GARUT, Mevin.ID – Sebuah insiden tak terduga menjadi bukti nyata kondisi infrastruktur jalan di wilayah pelosok Kabupaten Garut. Bupati dan sejumlah pejabat dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kejaksaan Negeri (Kejari), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), hingga Unit Pelaksana Teknis (UPT) PUPR Cisewu secara langsung merasakan sulitnya akses transportasi saat kendaraan mereka terjebak di jalur penghubung Desa Karangsewu dan Desa Panggalih, Kecamatan Cisewu.
Kunjungan kerja yang semula bertujuan meninjau progres pembangunan infrastruktur justru berubah menjadi pengalaman langsung menelusuri jalan yang masih “jauh dari kata mantap”.
Kejadian tersebut terekam dalam sebuah video yang diunggah oleh akun Instagram @mediainfojabar pada Rabu (7/1/2026) dan menjadi viral, memancing berbagai tanggapan dari warganet.
Insiden ini dipandang sebagai pengingat dan bukti otentik di lapangan bahwa percepatan pembangunan jalan di wilayah terpencil seperti Cisewu bukan sekadar angka di atas kertas atau program semata, melainkan kebutuhan mendesak yang harus segera dituntaskan. Kelancaran mobilitas warga dan roda ekonomi lokal sangat bergantung pada kondisi akses jalan yang memadai.
Percepatan pembangunan jalan di wilayah pelosok Cisewu sejatinya adalah kebutuhan mendesak yang harus segera dituntaskan demi kelancaran mobilitas dan ekonomi masyarakat. Selama ini masyarakat berjuang melewati jalur ekstrem tersebut demi menjaga kelangsungan hidup.
Di kolom komentar, warganet menyoroti ironi kondisi infrastruktur. Salah satu pengguna bernama febby.elma berkomentar, “Menting keun heula nyieun GOR ari jalan masih butut ngajabat geus 6 tahun mantap lah pokokna” (Lebih penting bikin GOR, jalan masih butut [pejabat] sudah menjabat 6 tahun, mantap pokoknya).
Komentar lain dari qibiel.23 menambahkan, “Can sabaraha ieu mah urang pernah balik ti cisewu motor turun mesin” (Belum seberapa ini, kami pernah pulang dari Cisewu motor sampai turun mesin).
Tanggapan-tanggapan tersebut merefleksikan keluhan warga yang telah lama berjuang dengan kondisi jalan yang rusak parah, yang tidak hanya mengganggu kenyamanan tetapi juga menyebabkan kerusakan kendaraan dan menghambat aktivitas sehari-hari.
Kejadian terjebaknya para pejabat ini diharapkan dapat menjadi momentum evaluasi dan pemicu akselerasi perbaikan infrastruktur jalan di daerah tersebut, agar komitmen pembangunan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di pelosok.***
Editor : Atep K


























