RI Dukung Inisiatif Brasil Jaga Hutan Tropis Dunia di KTT Iklim Belem

- Redaksi

Sabtu, 8 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Foto/ Hasyim S Djojohadikusumo di KTT Iklim Belem, Brasil/ Dok. Istimewa

Foto: Foto/ Hasyim S Djojohadikusumo di KTT Iklim Belem, Brasil/ Dok. Istimewa

Jakarta, Mevin.ID — Indonesia menegaskan komitmennya terhadap aksi iklim global dengan memberikan dukungan penuh pada inisiatif Tropical Forests Forever Facility (TFFF) yang diluncurkan Presiden Brasil, Luiz Inácio Lula da Silva, di Belem.

Dukungan tersebut disampaikan oleh Utusan Khusus Presiden untuk Iklim dan Energi, Hashim S. Djojohadikusumo, yang hadir mewakili Presiden Prabowo Subianto.

Dalam forum para pemimpin dunia, Hashim memuji terobosan Presiden Lula yang menghadirkan mekanisme pembiayaan inovatif untuk menjaga hutan tropis—paru-paru bumi yang memainkan peran kritis dalam mencapai target suhu 1,5°C.

“Ini langkah penting memperkuat kolaborasi global lintas pemangku kepentingan dalam melindungi hutan tropis,” ujar Hashim dalam pernyataan resmi, Jumat (7/11/2025).

Indonesia Siap Samakan Kontribusi Brasil

Sebagai negara dengan hutan tropis terluas ketiga di dunia, Indonesia menyambut TFFF sebagai skema pembiayaan berkelanjutan yang memberi insentif bagi konservasi berbasis masyarakat dan komunitas adat. Presiden Prabowo, kata Hashim, juga berkomitmen menyamai kontribusi Brasil terhadap fasilitas tersebut sebagai bentuk solidaritas sesama negara berhutan tropis.

Dalam suasana penuh persahabatan, Presiden Lula bahkan memberikan pelukan kepada Hashim, sekaligus menitipkan pesan bahwa Indonesia memiliki “seorang sahabat di Brasil”.

Dorong Negara Maju Terlibat Lebih Serius

Indonesia mendorong negara maju untuk aktif mendukung TFFF tidak hanya lewat pendanaan, tetapi juga transfer teknologi dan penguatan kapasitas lokal. Menurut Hashim, dukungan global penting agar hutan tropis tetap memberi manfaat bagi generasi mendatang.

Komitmen Iklim Indonesia: Net Zero 2060, FoLU Net Sink 2030

Di KTT Iklim Belem, Indonesia membawa pesan tegas: komitmen untuk memperkuat aksi iklim nasional tetap solid.

Presiden Prabowo sebelumnya telah menargetkan:

  • Net-zero emission paling lambat 2060,
  • Pertumbuhan ekonomi berkelanjutan hingga 8%,
  • Pengurangan emisi 1,2–1,5 gigaton CO₂ pada 2035 melalui SNDC,
  • FoLU Net Sink 2030 yang menargetkan pengurangan bersih 92–118 juta ton CO₂.

Transisi energi bersih juga terus dikebut melalui pengembangan energi terbarukan, biofuel, hingga rencana pembangkit listrik tenaga nuklir. Pemerintah baru saja mengesahkan Perpres Waste-to-Energy dan Perpres Nilai Ekonomi Karbon sebagai landasan pembiayaan dekarbonisasi.

Deforestasi Turun 75%, Komitmen untuk Hutan Adat

Indonesia mencatat capaian penting: tingkat deforestasi rata-rata tahunan turun 75% sejak 2019, terendah dalam 20 tahun terakhir. Pemerintah juga memperkuat konservasi keanekaragaman hayati termasuk pembangunan koridor gajah dan inisiatif konservasi berbasis masyarakat.

Indonesia pun mengelola sekitar 17% cadangan karbon biru dunia—setara 3,4 gigaton CO₂—yang vital bagi ketahanan pesisir.

Dalam aspek keadilan iklim, Presiden Prabowo menargetkan 1,4 juta hektare hutan adat akan diakui dan dialokasikan kepada masyarakat adat dalam empat tahun ke depan.

“Indonesia siap memimpin, bekerja sama, dan berkontribusi untuk membangun dunia yang tangguh terhadap perubahan iklim—dunia di mana tak ada satu pun yang tertinggal,” tutup Hashim.***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tangan Diborgol, Wali Kota Madiun Maidi Resmi Ditahan KPK Terkait Kasus Pemerasan & Gratifikasi
Pakai Rompi Oranye KPK, Bupati Pati Sudewo Bantah Peras Calon Perangkat Desa Rp2,6 Miliar
GUN Ketua LSM Sniper Diperiksa KPK Terkait Korupsi Bupati Bekasi Ade Kunang
Terjaring OTT Jual Beli Jabatan, Bupati Pati Sudewo Tiba di Gedung Merah Putih KPK
Cinta di Balik Air Bah, Kisah Induk Gajah Melawan Arus Dahsyat Demi Sang Anak
TKW Korban Penganiayaan di Oman Diselamatkan Pekerja Indonesia, Eka Diduga Jadi Korban TPPO
Kabar Baik untuk Pegawai Inti SPPG: Status PPPK Resmi Per 1 Februari 2026, Bagaimana Nasib Relawan dan Staf Lain?
Wapres Gibran di Tasikmalaya: Perkuat Ekonomi Rakyat hingga Pantau Inovasi AI di Pesantren

Berita Terkait

Rabu, 21 Januari 2026 - 08:48 WIB

Tangan Diborgol, Wali Kota Madiun Maidi Resmi Ditahan KPK Terkait Kasus Pemerasan & Gratifikasi

Rabu, 21 Januari 2026 - 08:02 WIB

Pakai Rompi Oranye KPK, Bupati Pati Sudewo Bantah Peras Calon Perangkat Desa Rp2,6 Miliar

Selasa, 20 Januari 2026 - 16:00 WIB

GUN Ketua LSM Sniper Diperiksa KPK Terkait Korupsi Bupati Bekasi Ade Kunang

Selasa, 20 Januari 2026 - 15:06 WIB

Terjaring OTT Jual Beli Jabatan, Bupati Pati Sudewo Tiba di Gedung Merah Putih KPK

Selasa, 20 Januari 2026 - 13:32 WIB

Cinta di Balik Air Bah, Kisah Induk Gajah Melawan Arus Dahsyat Demi Sang Anak

Berita Terbaru