Ruang Udara Timur Tengah Ditutup, Pemerintah Siagakan Tim Mitigasi Pantau Jamaah Umrah di Arab Saudi

- Redaksi

Minggu, 1 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Arsip foto - Menhaj RI Moch. Irfan Yusuf (tengah) dalam acara forum Saudi-Indonesian Umrah Co.Exchange di Makkah, Arab Saudi pada Senin (16/2/2026). ANTARA/HO-Kemenhaj/pri.

i

Arsip foto - Menhaj RI Moch. Irfan Yusuf (tengah) dalam acara forum Saudi-Indonesian Umrah Co.Exchange di Makkah, Arab Saudi pada Senin (16/2/2026). ANTARA/HO-Kemenhaj/pri.

JEDDAH, Mevin.ID – Pemerintah Indonesia melalui Kantor Urusan Haji (KUH) Jeddah bergerak cepat melakukan langkah mitigasi terhadap jamaah umrah Indonesia.

Langkah ini diambil menyusul penutupan ruang udara di sejumlah negara kawasan Timur Tengah akibat meningkatnya eskalasi keamanan regional.

Staf Teknis Urusan Haji KUH Jeddah, Muhammad Ilham Effendy, menyatakan bahwa pihaknya telah membentuk tim khusus untuk mengantisipasi potensi keterlambatan atau pembatalan penerbangan jamaah.

Siagakan Tiga Tim di Titik Bandara

Untuk memastikan jamaah mendapatkan pendampingan yang optimal, KUH Jeddah telah menyebar personel di tiga titik strategis bandara di Arab Saudi.

“KUH telah membentuk tiga tim yang bekerja dalam tiga shift dan disebar di tiga titik bandara, yakni Terminal 1, Terminal 2 (eks Saudia), dan Terminal Haji. Langkah ini untuk memastikan pendampingan dan koordinasi berjalan optimal bagi jamaah yang terdampak perubahan jadwal penerbangan,” ujar Ilham dalam keterangan resminya, Minggu (1/3/2026).

Langkah ini diambil setelah sejumlah negara tetangga Arab Saudi, seperti Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, Irak, dan Suriah, dilaporkan menutup ruang udara mereka.

Sementara itu, Arab Saudi, Oman, Yordania, dan Lebanon masih beroperasi secara terbatas dengan status waspada.

Arab Saudi Tetap Aman dan Terkendali

Meski situasi regional memanas, Pemerintah memastikan bahwa kondisi di dalam wilayah Arab Saudi saat ini tetap aman dan terkendali.

Aktivitas masyarakat masih berjalan normal dengan peningkatan kewaspadaan sesuai standar keamanan yang berlaku.

Guna mencegah jamaah tertahan (stranded) di bandara, KUH Jeddah terus menjalin komunikasi intensif dengan:

  • Maskapai penerbangan.
  • Travel penyelenggara umrah.
  • Syarikah (mitra travel di Arab Saudi).

Imbauan untuk WNI: Tetap Tenang

Di sisi lain, KBRI Riyadh mengeluarkan imbauan resmi agar seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) di Arab Saudi tetap tenang dan tidak panik menghadapi dinamika keamanan kawasan. WNI diminta untuk selalu memantau informasi resmi dari otoritas setempat dan perwakilan RI.

Pemerintah Indonesia menegaskan akan terus melakukan pemantauan ketat guna memastikan keamanan, keselamatan, dan kenyamanan jamaah umrah tetap terjaga di tengah situasi yang berkembang.

Masyarakat juga diimbau untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi (hoaks) dan selalu merujuk pada sumber resmi pemerintah.***

Facebook Comments Box

Editor : Bar Bernad

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Refleksi Tragedi Kemanusiaan, Elemen Sipil Desak Pemerintah RI Keluar dari ‘Board of Peace’
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 1,45 Ton Sianida, Bahan Kimia Mematikan Ilegal Asal Filipina
Strategi Chip AI Trump: Syaratkan Investasi di AS bagi Negara yang Ingin Impor Teknologi Canggih
Polisi Resmi Tahan Richard Lee, Dinilai Hambat Penyidikan dan Mangkir Demi ‘Live’ TikTok
Pemerintah Resmi Batasi Akses Platform Digital bagi Anak di Bawah 16 Tahun
Efek Perang Timur Tengah: Menkeu Purbaya Buka Opsi ‘Berbagi Beban’ Kenaikan Harga BBM Subsidi
Trump Remehkan Lonjakan Harga BBM: “Menang Perang Lawan Iran Jauh Lebih Penting!”
Modus Perusahaan Keluarga: KPK Ungkap Direktur Perusahaan Pemenang Proyek Ternyata ART Bupati Fadia

Berita Terkait

Sabtu, 7 Maret 2026 - 18:04 WIB

Refleksi Tragedi Kemanusiaan, Elemen Sipil Desak Pemerintah RI Keluar dari ‘Board of Peace’

Sabtu, 7 Maret 2026 - 13:49 WIB

TNI AL Gagalkan Penyelundupan 1,45 Ton Sianida, Bahan Kimia Mematikan Ilegal Asal Filipina

Sabtu, 7 Maret 2026 - 12:59 WIB

Strategi Chip AI Trump: Syaratkan Investasi di AS bagi Negara yang Ingin Impor Teknologi Canggih

Sabtu, 7 Maret 2026 - 04:35 WIB

Polisi Resmi Tahan Richard Lee, Dinilai Hambat Penyidikan dan Mangkir Demi ‘Live’ TikTok

Sabtu, 7 Maret 2026 - 00:31 WIB

Pemerintah Resmi Batasi Akses Platform Digital bagi Anak di Bawah 16 Tahun

Berita Terbaru