BANDUNG BARAT, Mevin.ID – Di tengah duka mendalam proses evakuasi hari kelima bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, sebuah pemandangan mengharukan terekam kamera relawan.
Seekor kucing berwarna oranye ditemukan selamat dari kepungan lumpur pekat dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.
Kucing malang tersebut ditemukan dalam keadaan badan yang sangat kurus dan lusuh setelah diperkirakan bertahan hidup selama lima hari tanpa makanan sejak bencana melanda wilayah tersebut.
Penemuan ini menjadi viral di media sosial dan menyentuh hati banyak netizen, mengingat banyaknya hewan ternak seperti sapi dan kambing yang dilaporkan ikut terkubur dalam musibah ini.
View this post on Instagram
Diadopsi Tokoh Suporter Persib
Kabar keselamatan kucing oranye ini sampai ke telinga Ketua Umum Viking Persib Club (VPC), Tobias Ginanjar.
Tanpa ragu, pria yang akrab disapa Tobi ini memutuskan untuk mengadopsi kucing tersebut guna memberikan kesempatan hidup kedua.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Tobias membagikan momen saat ia memberikan potongan ayam goreng kepada kucing yang nampak kelaparan itu.
“Hari ini saya mengadopsi satu ekor kucing yang berhasil ditemukan dan dievakuasi oleh Tim SAR di lokasi bencana setelah sebelumnya tertimbun longsor,” tulis Tobias dalam keterangan videonya.
Menunggu Nama dan Pemeriksaan Kesehatan
Sebelum dibawa pulang, Tobias memastikan bahwa kucing tersebut akan mendapatkan perawatan medis terlebih dahulu di klinik hewan untuk memulihkan kondisi fisiknya yang melemah.
Tak hanya itu, ia pun mengajak para pengikutnya di media sosial untuk ikut menyumbangkan ide nama bagi sang penyintas kecil ini.
“Ada yang punya ide kucingnya mau dikasih nama apa?” tanya Tobias kepada warganet.
Kehadiran kucing oranye ini seolah menjadi simbol keteguhan di tengah bencana yang meluluhlantakkan Cisarua.
Di saat ribuan orang berduka dan Tim DVI masih bekerja keras mengidentifikasi 50 kantong jenazah yang ditemukan, kisah penyelamatan nyawa kecil ini memberikan sedikit senyum dan harapan bagi para relawan di lapangan.***
Penulis : Bar Bernad
Editor : Abdilah Kurniawan


























