BANDUNG, Mevin.ID – Setelah bertahun-tahun warga Dayeuhkolot “curhat” lewat spanduk protes hingga aksi di jalanan, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi akhirnya memberikan jawaban tegas.
Jembatan Sasak Geulis yang kondisinya kian memprihatinkan sejak 2021 dipastikan mulai dibangun tahun ini.
Melalui unggahan di media sosial pribadinya, Gubernur yang akrab disapa KDM ini mengakui bahwa jembatan tersebut sepenuhnya merupakan wewenang Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Dua Konsep Pembangunan: Lurus atau Meninggi?
Dedi Mulyadi memaparkan ada dua skema pembangunan yang saat ini sedang dipertimbangkan, terkait dengan efektivitas dan masukan dari berbagai pihak:
Konsep Pertama (Lurus): Pembangunan jembatan mengikuti level yang ada saat ini (tidak ditinggikan). Konsep ini menelan biaya sekitar Rp60 miliar dan anggarannya sudah dialokasikan. Jika konsep ini yang dipilih, pengerjaan bisa langsung dieksekusi tahun ini.
Konsep Kedua (Ditinggikan): Pembangunan jembatan dengan posisi lebih tinggi sesuai saran teknis (BBWS). Konsep ini membutuhkan anggaran total hingga Rp100 miliar karena ada penambahan biaya sekitar Rp40 miliar hingga Rp50 miliar dari alokasi awal.
“Jika jembatannya lurus, tidak meninggi, hal itu bisa dilakukan tahun ini. Namun jika perlu ditinggikan, total biayanya bertambah lagi sekitar 50 miliar dari alokasi yang ada. Kami akan tetap melaksanakan karyanya tahun ini,” tegas Dedi Mulyadi.
Baca juga : Nyali Warga Dayeuhkolot Diuji Setiap Hari, Kapan Sasak Geulis Diperbaiki?
Progres Pengadaan Lahan
KDM juga mengungkapkan bahwa saat ini pemerintah sedang menjalankan proses pengadaan atau akuisisi lahan untuk mendukung pembangunan struktur jembatan yang baru.
Ia menegaskan bahwa proyek ini tidak bisa instan karena melibatkan perencanaan yang matang dan pembiayaan yang besar.
Permohonan Maaf dan Apresiasi Kritik Warga
Menanggapi spanduk-spanduk protes yang terpasang di jembatan, Gubernur Jabar ini justru menyampaikan rasa terima kasih dan permohonan maaf atas keterlambatan penanganan.
“Saya berterima kasih atas kritik dari warga dan meminta maaf jika penanganan jembatan mengalami penundaan, karena jembatan itu memang membutuhkan perencanaan, kemudian akuisisi lahan, dan pembiayaan. Hatur nuhun,” pungkasnya.
Dengan adanya pernyataan resmi ini, warga Bandung Selatan kini memegang janji pemerintah bahwa di tahun 2026, Jembatan Sasak Geulis tidak akan lagi menjadi “monumen kesabaran” yang ringkih, melainkan infrastruktur kokoh yang layak bagi publik.***
Editor : Bar Bernad


























