Rentetan Kasus Keracunan Makan Bergizi Gratis Kembali Terjadi di Aceh dan Lampung

- Redaksi

Jumat, 27 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mevin.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mendapat sorotan tajam setelah puluhan anak sekolah dilaporkan mengalami keracunan massal di dua lokasi berbeda, yaitu Bireuen (Aceh) dan Tulang Bawang (Lampung), pada Kamis (26/2/2026).

Insiden ini menambah panjang daftar kasus serupa yang sebelumnya terjadi di Sumatera Utara, Jawa Tengah, dan Sulawesi Tengah.

Rincian Kejadian: 45 Anak di Aceh, 33 Warga di Lampung

Di Simpang Mamplam, Bireuen, sebanyak 45 anak yang terdiri dari siswa TK, PAUD, dan SD dilarikan ke puskesmas dan rumah sakit dengan gejala muntah-muntah hebat pada Kamis malam.

Kepala UPTD Puskesmas Simpang Mamplam, Suryani, mengonfirmasi bahwa sampel makanan (bakso dan susu) telah diambil untuk uji laboratorium.

Sementara itu, di Tulang Bawang, Lampung, sebanyak 33 warga—terdiri dari balita, anak-anak, lansia, dan dewasa—mengalami keracunan usai mengonsumsi menu MBG yang dibawa pulang. Mereka langsung mendapat perawatan di RSUD Menggala.

Paket Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan melalui SPPG Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen, diduga menyebabkan puluhan anak mengalami keracunan

Evaluasi Standar Higiene dan Sanitasi

Rentetan kasus keracunan ini memicu kritik keras terkait kelayakan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Kasus sebelumnya di SMA Negeri 2 Kudus bahkan terbukti disebabkan oleh kontaminasi bakteri Escherichia coli (E-Coli) pada makanan yang disajikan.

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan bahwa dapur SPPG yang terlibat terbukti belum memenuhi standar kelayakan, sanitasi, dan higiene pangan.

“Kejadian ini harus menjadi pembelajaran bagi seluruh penyelenggara MBG agar standar kebersihan dan keamanan pangan tidak ditawar,” tegas Nanik.

Tanggapan dan Permintaan Maaf BGN

Kepala BGN, Dadan Hindayana, secara resmi menyampaikan permintaan maaf atas insiden yang menimpa para penerima manfaat.

BGN berjanji akan melakukan perbaikan sistematis dan memperketat pengawasan terhadap seluruh dapur penyedia makan guna mencegah kejadian serupa terulang di masa depan.

Saat ini,investigasi menyeluruh sedang dilakukan terhadap SPPG yang terlibat untuk memastikan program MBG tetap berjalan aman dan sesuai tujuan awalnya.***

Facebook Comments Box

Editor : Bar Bernad

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Antrean Truk Sampah Mengular 8 KM di Jalan Siliwangi Pasca-Longsor TPST Bantargebang
Waspada Penyakit Campak saat Mudik: Mudah Menular, Kasus di Jabar Melonjak
Penemuan Jasad Sopir di Sukaraja Wetan Gegerkan Warga Jatiwangi, Korban Diduga Meninggal 4 Hari Lalu
Tiket Mudik Gratis 2026 Jabar Tersisa 1.012 Kursi: Buruan Daftar, Catat Rute dan Cara Pesannya!
Operasi Ketupat Lodaya 2026: Sebanyak 26.692 Personel Gabungan Siap Amankan Arus Mudik Lebaran di Jabar
Agim, Kursi Kosong di SMKN 4 Garut, dan Mimpi yang Tergadai di Atas Materai
Horor Flyover Pasupati, Kasus Percobaan Bunuh Diri Makin Meningkat: Ini Antisipasi Pemkot Bandung 
Geger “Lele Mentah” dalam Kotak Makan, SMAN 2 Pamekasan Tolak 1.022 Porsi Menu Makan Bergizi Gratis

Berita Terkait

Kamis, 12 Maret 2026 - 13:44 WIB

Antrean Truk Sampah Mengular 8 KM di Jalan Siliwangi Pasca-Longsor TPST Bantargebang

Kamis, 12 Maret 2026 - 10:00 WIB

Waspada Penyakit Campak saat Mudik: Mudah Menular, Kasus di Jabar Melonjak

Rabu, 11 Maret 2026 - 23:46 WIB

Penemuan Jasad Sopir di Sukaraja Wetan Gegerkan Warga Jatiwangi, Korban Diduga Meninggal 4 Hari Lalu

Rabu, 11 Maret 2026 - 13:25 WIB

Tiket Mudik Gratis 2026 Jabar Tersisa 1.012 Kursi: Buruan Daftar, Catat Rute dan Cara Pesannya!

Rabu, 11 Maret 2026 - 12:53 WIB

Operasi Ketupat Lodaya 2026: Sebanyak 26.692 Personel Gabungan Siap Amankan Arus Mudik Lebaran di Jabar

Berita Terbaru