdem: Parliamentary Threshold 7 Persen

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Nasdem Saan Mustopa menyampaikan bahwa partainya kembali mengusulkan ambang batas parlemen dinaikkan menjadi 7 persen. Usulan tersebut disampaikan setelah Mahkamah Konstitusi memerintahkan perubahan ketentuan parliamentary threshold untuk Pemilu 2029.

Saan menyebut angka 7 persen sudah menjadi sikap konsisten Nasdem sejak Pemilu 2014. Usulan ini rencananya akan dibahas bersama partai-partai lain di DPR.***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prabowo Perintahkan Audit Total Toba Pulp Lestari, Negara Mulai Mengetuk Pintu Industri Kehutanan
Pemerintah Cabut 22 Izin Hutan, 1 Juta Hektare Ditertibkan
Ijazah Jokowi Ditunjukkan dalam Gelar Perkara Khusus, Polemik Publik Mulai Mereda
Fadli Zon Luncurkan Buku Sejarah Indonesia 10 Jilid, Fokus Merawat Memori Kolektif Bangsa
Presiden Prabowo: Sumatera Bukan Tempat Wisata Bencana, Pejabat Harus Fokus Bantu Korban
14 Desember Resmi Jadi Hari Sejarah, Fadli Zon Tegaskan Pentingnya Memori Kolektif
Perusahaan Biang Banjir Sumatera Dipetakan, Terancam Pidana dan Ganti Rugi
AS Perketat Akses Masuk, Riwayat Media Sosial Jadi Alat Penyaringan Digital

Berita Terkait

Selasa, 16 Desember 2025 - 12:05 WIB

Prabowo Perintahkan Audit Total Toba Pulp Lestari, Negara Mulai Mengetuk Pintu Industri Kehutanan

Senin, 15 Desember 2025 - 21:21 WIB

Ijazah Jokowi Ditunjukkan dalam Gelar Perkara Khusus, Polemik Publik Mulai Mereda

Senin, 15 Desember 2025 - 20:19 WIB

Fadli Zon Luncurkan Buku Sejarah Indonesia 10 Jilid, Fokus Merawat Memori Kolektif Bangsa

Senin, 15 Desember 2025 - 18:49 WIB

Presiden Prabowo: Sumatera Bukan Tempat Wisata Bencana, Pejabat Harus Fokus Bantu Korban

Senin, 15 Desember 2025 - 18:42 WIB

14 Desember Resmi Jadi Hari Sejarah, Fadli Zon Tegaskan Pentingnya Memori Kolektif

Berita Terbaru