Satgas Ormas Meresahkan Jalan, Negara Tak Mau Lagi Kalah Sama Preman

- Redaksi

Jumat, 9 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Budi Gunawan. ANTARA/Azmi Samsul Maarif

i

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Budi Gunawan. ANTARA/Azmi Samsul Maarif

Jakarta, Mevin.ID – Pemerintah tak lagi mau mentolerir ormas atau kelompok yang bertingkah seperti preman. Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Budi Gunawan menegaskan, Satgas Terpadu Penanganan Premanisme dan Ormas Meresahkan akan langsung bertindak terhadap siapa pun yang bikin resah, mengancam ketertiban umum, atau mengganggu pelaku usaha.

“Kehadiran negara harus nyata. Bukan cuma soal hukum, tapi juga rasa aman dan keadilan bagi masyarakat,” kata Budi lewat pernyataan resminya, Jumat (9/5).

Budi menyebut, arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto adalah agar negara tidak boleh kalah oleh intimidasi. Apalagi jika aksi itu berselimut organisasi massa yang justru merusak tatanan sosial.

Tujuan Satgas: Stabilitas dan Iklim Investasi

Satgas ini bukan hanya soal membubarkan ormas-ormas nakal, tapi juga bagian dari strategi besar negara untuk menjamin iklim investasi yang sehat dan kompetitif. “Kalau ruang publik dikuasai oleh pemalakan dan kekerasan, siapa yang mau investasi?” ujarnya.

Satgas akan bekerja lintas instansi: TNI, Polri, kementerian terkait, hingga pemerintah daerah. Mereka akan bergerak bersama menindak segala bentuk pemerasan, intimidasi, pungli, hingga pelanggaran hukum oleh ormas yang kebablasan.

“Ormas tetap boleh eksis. Tapi harus patuh aturan. Negara tak akan diam kalau ada yang melanggar,” tegas Budi.

Saluran Aduan Dibuka, Warga Diminta Aktif

Budi juga mengajak masyarakat untuk ikut melaporkan jika menemukan aksi mencurigakan atau pemerasan atas nama ormas. Ia menjamin tidak ada toleransi bagi siapapun yang menyalahgunakan status organisasi untuk mengintimidasi.

“Negara akan hadir secara nyata untuk melindungi warga dan menegakkan hukum,” ujarnya.

Lewat kebijakan ini, pemerintah berharap tercipta ruang publik yang bersih dari premanisme, bebas dari dominasi kelompok kekerasan, dan memberikan rasa aman yang merata—bukan cuma untuk masyarakat, tapi juga bagi pelaku usaha dan investor.***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Budi Arie: Usut Tuntas Penyerangan Andrie Yunus secara Adil!
Iran “Segel” Selat Hormuz bagi AS dan Israel, Harga Minyak Dunia Langsung Mendidih!
Respons Ketegangan Iran vs AS-Israel, TNI: Siaga 1
Ketum Projo Budi Arie: Kritik Rakyat Adalah Energi Bangsa, Bukan Ancaman!
Heboh Video Pidato Netanyahu Punya 6 Jari, Benarkah Hanya Rekayasa AI?
KPK Tetapkan 2 Tersangka dalam OTT Bupati Cilacap, Ini Bocorannya!
Bareskrim Bongkar Imperium Judol Oei Hengky Wiryo, Rp530 Miliar Disetor ke Kas Negara
Harga Minyak Dunia Meroket, Trump Ancam Bakal ‘Gebuk’ Iran Lebih Parah dalam Sepekan ke Depan

Berita Terkait

Senin, 16 Maret 2026 - 00:28 WIB

Budi Arie: Usut Tuntas Penyerangan Andrie Yunus secara Adil!

Minggu, 15 Maret 2026 - 18:51 WIB

Iran “Segel” Selat Hormuz bagi AS dan Israel, Harga Minyak Dunia Langsung Mendidih!

Minggu, 15 Maret 2026 - 16:01 WIB

Respons Ketegangan Iran vs AS-Israel, TNI: Siaga 1

Sabtu, 14 Maret 2026 - 22:14 WIB

Ketum Projo Budi Arie: Kritik Rakyat Adalah Energi Bangsa, Bukan Ancaman!

Sabtu, 14 Maret 2026 - 22:11 WIB

Heboh Video Pidato Netanyahu Punya 6 Jari, Benarkah Hanya Rekayasa AI?

Berita Terbaru