Sebut Karangligar ‘Cekungan Abadi’, Gubernur Dedi Mulyadi Tawarkan Relokasi dan Konsep Danau Penampung

- Redaksi

Kamis, 22 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan keterangan di Gedung Pakuan Bandung, Kamis (24/4/2025). (ANTARA/Ricky Prayoga)

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan keterangan di Gedung Pakuan Bandung, Kamis (24/4/2025). (ANTARA/Ricky Prayoga)

KARAWANG, Mevin.ID – Banjir tahunan yang merendam Desa Karangligar, Karawang, menjadi perhatian serius Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Dalam wawancara terbaru, pria yang akrab disapa KDM ini menegaskan bahwa penanganan Karangligar tidak bisa lagi dilakukan dengan cara-cara konvensional karena kondisi geografisnya yang ekstrem.

Dedi mengungkapkan bahwa masalah di Karangligar terbagi menjadi dua faktor utama yang saling berkaitan.

1. Koordinasi Lintas Sektor untuk Normalisasi

Faktor pertama adalah luapan sungai. Terkait hal ini, Dedi mengaku telah bergerak cepat melakukan koordinasi dengan pihak-pihak berwenang begitu debit air meningkat.

“Saya sangat mengenal daerah ini. Saya langsung menghubungi Bupati, berkoordinasi dengan BBWS, PJT, dan PSDA. Penanganan teknis untuk sungai sudah dikomunikasikan agar segera tuntas,” ujar Dedi.

2. Solusi Radikal: Relokasi dan Alih Fungsi Menjadi Danau

Namun, Dedi menekankan bahwa masalah utama Karangligar adalah posisinya yang berada di sebuah cekungan atau “lubang”. Baginya, jika warga tetap bertahan di titik tersebut, masalah banjir tidak akan pernah selesai.

“Tawaran terbaik adalah relokasi. Lebih baik Karangligar dijadikan danau besar yang mampu menampung banyak air di Karawang, lalu warganya kita pindahkan,” tegasnya.

Inovasi Rumah Panggung Tinggi

Sebagai alternatif bagi warga yang masih ingin bertahan di wilayah rawan, Dedi menceritakan pengalamannya membangun contoh hunian adaptif. Ia pernah membangun rumah dengan tiang penyangga setinggi 4 hingga 6 meter dari permukaan tanah.

“Saya sudah beri contoh, rumah yang lantainya setinggi 2,5 meter hingga 4 meter bahkan 6 meter. Saat banjir, lantai atas tidak terendam. Tiang-tiang tersebut terendam, tapi aktivitas di atas tetap aman. Konsep ini bisa dikembangkan,” jelasnya.

Tantangan Psikologis Warga

Dedi tak menampik bahwa kendala terbesar saat ini adalah pola pikir masyarakat. Ia mengamati adanya siklus di mana warga ingin pindah saat air merendam rumah, namun membatalkan niat tersebut saat banjir surut.

“Ini masalahnya. Ketika banjir, semua ingin pindah. Begitu surut, tidak ingin lagi. Padahal, saya sudah sependapat dengan semangat Bupati Karawang bahwa tidak ada cara lain, warga harus pindah atau relokasi,” pungkas Gubernur.***

Facebook Comments Box

Penulis : Bar Bernad

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Maling “Lapor Balik”: Dua Pelaku Pencurian di Medan Tuntut Keadilan Usai Disetrum Korban
Viral Aksi Berani Ibu Berkerudung Robohkan Tembok Pabrik Protes Banjir 2 Tahun
Mahasiswa KKN UNIK Cipasung Kritik Keras Pemerintah: Kondisi SLB ABC Ciawi Menyayat Hati
Tragedi Lampu Merah Kendari, Bocah Penjual Tisu Tewas Dilindas Alat Berat demi Mencari Sesuap Nasi
Usai Diburu Warga Kondisi Macan Tutul Jawa di Pacet Stabil, Ini Penjelasan BBKSDA Jabar
Apa itu Bocor Usus seperti Diderita Siti Atlet Rugby Asal Garut? Simak Ulasannya
Bandung Bangga, Natanael Juara Dunia Olimpiade Sains di AS dan Diundang NASA
Tanggap Darurat Longsor Cisarua Berakhir, Basarnas Tetap Siagakan Operasi Terbatas

Berita Terkait

Sabtu, 7 Februari 2026 - 09:22 WIB

Maling “Lapor Balik”: Dua Pelaku Pencurian di Medan Tuntut Keadilan Usai Disetrum Korban

Sabtu, 7 Februari 2026 - 08:02 WIB

Viral Aksi Berani Ibu Berkerudung Robohkan Tembok Pabrik Protes Banjir 2 Tahun

Sabtu, 7 Februari 2026 - 05:35 WIB

Mahasiswa KKN UNIK Cipasung Kritik Keras Pemerintah: Kondisi SLB ABC Ciawi Menyayat Hati

Jumat, 6 Februari 2026 - 22:59 WIB

Tragedi Lampu Merah Kendari, Bocah Penjual Tisu Tewas Dilindas Alat Berat demi Mencari Sesuap Nasi

Jumat, 6 Februari 2026 - 20:46 WIB

Apa itu Bocor Usus seperti Diderita Siti Atlet Rugby Asal Garut? Simak Ulasannya

Berita Terbaru