KUDUS, Mevin.ID – Insiden dugaan keracunan massal mengguncang SMAN 2 Kudus pada Kamis (29/1/2026).
Ratusan siswa dilaporkan mengalami gejala mual, pusing, muntah, hingga diare usai menyantap menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan pihak sekolah.
Kronologi dan Gejala
Peristiwa ini mulai terdeteksi setelah sejumlah siswa melaporkan keluhan kesehatan serentak. Gejala tersebut diduga muncul setelah para siswa mengonsumsi menu soto ayam suwir pada Rabu (28/1).
Menurut pengakuan salah satu korban, Dewi Aryani (siswa kelas 12), dirinya langsung merasakan sakit perut sesaat setelah makan. “Kemarin itu menunya soto. Sempat sakit perut langsung, tapi sekarang sudah agak membaik,” ujarnya saat ditemui wartawan.
Beberapa siswa bahkan dilaporkan pingsan saat berada di sekolah, sementara lainnya terpaksa absen karena kondisi fisik yang melemah sejak dari rumah.
Data Korban: Mencapai 488 Siswa
Berdasarkan data sementara, jumlah siswa yang terdampak mencapai 488 orang yang tersebar di kelas X, XI, dan XII. Beberapa kelas dengan dampak terparah di antaranya:
-
Kelas XE 7: 35 siswa
-
Kelas XE 10: 33 siswa
-
Kelas XII F7: 32 siswa
-
Kelas XII F11: 30 siswa
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kudus, Mustiko Wibowo, mengonfirmasi bahwa tim medis telah dikerahkan ke lokasi. “Ada yang diobservasi di sekolah, ada yang dirujuk ke RSUD, RSI, hingga RS Sarkis. Ambulans dan kendaraan BPBD sudah standby di sekolahan,” jelas Mustiko.
Tanggung Jawab SPPG Purwosari
Pihak penyedia makanan, Kepala SPPG Purwosari Kudus, Nasihul Umam, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas insiden ini. Ia menyatakan siap bertanggung jawab penuh atas biaya pengobatan para siswa.
“Kami sudah meminta maaf atas kejadian hari ini. Sebagai bentuk tanggung jawab, kami akan membelikan obat dan mengganti seluruh biaya pengobatan siswa yang terdampak,” tegas Umam.
Saat ini, pendistribusian MBG di SMAN 2 Kudus telah dihentikan sementara. Pihak berwenang masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel soto ayam tersebut untuk memastikan penyebab pasti kontaminasi.***
Editor : Bar Bernad


























