Ribuan BPJS PBI Dinonaktifkan Kemensos, Dedi Mulyadi: Pemprov Jabar Ambil Alih Pembayaran Warga Tak Mampu

- Redaksi

Senin, 9 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) terpantau hadir di kegiatan Rapat Paripurna Hari Ulang Tahun Kabupaten Karawang ke-392 tahun, di ruang Rapat Paripuna DPRD Karawang, Minggu (14/9/2025).

i

Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) terpantau hadir di kegiatan Rapat Paripurna Hari Ulang Tahun Kabupaten Karawang ke-392 tahun, di ruang Rapat Paripuna DPRD Karawang, Minggu (14/9/2025).

BANDUNG, Mevin.ID – Kabar baik bagi warga Jawa Barat yang kepesertaan BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI)-nya mendadak nonaktif.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyatakan siap mengambil alih pembayaran iuran bagi warga yang benar-benar tidak mampu agar tetap mendapatkan layanan kesehatan.

Langkah ini diambil menyusul kebijakan Kementerian Sosial (Kemensos) yang menonaktifkan jutaan kepesertaan PBI JKN di seluruh Indonesia per 1 Februari 2026 berdasarkan SK Mensos Nomor 3/HUK/2026.

Fokus pada Pasien Penyakit Kronis

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan bahwa Pemprov Jabar tidak akan tinggal diam melihat warganya menderita akibat status asuransi yang dicoret. Ia menyoroti banyaknya pasien penyakit berat yang kini terhambat perawatannya di rumah sakit.

“Saya sampaikan hari ini banyak sekali penderitaan yang dialami. Mereka yang kanker harus kemoterapi, thalassemia harus transfusi darah, hingga gagal ginjal yang harus cuci darah,” ujar Dedi Mulyadi, Minggu (8/2/2026).

Menurut Dedi, penonaktifan sepihak dari pusat ini sempat membuat sejumlah rumah sakit menolak memberikan layanan karena status BPJS pasien yang tidak lagi aktif.

Pendataan Ulang dan Jaminan Pemprov

Dedi menginstruksikan jajarannya untuk segera melakukan identifikasi dan pendataan ulang terhadap warga Jawa Barat yang masuk kategori tidak mampu dan memerlukan pengobatan jangka panjang.

“Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera mengambil langkah untuk mendata seluruh warga yang betul-betul tidak mampu. Untuk jaminan asuransi kesehatannya, BPJS-nya akan dibayarkan oleh Pemerintah Provinsi,” tegas mantan Bupati Purwakarta tersebut.

Himbauan bagi Warga Mampu

Di sisi lain, Gubernur Jabar juga mengajak warga yang memiliki kemampuan ekonomi untuk tetap mandiri dalam mengasuransikan kesehatannya.

Hal ini bertujuan agar subsidi pemerintah tepat sasaran bagi mereka yang benar-benar membutuhkan.

“Bagi mereka yang mampu, agar mengasuransikan kesehatannya secara mandiri supaya saat susah ada jaminan untuk pengobatan,” tambahnya.

Kebijakan penonaktifan PBI JKN ini memang memberikan dampak masif di berbagai wilayah Jawa Barat. Tercatat sekitar 164 ribu warga di Kabupaten Sukabumi dan 150 ribu warga di Kabupaten Bogor terdampak oleh kebijakan Kemensos tersebut pada awal tahun 2026 ini.***

Facebook Comments Box

Editor : Bar Bernad

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Badai OTT di Cilacap: KPK Amankan Bupati Syamsul Auliya dan 26 Orang Lainnya
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras, Alami Luka Bakar 24 Persen
DK PBB Memanas! AS Bentrok dengan Rusia-China Soal Nuklir Iran
BREAKING NEWS : KPK Gelar OTT di Cilacap, Bupati Syamsul Auliya Rachman Diamankan
Babak Akhir Polemik Ijazah Jokowi: Usai Bertemu Wapres Gibran, Rismon Sianipar Akui Temuannya Keliru
Ujian Kesabaran Jokowi: Rekonsiliasi atau Penegakan Hukum dalam Kasus Rismon Sianipar?
687 Orang Tewas Akibat Serangan Israel, Termasuk 98 Anak-Anak dan Paramedis
Dunia di Ambang Perang Baru: Rudal Inggris Hantam Bryansk, Rusia Tuduh London Terlibat Langsung

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 20:40 WIB

Badai OTT di Cilacap: KPK Amankan Bupati Syamsul Auliya dan 26 Orang Lainnya

Jumat, 13 Maret 2026 - 19:48 WIB

Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras, Alami Luka Bakar 24 Persen

Jumat, 13 Maret 2026 - 17:05 WIB

DK PBB Memanas! AS Bentrok dengan Rusia-China Soal Nuklir Iran

Jumat, 13 Maret 2026 - 16:57 WIB

BREAKING NEWS : KPK Gelar OTT di Cilacap, Bupati Syamsul Auliya Rachman Diamankan

Jumat, 13 Maret 2026 - 13:17 WIB

Babak Akhir Polemik Ijazah Jokowi: Usai Bertemu Wapres Gibran, Rismon Sianipar Akui Temuannya Keliru

Berita Terbaru