RI Serukan DK PBB Ambil Langkah Nyata Akhiri Penderitaan Palestina

- Redaksi

Rabu, 22 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI Arrmanatha Nasir menyampaikan sambutannya pada Sidang Darurat Majelis Umum PBB (ESS-10) yang membahas tindakan Israel terhadap Palestina di New York, Rabu (4/12/2024) waktu setempat. (ANTARA/HO-Kemlu RI)

Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI Arrmanatha Nasir menyampaikan sambutannya pada Sidang Darurat Majelis Umum PBB (ESS-10) yang membahas tindakan Israel terhadap Palestina di New York, Rabu (4/12/2024) waktu setempat. (ANTARA/HO-Kemlu RI)

Jakarta, Mevin.ID – Wakil Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir menyampaikan seruan tegas, agar Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) segera mengambil langkah nyata untuk mengakhiri penderitaan rakyat Palestina, setelah kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas.

Hal itu disampaikan Armanatha, dalam Sidang Terbuka di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB), New York, Amerika Serikat, yang membahas isu Timur Tengah dan Palestina, pada Senin (20/1/2025).

“Kami menyambut baik tercapainya gencatan senjata di Gaza, dan kesepakatan ini harus menjadi langkah awal mencapai perdamaian di Timur Tengah,” ujar Arrmanatha melalui keterangan pers Kemlu RI, Selasa (21/1/2025).

Namun, Armanatha juga menyesalkan bahwa kesepakatan tersebut baru tercapai setelah jatuh puluhan ribu korban jiwa.

“DK PBB harus memastikan setiap fase kesepakatan ini dijalankan sepenuhnya dan menghentikan siklus kekerasan yang terus berulang,” tegasnya.

Lebih lanjut, Arrmanatha juga menyoroti pembangunan pemukiman ilegal di wilayah Tepi Barat dan Yerusalem Timur yang terus meluas, yang disertai dengan kekerasan dan impunitas yang semakin tak terkendali.

Dalam pernyataannya, Arrmanatha menyampaikan dua hal yang harus menjadi fokus utama pasca disepakatinya gencatan senjata, yaitu yang pertama, perlunya mengakhiri krisis kemanusiaan di Gaza.

Arrmanatha menyerukan agar bantuan kemanusiaan dapat segera disalurkan tanpa hambatan, sejalan dengan seruan Sekjen PBB.

Ia juga menekankan pentingnya jaminan keselamatan bagi pekerja kemanusiaan dan mendesak agar upaya rekonstruksi Gaza mulai dipersiapkan, termasuk pencabutan blokade 18 tahun yang telah melumpuhkan perekonomian Gaza.

“Peran UNRWA (Badan PBB untuk pengungsi Palestina) sangat krusial dalam mencapai langkah-langkah tersebut. DK PBB harus melindungi UNRWA dari segala ancaman dan kampanye disinformasi yang menyerang lembaga ini,” katanya.

Upaya kedua yang perlu menjadi fokus adalah mengembangkan solusi politik yang komprehensif untuk mengakhiri konflik Israel dan Palestina, dengan mendukung solusi dua negara sebagai jalan menuju perdamaian.

Wamenlu RI pun menegaskan bahwa solusi dua negara adalah satu-satunya jalan menuju masa depan yang adil bagi Palestina dan Israel. “Alternatif lain hanya akan menghasilkan apartheid dan penindasan,” ujarnya.

Selanjutnya, Arrmanatha mengajak masyarakat internasional untuk mendorong dialog yang tulus guna mengatasi akar masalah kolonialisme dan ketidakadilan sejarah di Palestina.

Dia juga menyerukan dukungan penuh dan komitmen Indonesia untuk mensukseskan High Level International Conference on the Implementation of the Two-State Solution, yang akan berlangsung pada Juni mendatang, sebagai langkah konkret untuk mewujudkan perdamaian.

Wamenlu RI lebih lanjut juga mengajak DK PBB untuk dapat menegaskan relevansinya di tengah situasi global yang semakin kompleks.

Untuk itu, dia menyerukan terutama kepada negara anggota tetap DK PBB untuk menghentikan kebuntuan dan mendorong reformasi di DK PBB.

“Sejarah akan menilai apakah DK PBB mampu bangkit menghadapi tantangan atau justru menjadi tidak relevan,” kata Arrmanatha.

Sesi Debat Terbuka DK PBB kali ini dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Aljazair Ahmed Attaf, yang menjabat sebagai Presiden DK PBB pada Januari.

Agenda “Middle East, including the Palestinian Question” telah menjadi salah satu agenda utama DKK PBB selama lebih dari tujuh dekade dan dibahas secara berkala setiap tiga bulan.

Partisipasi aktif Indonesia dalam Sidang itu menunjukkan komitmen teguh terhadap perjuangan bangsa Palestina.

Hal tersebut sejalan dengan pernyataan Menteri Luar Negeri RI Sugiono dalam Pernyataan Pers Tahunan Menlu pada awal Januari.

Sidang tersebut juga dihadiri oleh tujuh negara pada tingkat menteri, antara lain Palestina, Slovenia, Kolombia, Namibia dan Sierra Leone, yang meneguhkan isu Palestina sebagai isu yang menjadi perhatian tinggi dari banyak negara. (*)

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Yaqut Cholil Qoumas Ajukan Praperadilan Kasus Korupsi Kuota Haji, Begini Reaksi KPK
Gegara Data Pelamar Bocor, Komdigi Nonaktifkan 3 Pejabat
Bersihkan “Telur Busuk”, Prabowo Beri Sinyal Copot Pejabat dan Buru Oknum Perusak Lingkungan
Musim Dingin “Tanpa Henti”: Ratusan Rumah di Inggris Terendam Banjir Akibat Hujan Ekstrem
Skandal Ekspor CPO 2022-2024: Negara Rugi Rp14,3 Triliun, Kejagung Bongkar Modus “Sulap” Kode HS
Skandal Ekspor CPO: Kejagung Tetapkan 11 Tersangka, Seret Pejabat Bea Cukai hingga Kemenperin
Update Kasus Cempaka Putih: 3 Pelajar Penyiram Cairan Kimia Ditangkap, Polisi Sebut Korban Dipilih Secara Acak
Pramono Anung Minta Pelajar Penyiram Air Keras di Cempaka Putih Ditindak Tegas: Tidak Ada Kompromi!

Berita Terkait

Rabu, 11 Februari 2026 - 15:00 WIB

Yaqut Cholil Qoumas Ajukan Praperadilan Kasus Korupsi Kuota Haji, Begini Reaksi KPK

Rabu, 11 Februari 2026 - 14:44 WIB

Gegara Data Pelamar Bocor, Komdigi Nonaktifkan 3 Pejabat

Rabu, 11 Februari 2026 - 06:59 WIB

Musim Dingin “Tanpa Henti”: Ratusan Rumah di Inggris Terendam Banjir Akibat Hujan Ekstrem

Rabu, 11 Februari 2026 - 06:57 WIB

Skandal Ekspor CPO 2022-2024: Negara Rugi Rp14,3 Triliun, Kejagung Bongkar Modus “Sulap” Kode HS

Rabu, 11 Februari 2026 - 06:53 WIB

Skandal Ekspor CPO: Kejagung Tetapkan 11 Tersangka, Seret Pejabat Bea Cukai hingga Kemenperin

Berita Terbaru

Berita

Gegara Data Pelamar Bocor, Komdigi Nonaktifkan 3 Pejabat

Rabu, 11 Feb 2026 - 14:44 WIB