JAKARTA, Mevin.ID – Langkah PT Agrinas Pangan Nusantara mengimpor 105.000 unit mobil pickup asal India untuk menunjang operasional Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih menuai sorotan.
Pasalnya, nilai investasi proyek ini mencapai angka yang fantastis, yakni Rp 24,66 triliun. Pertanyaan besar pun mengemuka: dari mana sumber pendanaan sebesar itu?
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, akhirnya membuka tabir sumber pembiayaan proyek tersebut. Dalam konferensi pers APBN KiTA di kantornya, Senin (23/2/2026), ia menjelaskan bahwa dana tersebut tidak akan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) secara langsung.
Purbaya mengungkapkan, skema pendanaannya dilakukan melalui pinjaman dari bank-bank Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) kepada Kopdes Merah Putih.
Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Keuangan, akan hadir sebagai penjamin dengan mencicil pinjaman tersebut senilai Rp 40 triliun per tahun selama enam tahun ke depan.
“Komposisi dana Kopdes Merah Putih adalah, mereka meminjam uang dari bank Himbara. Kewajiban saya (Kementerian Keuangan) adalah setiap tahun kira-kira akan menyicil pinjamannya sebesar Rp 40 triliun selama 6 tahun ke depan,” ujar Purbaya.
Lebih lanjut, Purbaya menegaskan bahwa risiko fiskal dari proyek ini sudah diperhitungkan dengan matang.
Pasalnya, cicilan tahunan sebesar Rp 40 triliun tersebut tidak berasal dari sumber baru, melainkan hasil realokasi dari dana yang sudah dianggarkan, yaitu Dana Desa.
“Jadi untuk saya sih risikonya clear, nggak ada tambahan dari sisi fiskal karena setiap tahun pun itu sebagian uangnya dipindahkan dari uang Dana Desa. Jadi setiap tahun pun memang kita belanja segitu, cuma sekarang cara belanjanya berubah,” jelasnya.
Kebijakan realokasi ini pun telah dituangkan dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 7 Tahun 2026 tentang Pengelolaan Dana Desa Tahun Anggaran 2026.
Dalam Pasal 15 ayat (3) beleid yang diteken pada 12 Februari 2026 itu, disebutkan bahwa 58,03 persen dari total pagu Dana Desa 2026 yang mencapai Rp 60,57 triliun, atau setara Rp 34,57 triliun, dialokasikan untuk mendukung program Kopdes Merah Putih.
Dana tersebut akan digunakan untuk membayar angsuran pinjaman dalam rangka pembangunan fisik gerai, pergudangan, serta kelengkapan gerai Kopdes.
Sebelumnya, rencana impor dalam jumlah besar ini sempat mendapat sorotan dari berbagai pihak, termasuk Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, yang meminta agar proses impor ditunda.
Kekhawatiran lain juga muncul terkait potensi dampak terhadap tenaga kerja lokal, di mana diperkirakan 6.000 tenaga kerja Indonesia bisa terkena imbas dari kebijakan ini.***
Penulis : Atep K
Editor : Bar Bernad





![BPTJ akan membatasi truk angkutan barang di masa libur Nataru 2023, mulai 24 Desember. [ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/tom]](https://mevin.id/wp-content/uploads/2026/03/29108-jalan-tol-jakarta-cikampek-ditutup-imbas-demo-buruh-di-cikarang-225x129.webp)





![BPTJ akan membatasi truk angkutan barang di masa libur Nataru 2023, mulai 24 Desember. [ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/tom]](https://mevin.id/wp-content/uploads/2026/03/29108-jalan-tol-jakarta-cikampek-ditutup-imbas-demo-buruh-di-cikarang-360x200.webp)














