Purbaya Siap Blacklist Importir Balpres: “Kita Harus Lindungi UMKM Kita”

- Redaksi

Rabu, 22 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa

Jakarta, Mevin.ID — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengeluarkan pernyataan tegas terhadap praktik impor pakaian bekas. Ia berencana melakukan blacklist atau memasukkan ke daftar hitam para importir nakal agar tidak bisa lagi beroperasi di pasar Indonesia.

Langkah itu, kata Purbaya, bukan sekadar hukuman, tapi strategi untuk “menyehatkan kembali” industri tekstil dalam negeri yang selama ini kalah bersaing dengan banjir barang bekas impor. “Kita sudah tahu siapa saja pemainnya. Kalau dia yang pernah balpres, saya akan blacklist. Nggak bisa beli impor barang-barang lagi,” ujarnya saat ditemui di kantornya, Rabu (22/10).

Pernyataan itu lahir setelah rapat bersama Dirjen Bea Cukai di Kantor Bea Cukai Rawamangun, Jakarta Timur. Dalam rapat tersebut, Purbaya mengaku baru pertama kali mendengar istilah “balpres” — sebutan untuk baju-baju bekas impor yang dijual kiloan dan marak beredar di pasar tradisional.

Menurutnya, sanksi yang selama ini diberlakukan terlalu ringan. Pelaku hanya dikenai pemusnahan barang bukti atau pidana, tanpa ada denda finansial. “Rupanya selama ini cuma dirusak barangnya, orangnya masuk penjara, tapi negara malah rugi. Ke depan, kita bisa denda juga,” tegasnya.

Salah satu pusat peredaran pakaian bekas impor adalah Pasar Senen, Jakarta Pusat. Purbaya mengatakan pemerintah akan mengisi ruang pasar tersebut dengan produk buatan dalam negeri. “Masa mau menghidupkan UMKM ilegal. Bukan itu tujuan kita,” ujarnya.

Ia berharap, kebijakan ini menjadi momentum untuk menghidupkan kembali industri tekstil nasional dan membuka lebih banyak lapangan kerja. “Kita ingin produsen-produsen tekstil dalam negeri bangkit lagi,” tutupnya.

Langkah ini menjadi sinyal keras pemerintah kepada para pemain besar bisnis pakaian bekas, sekaligus pesan optimisme bagi pelaku UMKM lokal: ruang mereka akan dipertahankan, bukan disisihkan.***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pasokan Bahan Baku Keramik Nasional Terancam, Menperin Hubungi KDM Bahas Moratorium di Jabar
Tak Berizin 10 Tahun, KKP Segel Tambak Udang Perusahaan Asing di Lombok Timur
IHSG Sempat ‘Kebakaran’, Bareskrim Polri Buru Dalang di Balik Indikasi ‘Saham Gorengan’
Dirut BEI Iman Rachman Mundur, Mensesneg: Itu Keputusan Sendiri, Bukan Arahan Pemerintah
Geger Sektor Keuangan! 3 Petinggi OJK Mundur Beruntun Usai Dirut BEI Letakkan Jabatan
Pertamina Patra Niaga Usul Beli LPG 3 Kg Dibatasi 10 Tabung Per KK Mulai April 2026
Tiket Kereta Api Mudik Lebaran 2026 Resmi Dibuka: Ini Jadwal dan Cara Pemesanannya 
Gebrakan “Bersih-Bersih” BUMD: Gubernur Jabar Pangkas Puluhan Perusahaan Jadi Satu Super Holding

Berita Terkait

Kamis, 5 Februari 2026 - 09:06 WIB

Pasokan Bahan Baku Keramik Nasional Terancam, Menperin Hubungi KDM Bahas Moratorium di Jabar

Selasa, 3 Februari 2026 - 17:45 WIB

Tak Berizin 10 Tahun, KKP Segel Tambak Udang Perusahaan Asing di Lombok Timur

Jumat, 30 Januari 2026 - 22:19 WIB

IHSG Sempat ‘Kebakaran’, Bareskrim Polri Buru Dalang di Balik Indikasi ‘Saham Gorengan’

Jumat, 30 Januari 2026 - 19:50 WIB

Dirut BEI Iman Rachman Mundur, Mensesneg: Itu Keputusan Sendiri, Bukan Arahan Pemerintah

Jumat, 30 Januari 2026 - 19:29 WIB

Geger Sektor Keuangan! 3 Petinggi OJK Mundur Beruntun Usai Dirut BEI Letakkan Jabatan

Berita Terbaru